Ketahui Penyebab GERD, Simak Ini Dia Penjelasan Lengkapnya

Penyebab GERD

Bagi kalian yang sering mengidap penyakit tersebut tentu bertanya-tanya penyebab GERD secara pasti. Hal ini dikarenakan GERD sendiri terjadi akibat asam lambung semakin parah sehingga berubah menjadi penyakit ini.

Baca juga : Simak Yuk, Olahraga Yang Cocok Untuk Penderita Asam Lambung

Sehingga banyak orang bertanya-tanya apa yang menyebabkan asam lambung semakin parah sehingga menciptakan adanya GERD itu sendiri. Banyak sekali penderitanya, bahkan tidak memandang usia, baik anak-anak hingga orang dewasa.

Penyebab GERD ada berbagai macamnya. Tidak melulu soal terlambat makan seperti maag biasa. Sehingga sebagai penderita, kalian perlu mencari tahu lebih banyak terkait penyakit ini agar dapat menghindari pemicunya.

Dengan begitu, kalian dapat meminimalisir terkena penyakit itu. Dimana mengakibatkan rasa sakit pada ulu hati dan menimbulkan rasa tidak nyaman. Untuk itu, sangat penting menjaga keseharian serta pola makan terlebih dahulu sebelum mengetahui penyebabnya secara langsung.

Mengenal Penyakit GERD

Penyebab GERD

GERD sendiri adalah suatu penyakit yang umum terjadi pada saluran pencernaan manusia. Sebelum mengetahui penyebab GERD lebih dalam, kalian harus paham dan mengerti terkait kelainan pada salah satu organ pencernaan tersebut.

GERD atau dikenal dengan istilah medis gastroesophageal reflux disease merupakan sebuah istilah yang sering digunakan untuk menjelaskan terkait perubahan simtom atau sering disebut mukosa dimana diakibatkan oleh saluran pencernaan.

Dapat diartikan bahwa asam lambung serta isi perut akan kembali naik pada esophagus atau kerongkongan. Hal ini dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani secara tepat. Dengan demikian, kalian harus mengetahui penyebab GERD terlebih dahulu.

Aliran yang terbalik tadi nantinya akan menimbulkan rasa panas dan terbakar dibawah tulang dada serta lebih dikenal dengan kata heartburn. Tentu hal tersebut akan menimbulkan rasa tidak nyaman bersamaan pada mual dan gejala asam lambung lainnya.

Pada umumnya, penyakit tersebut sudah sering dialami oleh manusia dan dianggap biasa. Namun, perlu digarisbawahi bahwa GERD harus segera ditangani, jika tidak maka akan memperburuk kesehatan serta mengganggu aktivitas.

Penyebab GERD sendiri berawal dari asam lambung yang naik ke atas saluran pencernaan sehingga dapat berubah menjadi penyakit tersebut. Kalian harus paham bagaimana mengatasinya atau pertolongan pertama ketika mendapati situasi seperti ini.

Untuk mengetahui apakah kalian terkena penyakit itu atau tidak, dapat mencari tahu terkait gejalanya sehingga juga bisa menyiapkan cara untuk mengantisipasinya agar tidak parah. Jika sudah parah, maka satu-satunya jalan adalah penanganan dokter ahli.

Kemudian, dokter akan menyarankan kalian melakukan tindakan endoskopi dimana untuk memastikan bahwa ada tidaknya kerusakan pada mukosa atau lapisan esophagus akibat asam lambung yang naik. Sehingga sangat penting bagi penderita mengetahui penyebab GERD itu sendiri.

Penyebab Penyakit GERD

Penyebab GERD

GERD sendiri umumnya disebabkan oleh melemahnya sfingter esophagus atau sering disebut sebagai otot-otot pembatas diantara kerongkongan dan lambung dimana menyebabkan naiknya asam lambung ke atas atau saluran esophagus.

Ada banyak sekali penyebab GERD tersebut. Paparan dari asam lambung yang naik tadi dapat mengakibatkan lapisan mukosa mengalami iritasi dan menimbulkan rasa panas dan terbakar pada  bagian bawah perut.

Banyak sekali faktor kompleks dapat menyebabkan GERD, sehingga kalian harus mengetahuinya dan mempelajarinya secara baik. Dibawah ini adalah beberapa faktor menyebabkan terjadinya GERD.

  • Sfingter Esofagus Bagian Bawah Rusak

Kebanyakan dari penderita penyakit tersebut mengalami kerusakan pada sfingter esofagus di bagian bawahnya. Sehingga otot bagian bawa akan melemah dimana fungsinya untuk menahan dan bertindak seperti pintu di antara lambung serta kerongkongan.

Seperti yang diketahui jika dalam keadaan normal sfingter esofagus tersebut akan tertutup rapat. Berbeda sekali ketika bagian bawahnya rusak dan mengakibatkan isi atau asam lambung naik ke atas dan menjadi penyebab GERD.

Terkadang adanya penurunan fungsi tersebut sangat bersifat structural, tetapi hanya pada makanan atau minuman tertentu, obat-obatan akan ada banyak lagi faktor dapat memperlemah kinerja dari otot tersebut.

  • Obesitas atau Kelebihan Berat Badan

Ketika kalian mengalami obesitas atau kelebihan berat badan secara drastic maka akan mengakibatkan tekanan besar pada perut dan semakin memperburuk atau memperparah adanya gejala gastroesophageal reflux disease.

Meski kemungkinannya hanya sedikit, namun tidak menutup kemungkinan bahwa kelebihan berat badan secara berlebihan memungkinkan menjadi salah satu penyebab GERD sendiri sehingga perlu dihindari.

  • Merokok

Merokok atau hanya menghirup asap rokok juga dapat menjadi faktor terjadinya penyakit dengan istilah medis gastroesophageal reflux disease tersebut. Sehingga sangat penting untuk menghindari barang itu atau orang yang mengonsumsinya.

Salah satu mekanisme yang dapat menyebabkan heartburn adalah pengurangan jumlah air liur dimana biasanya digunakan sebagai pelumas ketika mengunyah makanan, lebih banyak memproduksi asam lambung serta menyebabkan keterlambatan dalam pengosongan perut.

Untuk menghindari faktor penyebab akibat merokok tersebut, kalian dapat melakukan langkah terbaik yaitu menghentikan konsumsi rokok agar dapat menghindari adanya kemungkinan atau faktor resiko terkena gastroesophageal reflux disease.

  • Efek Samping dari Obat yang Dikonsumsi

Menggunakan atau mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping penyakit ini juga dapat menjadi penyebab GERD itu sendiri. Sehingga perlu diperhatikan ketika sedang dalam masa pemulihan dan mengonsumsi obat. 

Ketika dianjurkan untuk konsumsi obat dari dokter maka dapat bertanya sebanyak mungkin terkait efek samping akan ditimbulkan oleh penggunaannya. Karena tidak sedikit obat mempunyai efek samping dapat menyebabkan penyakit ini timbul.

Salah satunya adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dimana menimbulkan efek samping terhadap gastrointestinal yaitu lambung dan usus ketika diminum. Contohnya adalah dopamine.

  • Gangguan Fungsi Hati

Penyebab GERD selanjutnya adalah gangguan pada fungsi hati. Seseorang yang menderita penyakit ini mempunyai kelainan otot atau saraf di tubuhnya. Sehingga mengakibatkan beberapa fungsi tidak berjalan dengan baik.

Salah satunya adalah penyerapan makanan terjadi sangat lambat. Hal tersebut juga menimbulkan penundaan dalam pengosongan isi perut sehingga tekanan didalam akan semakin meningkat serta produksi refluks asam lambung juga meningkat.

Sehingga sangat penting bagi kalian atau penderita untuk mengetahui secara benar bagaimana mekanisme dari penyakit itu dan apa saja faktor resikonya. Tidak hanya gangguan pada lambung namun beberapa organ lain juga meningkatkan kemungkinan gastroesophageal reflux disease.

  • Kehamilan

Bagi kalian yang memiliki pengalaman terkait gastroesophageal reflux disease pada kehamilan maka sudah mengetahui bagaimana dapat terjadi hal tersebut. Meningkatnya hormone progesterone dan estrogen merupakan salah satu penyebab GERD.

Hal ini terjadi dikarenakan kedua hormone tersebut dapat melemahkan atau mengendurkan otot sfingter esofagus dan memicu adanya refluks asam lambung. Membesarnya uterus juga dapat memberikan tekanan besar pada perut.

Dapat disimpulkan bahwa heartburn pada wanita hamil dapat dimaklumi dan diwajarkan. Asal rasa sakit tidak berlebihan dan mempengaruhi kesehatan pada ibu dan anak. Sehingga ketika menjumpai beberapa gejalanya, lebih baik berkonsultasi pada dokter.

  • Mengonsumsi Makanan Tertentu

Tidak semua penyebab GERD harus disamaratakan. Namun ada beberapa ahli mengungkapkan bahwa mengonsumsi jenis makanan tertentu dapat memicu timbulnya penyakit gastroesophageal reflux disease.

Sehingga kalian harus pandai memilih makanan agar tidak menimbulkan penyakit lain dimana nanti akan menimbulkan rasa panas dan tidak nyaman dibagian bawa perut. Hal ini dikarenakan beberapa makanan dapat meningkatkan produksi asam lambung meningkat.

Salah satunya adalah makanan yang terlalu banyak minyaknya. Mentega atau margarin juga mempunyai kandungan minyak cukup tinggi. kemudian juga terdapat beberapa minuman seperti alcohol, minuman dengan kandungan kafein dan lainnya.

Beberapa faktor pemicu adanya penyakit gastroesophageal reflux disease tentu harus diketahui oleh banyak orang. Tujuannya agar dapat menghindari resiko kerusakan lebih parah akibat dari komplikasi yang terjadi.

Gejala Gastroesophageal Reflux Disease 

Penyebab GERD

Gejala yang pada umumnya terjadi ketika asam lambung meningkat yaitu rasa pahit atau asam di mulut serta sensasi panas atau terbakar di daerah ulu hati serta bagian dada. Kedua tanda tersebut akan semakin memburuk ketika penderita membungkuk, berbaring dan setelah makan.

Selain rasa pahit dan asam dimulut serta rasa perih diulu hati, berikut ini adalah beberapa gejala atau tanda yang menyertai penyakit tersebut.

  1. Perasaan seperti ada benjolan di tenggorokan dan kesulitan menelan.
  2. Batuk-batuk dan sesak nafas (gangguan pernapasan).
  3. Mual dan muntah.
  4. Suara serak serta tidak terdengar jelas.
  5. Sakit tenggorokan.
  6. Keluarnya isi lambung.
  7. Gangguan pada aktivitas tidur.
  8. Bau pada mulut.
  9. Kerusakan beberapa gigi akibat produksi asam lambung meningkat.

Penting bagi kalian untuk mengetahui dengan baik adanya gejala atau tanda-tanda diatas pada penderita. Ketika mendapatkannya segera lakukan pemeriksaan pada dokter ahli sehingga tidak menimbulkan komplikasi serius.

Baca juga : Mengenal Gejala Diabetes yang Wajib Diwaspadai

Beberapa penderita tentu akan mengalami banyak gejala diatas dan beberapa lagi tidak. Untuk mencegah hal tidak diinginkan, sebaiknya kalian harus mengetahui apa saja penyebab GERD agar dapat meminimalisir bahkan menghindarinya.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts