Siapa Sajakah Orang yang Diperbolehkan Meninggalkan Puasa Wajib? Ini dia Ulasan Lengkapnya

Siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib

Siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib? Pertanyaan itu sering muncul, sebab seperti yang sudah diketahui puasa Ramadhan menjadi ibadah yang hukumnya fardhu ain. Ketentuan itu membuat semua orang yang mengaku sebagai orang islam wajib menjalankan. Bagi mereka yang tidak menjalankan puasa Ramadhan karena sengaja, maka orang tersebut tergolong sebagai orang-orang yang tidak mengenal Tuhannya. Tidak hanya itu, balasan bagi orang yang tidak mau berpuasa di Bulan Ramadhan telah diterangkan dalam Al-quran. 

Kenyataan tersebut secara tak langsung, menjelaskan pentingnya puasa wajib. Bahkan beberapa penelitian menjelaskan, bahwa puasa mempunyai manfaat baik untuk kesehatan. Disaat berpuasa, tubuh akan melakukan detoks sehingga racun dalam tubuh mampu keluar dengan maksimal. Selain itu, ibadah ini tidak hanya fokus pada menahan rasa haus dan lapar. Pasalnya, konteks puasa adalah menahan hawa nafsu. Harapannya setelah puasa wajib selesai, Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Mulai dari penampilan fisik sampai dengan ketenangan hati karena berhasil mengendalikan hawa nafsu yang terkadang sulit dikendalikan. Umat muslim percaya, puasa adalah bagian dari ibadah wajib yang harus dilaksanakan dengan sepenuh hati. 

(Baca Juga: Umur Berapa Anak Boleh Puasa Ramadhan? Cek Informasi Disini, Lengkap Dengan Tips Mengajarkannya)

Tetapi ada beberapa golongan yang diperkenankan meninggalkan puasa wajib. Golongan ini menjadi pengecualian karena kondisi yang tidak memungkinkan. Bagaimanapun, Tuhan tidak memperbolehkan hambatNya memaksakan diri. Misalnya saja, bagi Anda yang menderita penyakit kronis dan kemungkinan besar penyakit kambuh, ketika harus menjalankan puasa. Maka, hukum dari puasa wajib itu boleh ditinggalkan oleh pasien tersebut. Selain itu, bagi kaum hawa yang setiap bulannya keluar darah haid, diperbolehkan untuk meninggalkan puasa dan menggantinya diluar bulan Ramadhan. Nah, berikut penjelasan lebih detail mengenai siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib? 

Orang yang kesakitan

Siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib - Orang yang kesakitan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa orang sakit secara fisik diperbolehkan atau diizinkan meninggalkan ibadah puasa wajib. Ketentuan itu harus disertai kenyataan, sang pasien mengidap penyakit serius yang memang benar-benar membuat kondisinya sangat kesakitan. Apabila kondisi Anda sudah membaik, segeralah untuk mengganti puasa yang ditinggalkan di hari lainnya. Keterangan lebih lanjut, dapat Anda pelajari dari Al Quran QS: Al-Baqarah ayat 185. Pada dasarnya, Tuhan tidak pernah membebankan satu perintah kepada hambaNya. Jadi, bagi Anda yang sekarang dalam keadaan sehat dan mampu menjalankan semua perintah Tuhan dengan nyaman, bersyukurlah atas semua karunia yang diberikan. 

Musafir

Siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib - Musafir

Selanjutnya, siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib? QS. Al-Baqarah ayat: 185 tidak hanya menerangkan tentang satu ketentuan. Disini, Tuhan berfirman bahwa orang yang dapat meninggalkan puasa wajib adalah mereka yang menderita sakit dan orang dalam perjalanan jauh. Pernyataan ini menjadi hal yang cukup rancu, ketika digunakan di masa sekarang. Pasalnya, para musafir di era modern tidak melakukan perjalanan seberat orang-orang zaman dulu. Tetapi bukan satu hal yang perlu dipermasalahkan juga, sebab ketentuan tersebut menjadi bonus atau keringanan yang diberikan Tuhan kepada hambaNya yang memang sedang menjalankan perjalanan jauh. Beberapa sumber menjelaskan, bahwa perjalanan jauh yang dimaksud adalah bepergiannya mencapai jarak sekitar 114 km. 

Lansia dalam keadaan lemah

Siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib - Lansia dalam keadaan lemah

Lansia atau lanjut usia menjadi masa dimana seseorang yang mempunyai usia lanjut dengan kondisi fisik lemah. Mereka adalah golongan yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib. Berbeda dengan usia muda, lansia diizinkan untuk mengganti puasa yang ditinggalkan dengan membayar fidyah. Biasanya, fidyah yang dibayarkan berupa beras ataupun makanan pokok lainnya. Keterangan serupa juga di firman Tuhan dalam QS. Al-Baqarah ayat 184. Sampai disini, Umat Muslim bakal paham bahwa Allah tidak membebankan satu hal kepada hambanya. Bahkan untuk urusan sepenting ini, Dia memberikan keringan bagi mereka yang benar-benar tak mampu menjalankannya. 

Perempuan yang haid

Siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib - Perempuan yang sedang haid

Keringan untuk meninggalkan puasa wajib juga berlaku untuk muslimah yang menstruasi. Menstruasi atau sering disebut haid adalah keluarnya darah segar melalui vagina karena rontoknya dinding rahim karena tidak dibuahi. Masa menstruasi biasanya berlangsung antara 7 hingga 15 hari. Setiap perempuan islam yang keluar dari haid, maka gugurlah semua kewajibannya termasuk puasa di Bulan Ramadhan. Meskipun begitu, Anda perlu paham bahwa puasa wajib yang ditinggalkan wajib diganti di waktu lain. Larangan puasa bagi muslimah yang sedang haid juga diterangkan dalam beberapa sabda Rasul. Berhubung masih berbicara tentang haid, perempuan yang masih berada pada masa nifas pun tak dianjurkan berpuasa wajib. Berbeda dari darah haid, nifas adalah darah yang keluar dari vagina pasca melahirkan. Keluarnya darah nifas mencapai 40 hari, dan selama waktu itu Anda tidak diperkenankan puasa dan menjalankan ibadah lainnya. 

Pasien gagal ginjal

Siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib - Pasien gagal ginjal

Siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib? Jawaban lainnya adalah mereka yang menderita gagal ginjal. Pasien gagal ginjal diharuskan untuk cuci darah rutin. Keadaan ini tentu saja sangat menyakitkan bagi mereka, sehingga keringan untuk tidak menjalankan puasa wajib berlaku. Beberapa sumber juga memperjelas keterangan dengan menambahkan penjelasan, bahwa kewajiban puasa Ramadhan dapat berubah ringan bagi mereka yang mengidap penyakit kronis. Bukan hanya gangguan pada ginjal, pasien kanker, diabetes, dan mereka yang diharuskan minum obat secara rutin juga diperbolehkan meninggalkan ibadah puasa wajib. Kelak setelah keadaan tubuhnya membaik, barulah Anda menganti semua puasa tersebut. 

(Baca Juga: 10 Cara Melatih Anak Berpuasa yang Harus Diketahui Para Orang Tua)

Ibu menyusui

Siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib - Ibu menyusui

Bagi Anda yang bertanya, siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib? Jawaban selanjutnya adalah ibu yang sedang menyusui. Keadaan ini menjadi salah satu kondisi yang harus dipertimbangkan. Pasalnya, ibu menyusui memerlukan asupan nutrisi lebih banyak. Dalam keadaan berpuasa, seorang ibu mungkin saja bisa pingsan karena terlalu lemas dan kekurangan energi. Nah, untuk menghindari hal itu terjadi. Ibu menyusui dipersilakan untuk tidak puasa wajib. Namun, bagi Anda yang merasa mampu dan kuat sangat diperkenankan tetap berpuasa. Keadaan tersebut dapat Anda siasati dengan menyiapkan ASI cadangan bagi si kecil. Ibu bisa memerah ASI pada saat berbuka dan sahur guna memenuhi kebutuhan nutrisi bayi selama Anda berpuasa. Sebaliknya, ketika Anda merasa kurang mampu menjalankannya. Silakan untuk meninggalkan puasa wajib. 

Ibu yang sedang hamil

Siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib - Ibu yang sedang hamil

Siapa sajakah yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib? Golongan lain yang diperkenankan tidak puasa berikutnya adalah ibu hamil. Pada dasarnya, keringan tidak berpuasa wajib bagi ibu hamil mempunyai alasan yang tidak jauh berbeda dari mereka yang menyusui. Bagi wanita yang merasa kuat untuk puasa wajib, maka dipersilakan melanjutkan puasa selama 30 hari. Sedangkan bagi Anda yang tidak bisa berpuasa, sebab kondisi kehamilan yang tak memungkinkan. Silakan untuk tidak berpuasa hingga si kecil lahir. Bagaimanapun keselamatan Anda dan jabang bayi menjadi kewajiban yang perlu diprioritaskan. Saking krusialnya, hal ini disabdakan oleh Rasulullah. Hal serupa juga berlaku bagi wanita yang haid dan nifas. 

Merekalah 7 golongan yang diperbolehkan meninggalkan puasa Ramadhan. Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa mereka adalah golongan yang tidak Allah paksakan berpuasa karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sedangkan bagi Anda yang merasa kuat secara fisik dan mental, maka sudah seharusnya menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Selain itu, ketika dilihat dari aspek yang lebih luas. Puasa bukan hanya tentang ibadah menahan diri dari rasa lapar dan dahaga. Melainkan, satu praktik ibadah fisik dan mental yang membutuhkan kesabaran. Para ulama sering menyangkutkan puasa dengan menjaga diri dari hawa nafsu. 

Konteks tersebut yang secara langsung, menempatkan Anda pada satu titik yang harus benar-benar melaksanakan ibadah ini dengan ikhlas serta sabar. Bagi Anda yang belum tahu mengenai syarat wajib puasa, berikut penjelasannya: pertama, orang islam. Kedua, mampu secara fisik dan mental. Ketiga, baligh. Keempat, merdeka. Bagi Anda yang merasa tidak memiliki syarat tersebut, maka sudah pasti Anda bukan golongan yang diharuskan untuk berpuasa. Sampai disini, Anda dapat dengan mudah menjawab pertanyaan siapa sajakah orang yang diperbolehkan meninggalkan puasa wajib? Pada intinya, mereka yang meninggalkan puasa adalah golongan yang tidak memenuhi semua syarat dengan baik. Maka, bersyukurlah yang masih bisa menjalankan puasa dalam keadaan sehat. 

 

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts