Masyarakat Harus Waspada dengan Judi Online, Petugas Satpol PP Penjara Karena Korupsi BPJS

Masyarakat Harus Waspada dengan Judi Online, Petugas Satpol PP Penjara Karena Korupsi BPJS
Masyarakat Harus Waspada dengan Judi Online, Petugas Satpol PP Penjara Karena Korupsi BPJS

Judi online sepertinya menjadi salah satu hal yang sangat berbahaya sekarang ini. Ada banyak sekali kasus yang sudah terjadi, tapi seakan pemberitaan yang ada tidak membuat masyarakat kapok. Padahal dalam Undang-Undang sudah diatur bagaimana judi termasuk kegiatan yang dilarang. Pelaku baik bandar hingga pemain bisa terkena masalah hukum. 

Baca juga: Slot Online Menjerat Anak Muda, Remaja Ini Harus Rela Masuk Bui Karena Mencuri Motor Deposit

Terbukti dengan adanya kasus baru yang terjadi. Seorang petugas Satpol PP terpaksa mendekam di bui karena tertangkap basah korupsi uang iuran BPJS dari 177 tenaga dari non ASN. Tersangka dengan inisial L, telah gelap mata mengambil uang yang bukan miliknya hanya untuk bermain judi. 

Kronologi Petugas Satpol PP Korupsi Iuran BPJS

Masyarakat Harus Waspada dengan Judi Online, Petugas Satpol PP Penjara Karena Korupsi BPJS_Kronologi Petugas Satpol PP Korupsi Iuran BPJS
Masyarakat Harus Waspada dengan Judi Online, Petugas Satpol PP Penjara Karena Korupsi BPJS_Kronologi Petugas Satpol PP Korupsi Iuran BPJS

Pertama kali kasus ini terbongkar ketika adanya surat tagihan yang dikirim oleh pihak BPJS. Dimana surat ini sendiri dikirim sekitar bulan September 2021. Dalam surat tersebut, ada keterangan bahwa ada iuran yang belum dibayarkan selama 19 bulan lamanya. Tentu saja, hal ini menjadi sangat heboh karena jumlahnya sangatlah banyak. 

Ketua Satpol PP Semarang, Fajar Purwanto mengatakan “Setelah ada tagihan, pelaku kami undang untuk klarifikasi. Ternyata uangnya digunakan untuk judi online. Tentu saja ini sangat disayangkan.” 

Diperkirakan total iuran BPJS yang digelapkan sendiri mencapai 618 juta rupiah dan semuanya digunakan judi, mungkin jenis slot online yang memang sudah dipastikan lebih menarik. 

Fajar Purwanto juga menjelaskan bahwa pelaku telah menggelapkan uang BPJS dari tenaga non ASN semenjak Mei 2020 sampai Agustus 2021. Kala itu, L memegang jabatan sebagai pembantu bendahara Satpol PP. Ia tega memalsukan semua bukti setoran ke bendahara Satpol PP. Uang yang harus disetorkan sendiri padahal mencapai 32 juta rupiah per bulan. 

Akhirnya pihak Satpol PP pun menyerahkan kasus ini kepada Inspektorat Kota Semarang. Dimana L akhirnya diberikan waktu selama 15 hari untuk mengembalikan semua uang yang telah ia korupsi. Sayangnya, L tidak sanggup untuk membayarnya karena memang jumlah yang digunakan sudah mencapai ratusan juta rupiah. 

Akhirnya pihak Pemkot Semarang pada tanggal 24 Februari 2022 pun memecat L dengan tidak hormat. 

“Kasusnya sekarang telah diproses di kepolisian. Kami pun masih menunggu hasil dari persidangan,” terang dari Fajar Purwanto. 

Baca juga: Bongkar Kebusukan Gates of Olympus, Dianggap Gacor Ternyata Bocor

Dari kasus di atas, maka dapat disimpulkan bahwa judi slot online mampu membuat orang lupa diri. Uang yang seharusnya diserahkan untuk kepentingan tenaga kerja pun disabet hanya demi main judi yang tidak ada gunanya. Sekarang L hanya bisa meratapi nasib menunggu hasil persidangan dan sudah tidak bisa lagi bekerja di kesatuan Satpol PP. Dapat dikatakan bui adalah rumah selanjutnya yang akan ditempati. 

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts