Mengenal Pengertian Cerita Fantasi dan Unsur di Dalamnya

pengertian cerita fantasi

Banyak orang yang sudah mengenal cerita fantasi dan memahami pengertian cerita fantasi itu sendiri. Memang, salah satu genre kisah ini sangat populer di kalangan pecinta novel, cerpen, atau dongeng. 

Pada proses pembuatannya, cerita fantasi memanfaatkan imajinasi pengarang. Sehingga, tidak jarang banyak kisah yang di luar nalar manusia. Namun, karena hal ini lah penulis tidak perlu memberikan teori dan bukti pembenaran.

Sebab, semuanya bukan berdasarkan fakta dan hanya berdasarkan imajinasi. Bagi Anda yang tertarik mengenai genre cerita ini, tentunya harus paham mengenai pengertiannya dan apa saja unsur di dalamnya.

Pengertian Cerita Fantasi

pengertian cerita fantasi

Cerita Fantasi adalah kisah yang dikategorikan sebagai karya fiksi atau berlandaskan kreativitas dan khayalan penulis. Sehingga cerita ini terkadang di luar logika dan tidak mungkin ada di kehidupan nyata.

Namun, jalan ceritanya sangat asyik untuk diikuti dan juga menghibur pembaca. Saat ini, banyak sekali novel populer yang mengusung tema fantasi. Bahkan, kisah legenda masyarakat juga banyak berdasarkan fantasi penulis.

Jenis cerita fantasi biasanya banyak digunakan untuk buku anak-anak. Sebab, alurnya dibuat lebih sederhana dan dengan karakter-karakter lucu sesuai pengertian cerita fantasi. Misalnya saja hewan atau benda-benda yang dapat berbicara.

Dengan berbagai ragam cerita yang menarik, tentunya akan menarik minat baca sejak dini. Selain disajikan dalam bentuk buku atau tulisan, kisah fantasi juga banyak disajikan dalam bentuk film.

(Baca Juga: Cara Mengatasi Ngantuk Saat Belajar, Mudah Dipraktekkan)

Struktur Umum Cerita Fantasi

Setiap jenis cerita, pasti memiliki struktur khas. Struktur ini yang biasanya membedakan antara satu jenis kisah dengan cerita lainnya. Begitu pula dengan cerita fantasi yang memiliki struktur khasnya sendiri.

Sama seperti pengertian cerita fantasi itu sendiri, meski strukturnya sama dan sangat umum tapi terdapat perbedaan makna di dalamnya. Berikut ini adalah struktur umum yang pasti dimiliki oleh cerita fantasi:

Pengenalan atau Orientasi

Bagian pengenalan atau orientasi merupakan bagian yang harus dibuat penulis untuk menjelaskan unsur di dalam cerita. Mulai dari karakter dan nama setiap toko, latar belakang, setting tempat, dan unsur pendukung lainnya.

Tanpa adanya bagian orientasi, tentu pembaca akan bingung dan tidak mengerti dengan jalan kisah tersebut. Sederhananya, struktur ini adalah penjabaran keadaan umum mengenai cerita yang dibuat.

Bagian ini dapat ditambahkan secara mengalir saja mengikuti alur kisah. Jadi, penulis tidak perlu menjelaskan semuanya secara lengkap di awal cerita. Sebab, hal tersebut akan membuat cerita menjadi membosankan.

Permasalahan atau Konflik

Permasalahan atau Konflik adalah bagian yang membuat cerita menjadi lebih hidup. Setiap tokoh, terutama tokoh utama, akan menghadapi berbagai masalah sesuai dengan pengertian cerita fantasi. 

Mulai dari awal mula permasalahan tersebut, kemudian klimaks, hingga penyelesaiannya. Konflik dalam cerita fantasi biasanya lebih rumit dan beragam. Bahkan, terkesan lebih segar dan beda dari yang lain.

Meski berdasarkan imajinasi penulisnya, bukan berarti tidak ada pesan moral dalam setiap konflik dalam cerita fantasi. Sebab, banyak kisah fantasi justru syarat akan pesan moral khusus.

Contohnya adalah pada cerita-cerita legenda jaman dahulu yang memiliki pesan moral luar biasa, bahkan hingga saat ini masih relevan. Penulis akan menjadikan setiap konflik memiliki pesan yang dapat diambil nilai positifnya.

Resolusi atau Penyelesaian

Setelah setiap tokoh mengalami konflik, tentunya akan selalu ada tahap penyelesaian. Penyelesaian tersebut dapat dibagi menjadi dua, yaitu penyelesaian secara baik atau buruk.

Penyelesaian secara baik memberikan solusi baik dan bisanya jalan kisah menjadi lebih damai. Solusi yang terjadi di dalam cerita tersebut menguntungkan tokoh protagonis.

Sedangkan penyelesaian secara buruk biasanya akan menguntungkan tokoh antagonis. Hal ini mungkin saja terjadi, mengingat pengertian cerita fantasi adalah imajinasi yang bisa saja di luar nalar.

Lagi pula, penyelesaian yang buruk justru bisa menjadikan cerita lebih menarik dan beda dari kisah kebanyakan. Dalam sebuah cerita, semuanya bisa saja terjadi.

Akhir atau Bagian Penutup

Bagian penutup akan menjelaskan akhir cerita dari setiap tokoh, setting, dan lainnya. Sama halnya dengan resolusi, bagian akhir juga dibedakan menjadi dua yaitu akhir baik atau buruk.

Akhir baik adalah saat pembaca merasa bahagia setelah membaca kisah fantasi tersebut. Biasanya tokoh utama akan menang atau mendapat kebahagiaan sesungguhnya. 

Atau, bisa juga tujuan utama tokoh utama terwujud dan membahagiakan semua orang. Meskipun, dia sendiri harus berkorban. Sedangkan akhir buruk adalah saat pembaca merasa emosi setelah membacanya.

Bisanya, tokoh utama protagonis dan segala tujuan baiknya tidak terwujud. Sebaliknya, tokoh antagonis akan menang dan meninggalkan duka pada semua orang.

Jenis dari Cerita Fantasi

pengertian cerita fantasi - Jenis cerita fantasi

Selain harus mengetahui pengertian cerita fantasi dan strukturnya, Anda juga harus paham tentang jenis-jenis cerita ini. Secara garis besar cerita fantasi dibedakan menjadi dua jenis.

Perbedaan ini berdasarkan tingkat fantasinya dan latar waktu dari cerita tersebut. Untuk lebih jelasnya, kami akan menjabarkannya di bawah ini.

Cerita Fantasi Total dan Irisan

Jenis cerita fantasi ini membedakan kisah berdasarkan kadar fantasi di dalamnya. Sebab, terkadang tidak semua cerita fantasi berisi khayalan sepenuhnya tanpa ada yang relevan dengan kehidupan nyata.

Oleh sebab itu untuk membedakannya, karya fiksi ini dibagi menjadi dua. Berikut ini adalah penjelasannya:

Cerita Fantasi Total

Maksud dari cerita fantasi total adalah semua unsur pendukung seperti latar, tokoh, atau settingnya tidak terkait dengan dunia nyata sama sekali. Semuanya imajinasi dan tidak mungkin ada di dunia nyata.

Cerita Fantasi Sebagian

Fantasi sebagian masih memiliki dengan kehidupan nyata di dunia ini. Biasanya penulis akan mengembangkan cerita fantasi ke kehidupan nyata. Misalnya saja manusia yang memiliki kekuatan super.

Namun, setting, tokoh, dan alurnya masih relevan dengan kehidupan normal. Meski demikian, cerita macam ini masuk ke dalam pengertian cerita fantasi dan dikategorikan sebagai cerita fiksi.

Cerita Fantasi Lintas Jaman atau Sejaman

Jenis fiksi ini dibedakan berdasarkan waktu yang menjadi latar belakang cerita fiksi tersebut. Jenis ini dibedakan menjadi lintas jaman dan sejaman. Berikut ini adalah penjelasan lebih lengkapnya:

Cerita Fantasi Lintas Jaman

Lintas jaman maksudnya adalah latar waktu yang digunakan melompat-lompat dan tidak runut. Misalnya penulis menuliskan cerita tersebut di abad ke-21, namun tiba-tiba masuk ke latar waktu abad ke-23.

Sehingga, perkembangan teknologi dan keadaan sosial budaya masyarakatnya sangat berbeda dengan abad saat ini. Atau kebalikannya, yaitu penulis justru membuat latar waktunya tiba-tiba di abad ke-15.

Bahkan bisa keduanya, yaitu saat latar waktunya maju dan mundur dalam satu cerita. Poin penting dalam jenis cerita ini adalah tidak runutnya latar waktu dalam cerita tersebut.

Misalnya saja pada cerita fantasi time travel atau penjelajah waktu yang mulai sering diangkat menjadi novel dan film. Cerita macam ini sangat banyak ditemukan. 

Bahkan, salah satu yang menjadi favorit pembaca juga. Sebab, Anda akan disuguhkan dengan sudut pandang berbeda dari cerita kebanyakan.

Cerita Fantasi Sejaman

Pengertian cerita fantasi sejaman adalah cerita latar waktu yang diceritakannya runut, sehingga tidak ada jaman atau waktu yang terlewat dan melompat-lompat. Misalnya saja cerita yang memiliki alur maju.

Tokoh akan terus berjalan ke masa depan hingga cerita tersebut berakhir. Atau bahkan pada alur yang mundur. Poinnya adalah tidak adanya masa yang terlewat oleh tokoh utama.

Jenis cerita ini sangat umum, tidak hanya pada fantasi saja tapi pada semua genre cerita. Sebab, dianggap paling mudah dibuat oleh penulis dan pembaca juga lebih mudah memahami inti ceritanya.

(Baca Juga: Ketahui Cara Mengatur Waktu Belajar Dengan Efektif Bagi Pelajar Masa Kini)

Ciri-ciri Cerita Fantasi Paling Umum

pengertian cerita fantasi - ciri ciri cerita fantasi

Berbeda dengan cerita lainnya, cerita fantasi tentunya memiliki ciri-ciri khusus. Bahkan jika hanya dilihat dari pengertian cerita fantasi, Anda pasti sudah dapat menebak ciri-cirinya. Namun, kami akan menjelaskan lebih detail.

Berikut ini adalah ciri-ciri yang umumnya terdapat dalam cerita fantasi:

Tokoh memiliki kekuatan super, kekuatan ini seperti menghilang, menggunakan sihir menakjubkan, memiliki pukulan yang bisa menghancurkan gedung, dan lain sebagainya. Tema kekuatan super bisa dibilang menjadi favorit penulis dan pembaca.

Latar tempat sangat unik dan asing, misalnya adalah di dunia paralel, di dunia penuh dengan permen, atau tempat lainnya yang tidak akan Anda temui di dunia nyata. Melalui latar tempat, penulis dapat mengeksplor imajinasinya lebih dalam.

Karakter tokoh tidak lazim, hal ini sering ditemukan dalam berbagai cerita. Misalnya hewan yang bisa berbicara, benda mati, atau lain sebagainya.

Terdapat keajaiban luar biasa yang tidak akan ada di dunia nyata. Mengalahkan raksasa hanya dengan tongkat kecil, atau keajaiban lainnya yang hanya ada di imajinasi manusia.

Cerita fantasi hingga saat ini sangat populer dan banyak digemari. Untuk mengenalnya, Anda cukup memahami pengertian cerita fantasi, maka Anda dapat mengetahui serba-serbinya dengan mudah.

Total
2
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts