Tren Makan Es Batu Bermunculan, Waspadai Akibatnya!

Makan Es Batu - Tren Makan Es Batu

Tidak ada yang lebih menyegarkan daripada makan es batu di hari dengan cuaca yang panas. Sebutir es di musim panas dapat membantu mendinginkan, menyegarkan, dan menghilangkan dahaga Anda.

Menggerogoti atau memakan sebuah bongkahan es sendiri bisa menunjukkan kondisi kesehatan tubuh. Kondisi tersebut sering disebut dengan pagophagia atau kecanduan untuk selalu mengunyah bongkahan es batu.

Kecanduan ini biasanya terjadi akibat kekurangan suatu nutrisi pada tubuh atau mengalami gangguan pada pola makan. Kebiasaan ini nantinya akan sangat membahayakan pengidap phagopagia dengan menyebabkan banyak masalah pada gigi yang dimilikinya.

Baca Juga : Mengenal Yoga, Trend Gaya Hidup Modern Bagi Masyarakat Perkotaan

Dalam jangka pendek, mengunyah es dengan jumlah yang banyak mungkin bukanlah sebuah masalah. Namun, efek jangka panjang yang akan Anda dapatkan adalah kehilangan email gigi dan mengalami kerusakan pada gigi.

Pagophagia sendiri berhubungan erat dengan penyakit anemia atau kekurangan zat besi. Di mana pengidap akan sering merasa nyeri pada lidah, mulut kering, kemampuan indra pengecap berkurang serta sulit menelan.

Pengidap pagophia sendiri juga memiliki perasaan cemas yang terlalu tinggi sehingga pengidapnya harus mampu mengalihkannya. Perlu diingat juga bahwa Anda tidak boleh menebak-nebak sebuah penyakit, sehingga lebih baik dikonsultasikan langsung kepada ahlinya.

Penyebab Terjadinya Kecanduan Makan Es Batu

Makan Es Batu - Tren Makan Es Batu

Kecanduan ini biasanya lebih banyak dialami usia anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga terkena pagophagia. Seseorang dapat dikategorikan terkena kecanduan apabila telah mengalami selama lebih dari satu bulan.

Tidak jarang dijumpai, beberapa orang bahkan memakan bongkahan es langsung dari lemari pendingin. Hal ini tentu dilakukan hanya untuk memenuhi keinginannya untuk mengonsumsi es tersebut,

Beberapa peneliti percaya bahwa kecanduan ini dikarenakan mengalami kekurangan pada zat besi. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa pengidapnya ingin terus-terusan mengunyah atau memasukkan suatu benda dingin ke dalam mulutnya salah satunya es batu.

Selain karena terkena anemia, ada alasan lain yang menyebabkan seseorang suka mengunyah bongkahan es batu. Kekurangan kalsium dapat memicu kondisi pagophagia di mana pengidap akan selalu merasa mulutnya kering.

Spectrum Autism, menjadi penyebab lain dibalik kondisi pagophagia di mana ini merupakan gangguan perkembangan. Spectrum autism sendiri merupakan suatu gangguan terjadi karena faktor genetik, namun tetap dipengaruhi oleh lingkungan.

Kemudian OCD atau obsessive compulsive disorder merupakan kondisi di mana seseorang memiliki gangguan kecemasan. Hal itu membuat pengidapnya memiliki pemikiran yang sering mengharuskannya melakukan ide tersebut.

Demensia, sebuah sindrom pada usia di atas 65 tahun ditandai dengan menurunnya fungsi otak. Pengidapnya sering makan es batu untuk mengirimkan banyak darah ke otak agar pikiran menjadi jernih.

Gangguan mental skizofrenia, kondisi di mana pengidap mengalami kelainan jiwa yang ditandai dengan pola pikir, perilaku, dan emosi terganggu. Pengidap gangguan ini biasanya mengalami halusinasi dan delusi parah.

Untuk penyebab seseorang mengalami kondisi pagophagia tentu tidak bisa hanya dilakukan dengan menerka-nerka. Anda perlu pergi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut serta mendapatkan perawatan.

Akibat dari Terlalu Sering Makan Es Batu

Makan Es Batu - Tren Makan Es Batu

Seseorang atau pengidap pogaphagia mungkin memakan lebih banyak dari yang orang lain lihat. Orang tersebut bisa saja memakan hingga beberapa nampan atau bahkan kantong es di tiap harinya.

Maka dari itu, bagian yang terkena paling besar adalah gigi dan juga rahang. Meskipun dampak yang diterimanya tidak seberat kerusahan merokok atau alcohol, namun hal ini tetap harus dicegah.

Kebiasaan menggerogoti bongkahan es bisa membuat lapisan enamel pada gigi menjadi terkikis. Hal ini tidak akan berbahaya apabila Anda stop memakannya, namun jika tetap dilanjutkan bisa membuat gigi patah.

Anda pasti pernah mendengar istilah gigi sensitif, hal ini dikarenakan lubang yang tidak ditambal. Lubang yang terjadi gigi tersebut bisa terbentuk karena makan es batu secara berlebihan.

Dampak buruk lain yang akan dialami apabila terus-terusan menggerogotinya adalah infeksi pada gusi. Ketika mengunyah sebuah es, besar kemungkinan memakan dengan bentuk runcing yang mungkin menusuk gusi.

Terlalu banyak memakan sesuatu yang dingin bisa membuat Anda menjadi kekurangan nutrisi. Hal ini harus dikurangi atau jika bisa dihindari oleh ibu hamil agar tidak berisiko mengalami malnutrisi.

Sakit tenggorokan, tidak mungkin dihindari saat Anda makan es batu dalam jumlah cukup banyak. Hal ini dikarenakan bagian tenggorokan mengalami iritasi, jika terus dibiarkan akan terjadi infeksi.

Kebiasaan buruk tentu akan mengundang keburukan lainnya, kecanduan menggerogoti bongkahan es bisa membuat Anda terkena gangguan makan. Hal ini biasanya dialami bumil di mana nantinya akan mempengaruhi perubahan hormon tubuh.

Banyak ibu hamil yang menyukainya, bahkan dimakan dengan dikunyah. Hal itu sebenarnya bukan masalah, namun tidak boleh dilakukan secara berlebihan dengan menghabiskan berbungkus-bungkus es.

Cara Menghentikan Kebiasaan Makan Es Batu Berebih

Makan Es Batu - Tren Makan Es Batu

Banyak orang menyukai benda kecil dingin ini, aik dalam bentuk minuman dan makanan. Hal tersebut juga tidak terus-terusan dikaitkan dengan sebuah penyakit asal konsumsinya masih dalam batas wajar.

Dengan mengonsumsinya secara lansung tentu akan membuat gigi rusak, dan juga menimbulkan maslaah lainnya. Maka dari itu, berikut ini adalah cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan kebiasaan mengonsumsi es.

  • Melelehkan Es

Daripada mengunyah atau menggerogotinya, Anda bisa melelehkannya di mulut. Hal ini tentu tidak akan merusak email gigi terkikis serta membuat infeksi pada gusi, dan lainnya.

  • Berhenti Mengonsumsinya

Untuk berhenti mengonsumsi yang sudah menjadi kebiasaan tentu terasa sulit dan tentunya membutuhkan waktu cukup lama. Anda perlu beralih ke makanan yang lebih sehat agar tidak makan es batu lagi.

  • Mengetahui Bahayanya

Biasanya beberapa orang akan takut serta berhenti melakukan hal buruk ketika mengetahui bahanyanya. Maka dari itu, Anda perlu mengetahui apa saja yang bisa disebabkan oleh bongkahan kecil es.

  • Perbanyak Kegiatan

Anda perlu menjadi lebih produktif untuk membantu melupakan makanan bersuhu dingin tersebut. Misalnya saja perbanyak aktivitas dengan berolahraga, beribadah, atau mengikuti berbagai kegiatan di luar rumah.

  • Jangan Sediakan Es

Apabila Anda memiliki keinginan yang sangat kuat untuk makan es batu, cara terbaik untuk mengatasinya adalah dengan tidak menyediakannya. Dengan tidak menyediakan es di rumah, lama-kelamaan Anda akan terbiasa.

  • Ketahui Penyebab Kecanduan

Agar lebih mudah lagi untuk dihentikan, Anda perlu mengetahui sebenarnya apa penyebab dari kebiasaan tersebut. Misalnya saja karena kurang zat besi, maka langkah terbaiknya adalah dengan minum vitamin penambah nutrisi.

Tren Makan ES Batu di China

Makan Es Batu - Tren Makan Es Batu

Beberapa waktu lalu, warganet sempat dikagetkan dengan kemunculan tren baru yang tentunya tidak sehat ini. Mengunyah sebuah bongkahan es di kalangan anak muda negara China.

Tren tentu tidak lepas dari influencer negeri yang dengan sengaja menghadirkan berbagai bentuk bongkahan es. Bongkahan tersebut dibentuk menjadi beraneka bentuk seperti kupu-kupu, bunga, dan lainnya.

Bagi sebagian orang mungkin tren ini tidak mengundang emosi, namun para tenaga kesehatan khususnya dokter gigi merasa geram saat melihatnya. Hal itu didasari alasan bahwa akan menyebabkan banyak permasalahan gigi.

Belum lagi apabila ada anak kecil yang menirunya, gigi susu nantinya akan mudah rusak. Meskipun nantinya akan tumbuh yang baru, namun hal itu tetap mempengaruhi pada pembentukan gigi barunya.

Pada video yang tersebar di internet, anak muda wanita di China tersebut memakannya dengan ekspresi santai. Padahal, sebuah bongkahan es yang telah dibentuk memiliki tekstur lebih keras dari biasanya.

Lapisan email akan lebih cepat rusak sehingga mengakibatkan dentin terbuka cukup besar. Hal ini tentu akan merambah ke permasalahan lain seperti rasa ngilu sampai terkena masalah pada syarafnya.

Makan es batu juga membuat tonjolan pada bagian geraham gigi akan menghilang. Dengan hilangnya tonjolan gigi, Anda akan merasa kesulitan dalam mengunyah makanan agar menjadi halus.

Baca Juga : Omicron, Varian Baru Virus Corona yang Harus Dikenali

Retakan pada gigi juga akan mulai muncul, di mana rasa dingin akan menembus hingga ke bagian syaraf. Inilah penyebab gigi berdenyut, jika mahkota giginya terbelah akan mengakibatkan nyeri sendiri. 

Mengikuti sebuah tren tentu tidak ada salahnya, namun pilihlah kegiatan yang tidak menyusahkan diri sendiri. Gigi sendiri merupakan organ penting yang apabila Anda kehilangannya, semua menjadi susah.

Menyukai minuman atau makanan dingin tentu bukanlah sebuah permasalahan. Namun, semua mulai berlebihan saat Anda makan es batu dalam jumlah banyak serta tidak bisa dikendalikan.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts