10 Cara Melatih Anak Berpuasa yang Harus Diketahui Para Orang Tua

Mendekati bulan Ramadhan terkadang anak ikut tertarik mencoba berpuasa seperti orang tuanya. Bagi anak yang belum memasuki masa baligh sebetulnya belum perlu berpuasa. Namun, tentu saja cara melakukan ibadah ini harus dilatih sedini mungkin.

Ada beberapa hal yang orang tua perlu jeli melihat ketika mengajar anak berpuasa. Ini dikarenakan anak masih dalam masa pertumbuhan yang membuatku membutuhkan banyak asupan vitamin dan nutrisi. Tapi jangan khawatir, banyak cara melatih anak berpuasa agar orang tua tetap bisa mengajarkan ibadah tanpa mengganggu kondisi psikis dan fisik anak. 

Cara Melatih Anak Berpuasa

1. Beri Penjelasan

 Cara melatih anak berpuasa - Memberi penjelasan

Cara melatih anak berpuasa bisa diawali dengan memberikan mereka penjelasan tentang hakikat puasa. Orang tua bisa memakai games, buku, atau video untuk menjelaskan dengan detail tentang ibadah puasa apa saja yang harus dilakukan menurut agama. Pastikan menjelaskan lewat bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti. Orang tua bisa cukup dengan berkata kalau puasa tidak boleh makan, minum, dan marah-marah dari sahur sampai berbuka di sore hari. Elaborasi lebih kalau anak bertanya.

Ide bagus untuk memberi contoh apa saja yang dilakukan orang tua di rumah ketika berpuasa, dan gambarkan puasa sebagai sesuatu yang menyenangkan dan positif. Hal ini agar anak tertarik untuk mencobanya.

(Baca Juga: 7 Tips untuk Tahu Umur Berapa Anak Diajarkan Puasa)

2. Lakukan Pembiasaan

 Cara melatih anak berpuasa - Melakukan pembiasaan

Orang tua bisa memberi contoh atau menjadikan puasa sebagai kebiasaan, karena anak cenderung mencontoh apa yang dilakukan orang dewasa di lingkungan terdekatnya. 

Ketika berbuka atau bangun sahur coba ajak anak dan beri suasana yang spesial dan bahagia. Dengan begitu anak-anak akan benar-benar merasakan suasana puasa yang menyenangkan. Yang harus jadi catatan adalah asupan gizi anak selama berpuasa. Sebaiknya orang tua mengatur waktu istirahat anak dan menu penuh gizi untuk berbuka dan sahurnya. 

3. Jangan Paksa Anak

 Cara melatih anak berpuasa - Jangan paksa anak

Kalau ini kali pertama anak berpuasa, jangan terlalu memaksa anak untuk berpuasa penuh, atau terlalu dikekang oleh aturan orang tuanya. Jika terlalu dipaksa anak akan melihat puasa sebagai hal negatif. Biarkan keinginan anak untuk puasa tumbuh dalam dirinya. Tugas orang tua adalah menuntun, buat memaksakan kehendak. Apabila anak rela untuk berpuasa, makan mereka akan menjalaninya dengan senang, bukan karena terpaksa atau takut. 

4. Kenalkan dengan Tradisi Puasa

Cara melatih anak berpuasa - Mengenalkan dengan tradisi puasa

Banyak sekali tradisi yang selalu dilakukan di bulan Ramadhan. Bahkan, masing-masing daerah kadang punya keunikannya sendiri. Kenalkan tradisi yang sering dilakukan seperti ngabuburit, taraweh, atau lainnya agar puasa lebih menarik. Jangan lupa sematkan makna dan manfaat beribadah puasa, juga kebaikan di bulan Ramadhan agar anak benar-benar tahu tujuan ia berpuasa. Inilah salah satu cara melatih anak berpuasa.

5. Ngabuburit Seru

Cara melatih anak berpuasa - Ngabuburit

Supaya anak tidak bosan ketika berpuasa, orang tua bisa ciptakan beberapa kegiatan seru sambil menunggu waktu berbuka. Tujuannya agar perhatian anak teralihkan dari makanan dan minuman ketika berpuasa. Ada beberapa games yang berhubungan dengan puasa yang orang tua bisa temukan online. Atau ajak anak untuk membaca Al Quran, mewarnai, atau jalan-jalan mengelilingi perumahan. 

Atau kalau orang tua ingin membatasi anak bermain gadget, ada beberapa cara seru yang bisa dicoba tanpa melibatkan gadget. Salah satunya dengan bermain layangan. Sore hari adalah waktu yang tepat untuk bermain layang-layang, karena angin berhembus kencang dan matahari sudah tidak menyengat. Bermain layangan akan menarik ditambah saat ini banyak bentuk layangan yang tidak biasa. Dengan bermain layangan, anak juga bisa belajar berinteraksi dengan teman-teman sebayanya. 

Permainan lain yang bisa dicoba adalah bermain role-playing. Coba permainan seru seperti werewolf, pasti anak akan tidak sadar kalau sebentar lagi berbuka. Ngabuburit juga bisa jadi ajang untuk mengenalkan permainan tradisional. Apabila memungkinkan, ajak anak-anak lain yang sebaya untuk bermain bersama. Orang tua bisa ajarkan bermain gobak sodor, bekel, ABC lima dasar, ataupun congklak. Permainan lain seperti karambol juga wajib dicoba, karena dapat mengasah keterampilan anak. 

(Baca Juga: Ini Dia 15 Manfaat Puasa Ramadhan Bagi Kesehatan)

Kalau ingin permainan yang lebih menantang bisa coba catur atau kartu remi. Dengan catur anak bisa belajar strategi dan mengajak mereka juga untuk berpikir. Dan kartu remi, ada banyak jenis permainan remi yang bisa dicoba. Pasti akan seru dan lupa waktu. Bermain boardgame juga layak dicoba. Permainan ini juga punya banyak jenis seperti monopoli, scrabble, juga Ludo.

6. Puasa Setengah Hari

Cara melatih anak berpuasa - Puasa setengah hari

Selain lima cara di atas, cara melatih anak berpuasa adalah dengan mengajaknya puasa setengah hari. Bagi anak yang baru berlatih puasa, orang tua bisa mengajarkan untuk puasa setengah hari dulu. Tujuannya agar anak tidak kaget, maka lakukan latihan puasa secara bertahap. 

Coba ajak anak untuk puasa dari sahur sampai makan siang. Untuk pembiasaan, lakukan beberapa hari. Dan secara bertahap, orang tua bisa menambah durasi puasanya sedikit demi sedikit.

Yang harus diingat adalah angka kecukupan gizi anak. Pastikan selama berpuasa, anak tetap mendapatkan nutrisi yang cukup. Maka pada waktu sahur dan berbuka, pilih jenis makanan yang mengandung susu, vitamin, dan mineral yang baik untuk pertumbuhan. Susu bisa diberikan pada waktu malam hari, sahur, dan berbuka.

7. Puasa Jajan

Cara melatih anak berpuasa - Puasa jajan

Cara melatih anak berpuasa juga bisa dengan belajar puasa jajan. Apabila puasa setengah hari terasa berat, orang tua bisa mengajarkan anak untuk puasa makan-makanan yang anak suka. Misalkan anak suka sosis, nugget, atau biskuit. Ajari mereka untuk tidak makan makanan itu selama bulan puasa.  Hal ini akan membuat mereka terbiasa, dan kalau anak berkata bahwa mereka ingin mulai puasa penuh, dampingi mereka.  

8. Apresiasi Anak

Cara melatih anak berpuasa - Apresiasi anak

Apabila anak berhasil berpuasa sesuai kesepakatan orang tua dan anak. Beri mereka penghargaan dan motivasi lewat apresiasi. Ini salah satu cara melatih anak berpuasa. Untuk berbuka, misalnya, orang tua bisa menyiapkan makanan favorit mereka. Tanyakan pada anak, makanan apa yang ingin mereka makan ketika berbuka. Libatkan juga dalam persiapan masak atau berbelanja. 

Atau, orang tua juga bisa memberi anak hadiah spesial di hari Lebaran. Mungkin saja anak akan lebih bersemangat dan termotivasi apabila ada reward di akhir ibadahnya. Tentu saja jangan jadikan hadiah Lebaran sebagai motivasi utama. Tetap jelaskan pada anak tujuan utama ketika beribadah puasa. 

Untuk setiap capaian anak, beri mereka kata-kata positif yang spesifik. Pemberian apresiasi akan membantu anak menumbuhkan perilaku positif mereka. Apapun capaian mereka, katakan bahwa mereka sudah berusaha. 

9. Sesuaikan dengan Aktivitas Anak

Cara melatih anak berpuasa - Sesuaikan dengan aktivitas anak

Sebelum anak memulai untuk berpuasa, cek kondisi kesehatan anak. Kalau memang perlu, konsultasikan ke dokter anak mengenai pertumbuhan anak. Hindari untuk berpuasa apabila anak memiliki sakit tertentu, dan pertumbuhan badannya tidak sesuai dengan anak lain seusianya. 

Selain itu, kenali juga perilaku makan anak. Ada anak-anak yang mudah lapar ada juga yang tidak. Orang tua kemudian bisa menyarankan mereka untuk mengurangi aktivitas fisik, agar energinya tidak cepat terkuras habis. Ketika berbuka pilih makanan yang penuh gizi. Pastikan cadangan energinya cukup untuk berpuasa di hari berikutnya. 

Makanan berserat tinggi seperti kacang-kacangan, gandum, buah-buahan, dan sayur-sayuran sangat direkomendasikan. Selain itu, pilih makanan kaya protein yang penuh dengan asam amino lengkap. Nutrisi ini dibutuhkan untuk masa pertumbuhannya. Hindari makanan yang tinggi garam ketika sahur, karena akan membuat cepat haus. Juga hindari makanan tinggi gula karena kandungan gizinya tidak mencukupi.

10. Ajarkan Anak Menghormati yang Berpuasa

Cara melatih anak berpuasa - Mengajarkan anak menghormati yang berpuasa

Cara melatih anak berpuasa adalah dengan menghormati orang yang berpuasa dan yang tidak berpuasa karena perbedaan keyakinan. Ini bisa diajarkan apabila anak belum sanggup untuk berpuasa. Menghormati bisa dengan cara tidak makan dan minum di depan orang yang berpuasa, atau bisa juga ikut menahan lapar dan haus hingga saatnya berbuka. Ajarkan anak juga menghormati orang yang tidak berpuasa karena berbeda keyakinan. Dengan sadar akan perbedaan dan menghormatinya maka muncul toleransi beragama.

Itulah 10 cara melatih anak berpuasa yang orang tua bisa coba. Orang tua bisa mulai mengajarkan anak berpuasa bahkan dari usia balita. Kenali beberapa tanda yang menunjukkan anak sudah bisa diajarkan untuk beribadah puasa. Salah satunya anak sudah bisa makan dan minum sendiri. Mulai dari titik ini anak bisa dicoba untuk diajak makan sahur. Pastikan juga anak memiliki emosi yang stabil dan bisa menahan lapar dan haus selama beberapa waktu.

 

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts