12 Tanda-tanda Melahirkan Wajib Kalian Tahu

tanda-tanda-melahirkan-

Tanda-tanda melahirkan untuk setiap orang bisa berbeda-beda. Salah satunya saat ketuban pecah, ada yang ketubannya pecah lebih awal dan ada juga ketubannya pecah saat prosess pembukaan.

Baca Juga : Untuk Anda yang Ingin Punya Momongan, Ini Dia Tips Agar Cepat Hamil yang Efektif

Namun untuk ibu hamil yang usia kandungan sudah memasuki bulan ke-9, paling tidak harus mengetahui atau memahami tanda-tanda apa saja akan muncul jika akan melahirkan.

Namun, bagi kalian yang sedang hamil anak pertama, proses persalinan atau melahirkan bayi normal melalui vagina biasanya dirasa sedikit menakutkan.

Ketahui Pengertian dari Melahirkan Normal

tanda-tanda-melahirkan-

Persalinan normal adalah proses melahirkan di mana bayi dilahirkan melalui vagina dan intervensi medis dari dokter atau ahli kesehatan lainnya minimal dibandingkan dengan proses kelahiran caesar.

Sebelum melihat tanda-tanda melahirkan, prosedur ini dapat dilakukan oleh semua ibu hamil selama tidak memiliki gangguan kesehatan yang dapat membahayakan ibu atau anak selama proses persalinan.

Fokus utama persalinan normal adalah memastikan ibu berada dalam posisi nyaman selama proses melahirkan. Selain itu, dokter dan staf medis lainnya mendukung ibu dan memantau tanda-tanda bahaya selama persalinan.

Selama proses melahirkan normal, dokter mungkin akan memberikan berbagai obat untuk mengurangi rasa sakit dan mempercepat proses melahirkan. Namun, pasien juga dapat memilih untuk tidak meminum obat sama sekali.

Langkah tersebut bisa dilakukan oleh semua ibu hamil yang telah merencanakan prosedur persalinan secara normal, selama calon ibu tidak mempunyai kondisi medis tertentu menjadi penghalang.

Beberapa tanda-tanda melahirkan serta kondisi kesehatan yang menjadi kontraindikasi dari melahirkan normal adalah, mengalami plasenta previa komplit, mengidap infeksi herpes kelamin, pernah menjalani operasi rahim dan mengidap hiv tidak diobati.

Persalinan Normal Berbeda dengan Persalinan Spontan

Penting untuk kalian pahami bahwa persalinan secara normal berbeda dengan persalinan spontan. Persalinan normal merupakan suatu proses persalinan pervaginam yang terjadi tanpa menggunakan alat bantu atau obat tertentu.

Jadi kelahiran ini sebenarnya hanya bergantung pada tenaga dan usaha ibu untuk melahirkan bayinya tanpa bantuan obat-obatan. Pada persalinan spontan, kontraksi bisa terjadi di bagian belakang kepala (janin lahir dengan kepala lebih dulu) atau di bokong (tulang ekor).

Dalam proses kelahiran normal, perhatian lebih pada bagian belakang kepala biasanya diperlukan selama kontraksi. Proses melahirkan normal seorang ibu biasanya dilakukan di rumah sakit.

Meski sebagian besar ibu hamil melahirkan di rumah sakit, namun ada pula ibu yang lebih memilih melahirkan di rumah dan penting mengetahui tanda-tanda melahirkan.

Selain dengan cara medis, para ibu juga mengupayakan kelancaran persalinan berikutnya melalui induksi alami. Bila diperlukan, dokter dapat mengatur induksi persalinan secara medis tergantung kondisi ibu dan anak.

Jangan lupa persiapkan berbagai persiapan melahirkan dan perlengkapan melahirkan tepat pada waktunya. Melahirkan secara alami memiliki beberapa manfaat seperti masa rawat inap di rumah sakit lebih singkat.

Keuntungan lain dari persalinan normal adalah ibu dapat berinteraksi langsung dengan bayi dan memastikan pemberian ASI eksklusif sesegera mungkin setelah lahir.

12 Tanda-tanda Melahirkan yang Perlu Diketahui

tanda-tanda-melahirkan-

Berikut ini beberapa tanda-tanda yang harus diketahui ibu hamil. Semakin banyak kalian mengetahui tanda-tanda ini, semakin baik pula persiapan kalian. 

Posisi Bayi Mulai Turun

Tanda-tanda persalinan terjadi satu hingga empat minggu sebelumnya adalah seharusnya posisi bayi sudah berubah. Dari posisi sebelumnya yang kepala bayi di atas dan kaki di bawah, berubah menjadi sebaliknya.

Sesaat sebelum lahir, idealnya janin sudah sampai di panggul dengan posisi kepala di bawah dan kaki di atas. Perubahan posisi ini disebut relaksasi. Janin tampak mengatur ulang postur tubuhnya dan mencari jalan keluar dari rahim.

Namun perubahan posisi ini tidak selalu terjadi 1-4 minggu sebelum kelahiran, ada juga ibu yang merasa janinnya berubah posisi beberapa hari atau jam sebelum kelahiran.

Lebih Sering Buang Air Kecil

Tanda-tanda melahirkan selanjutnya adalah kalian sering buang air kecil. Hal ini disebabkan janin turun semakin jauh ke dalam rongga bawah atau panggul dan akhirnya menekan kandung kemih ibu.

Tekanan janin pada kandung kemih menyebabkan kalian seringkali tidak mampu menahan kencing. Namun, kondisi ini sepenuhnya normal dan berangsur pulih setelah melahirkan.

Leher Rahim Menjadi Lebih Lebar

Pembukaan serviks yang semakin lebar mungkin mengindikasikan tanda-tanda kelahiran terbuka. Tanda persalinan tinggal menghitung hari atau sudah dekat, antara lain mulut rahim semakin terbuka, prosesnya sangat cepat.

Bisa juga dikatakan bahwa terbukanya leher rahim merupakan salah satu tanda awal persalinan. Pada awal kehamilan, pembukaan serviks terjadi sangat lambat.

Namun seiring dengan semakin dekatnya tanda-tanda melahirkan, proses ini akan terjadi dengan sangat cepat. Biasanya dokter spesialis kandungan akan memeriksa bukaan leher rahim.

Diukur menggunakan skala sentimeter atau pemeriksaan dalam (dengan memasukkan jari). Jika 10 jari sudah bisa dimasukkan atau lebar bukaannya sekitar 10cm, berarti bukaan sudah lengkap.

Menipisnya Leher Rahim

Penipisan leher rahim merupakan salah satu tanda persalinan normal. Penipisan ini juga berkontribusi terhadap pelebaran serviks. Semakin tipis leher rahim, semakin mudah jalan lahir bayi melebar.

Selama proses ini, ibu hamil mungkin akan merasa tidak nyaman dan disertai kontraksi yang berlangsung hingga pembukaan selesai dan siap bersalin.

Pernapasan yang Terasa Lebih Mudah

Salah satu permasalahan ibu hamil adalah kesulitan bernapas pada awal kehamilan memasuki trimester ketiga tanda-tanda melahirkan semakin dekat, maka ibu akan semakin mudah dan lega bernapas.

Saat janin turun ke panggul, tubuhnya semakin menjauh dari diafragma dan tekanannya menurun, sehingga dapat memperlancar pernafasan ibu hamil.

Kram Perut dan Nyeri Punggung

Ini adalah tanda-tanda kelahiran paling umum pada ibu hamil. Saat melahirkan, kalian pasti akan merasakan nyeri pada punggung dan selangkangan.

Selain itu, nyeri terjadi pada paha dan punggung bawah. Kram perut juga sering dirasakan. Rasa tidak nyaman ini disebabkan oleh otot dan persendian pada tubuh kalian yang biasanya meregang.

Keluar Lendir Bercampur Darah dari Vagina

Ibu hamil sering bertanya pada diri sendiri: Apa itu pendarahan di akhir kehamilan? Apa saja tanda-tanda melahirkan? atau fleknya seperti apa tanda melahirkan?

Jawabannya adalah ya, tanda ini merupakan tanda bahwa waktu kelahiran sudah dekat. Leher rahim ditutupi lendir kental saat hamil. Namun, menjelang persalinan, leher rahim akan membesar dan melunak, sehingga memberi jalan bagi bayi untuk keluar.

Lendir keluar bersamaan dengan proses serviks yang besar. Warna lendir ini bisa bermacam-macam, mulai dari bening, merah muda, hingga sedikit berdarah.

Sering Merasakan Kontraksi

Kontraksi tentu menjadi tanda-tanda melahirkan yang paling jelas terlihat ketika seorang ibu hamil akan melahirkan. Saat terjadi kontraksi, perut seseorang menjadi semakin kencang dan ibu hamil merasakan nyeri pada perutnya.

Rasa sakit akibat kontraksi juga biasanya semakin meningkat seiring dengan semakin dekatnya waktu persalinan. Namun perlu diketahui ibu hamil bahwa ada juga yang disebut kontraksi palsu atau kontraksi Braxton Hicks.

Umumnya kontraksi palsu berlangsung selama 30-120 detik, terjadi tidak teratur, dan mungkin hilang saat ibu hamil berganti posisi atau rileks.

Cairan Ketuban Pecah 

Tanda-tanda melahirkan berikutnya ialah air ketuban tidak selalu pecah sebelum proses melahirkan. Ada juga yang pecah begitu saja saat berada di ruang bersalin.

Namun jika bumil menyadari ada cairan ketuban yang bocor, ada baiknya segera ke rumah sakit untuk memeriksa apakah rahim sudah siap, sudah waktunya persalinan atau belum.

Cairan ketuban tidak selalu keluar secara muncrat, melainkan keluar sebagian. Jika cairan ketuban bocor, ibu hamil dapat menggunakan pembalut saat mengunjungi rumah sakit atau bidan tempat bersalin.

Terjadi Perubahan Energi dan Mood

Beberapa perubahan hormonal yang cukup drastis terjadi saat seorang ibu hamil hendak bersalin. Tanda-tanda melahirkan pada bumil adalah sulit tidur di malam hari.

Selain itu, bumil juga akan merasakan peningkatan energi cukup besar. Biasanya bumil lebih rajin membereskan segala barang yang berantakan.

Selain itu, mood ibu hamil yang hendak bersalin menjadi tidak stabil. Suasana hati beberapa orang membaik atau bahkan menurun.

Diare

Meski tidak selalu merupakan tanda persalinan terjadi pada semua bumil, diare juga terjadi pada ibu akan melahirkan beberapa kali. Hal ini terjadi karena otot rektal di anus mengendur.

Berat Badan Berhenti Bertambah

Di akhir masa kehamilan, kenaikan berat badan pada ibu hamil justru terhenti. Hal ini disebabkan karena volume cairan ketuban berkurang atau aktivitas meningkat.

Baca Juga : 5 Macam Metode Melahirkan yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Hal tersebut merupakan hal yang wajar dan tanda-tanda melahirkan satu ini tidak perlu dikhawatirkan, berat badan janin masih bisa bertambah.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts