10 Faktor Genetika yang Berpengaruh pada Kehidupan Kalian

Faktor genetika

Faktor genetika merupakan elemen pendukung bagi seseorang dalam menjalani kehidupannya. Mulai dari pertumbuhan secara fisik dan mental, perkembangan minat dan bakat, sampai cara berinteraksi serta adaptasi dengan lingkungan.

Baca Juga : Kesehatan Reproduksi sangat Penting bagi Kehidupan Manusia

Walaupun, satu orang dengan lainnya tidak pernah sama. Sebagai contoh seseorang berprofesi dokter mempunyai 4 anak, ada yang semua mengikuti jejak ayah atau ibunya menjadi dokter.

Tetapi, ada 3 atau 2 bahkan semua ternyata punya profesinya berbeda. Walau begitu dari segi sifat, cara berpikir, sampai gesture tubuh mungkin sama. Tinggal mana yang lebih dominan.

10 Faktor Genetika yang Berperan dalam Hidup

Faktor genetika

Perlu kalian ketahui, terkadang aspek genetik seperti ini dapat menghilang karena lingkungan dan cara berpikir orang tersebut tetapi tidak sepenuhnya. Masih ada 30% tersisa dalam diri yang sesuai orang tuanya.

Angka 30% persen memang terlihat kecil, tetapi kalau melihatnya secara mendalam ke kehidupan seseorang ternyata cukup besar. Berikut beberapa peran genetik dalam hidup yang wajib diketahui:

Warna Kulit dan Tanda Lahir

Faktor genetika pertama yang berpengaruh besar dapat terlihat dari fisik tubuh. Sebagai contoh Adi dan Siti adalah sepasang suami istri mempunyai kulit sawo matang, maka anaknya pasti punya kulit sama.

Ada juga yang berbeda, misalnya menjadi putih. Ternyata kalau mengurutkan dari faktor keturunan ini, maka anak itu mengikuti kulit dari kakeknya memiliki corak putih, atau nenek buyutnya.

Hal itu tidak akan bisa lepas, dan akan berulang ke anak hingga cucunya kelak. Termasuk juga soal tanda kelahiran, juga sering tumbuh saat orang tuanya mempunyai ciri tersebut.

Penyakit

Faktor genetika selanjutnya yang akan mempengaruhi hidup kalian adalah penyakit. Bukan hanya terkendala pada organ tubuh saja, seperti Huntington, merupakan kelainan gen dalam mengendalikan protein di otak.

Kondisi tersebut membuat sel saraf pada otak mengalami kerusakan. Hal tersebut berdampak pada gerakan, pikiran, sampai emosi akan terganggu, maka dari itu penting untuk periksa ke dokter sebelum menikah.

Dengan begini, sebagai orang tua bisa paham dan mampu mencari solusi sejak dini, andai saja buah hati mengalami kondisi tersebut. Selain itu, ada juga diabetes menyerang kalian saat dewasa.

Tetapi beberapa orang ada juga sejak kecil sudah terkena penyakit diabetes. Kondisi seperti ini memang memprihatinkan, sayangnya faktor genetika seperti ini sulit untuk terhindarkan hanya bisa mengatasinya saja. Beberapa jenis penyakit berdasarkan keturunan adalah:

  • Anemia Sel Sabit merupakan kelainan sel darah merah bentuknya berubah menjadi sabit dan tampak sangat kaku, hal ini menjadi penyebab penyumbatan pada pembuluh darah kecil
  • Hemofilia, merupakan kelainan yang terjadi karena darah sulit melakukan pembekuan karena minimnya protein pembentuk faktor beku tersebut.
  • Buta warna, sebuah kondisi pada seseorang yang kesulitan menentukan corak atau memang seluruhnya sulit menentukan mana merah, kuning atau hijau.

Anak Kembar

Terkadang begitu menyenangkan bila melihat pasangan suami dan istri memiliki anak kembar. Sayangnya, tidak semua bisa mendapatkan kesempatan tersebut lihat dulu bagaimana keluarganya, baik pihak lelaki atau perempuannya.

Perlu kalian ketahui bahwa, mempunyai anak kembar merupakan salah satu faktor genetika. Jadi jangan berharap terlalu banyak atau besar, terlebih keturunan tersebut tidak langsung turun.

Artinya, saat orang tua punya dua keturunan sekaligus belum tentu kalian nanti juga memiliki kesempatan itu. Bisa juga melompat ke cucu atau sepupu, semua kembali ke takdir.

Begitu pula dengan urutannya, belum tentu anak ke 1 dan 2, bisa juga 2 atau 3. Faktor genetika seperti ini sangat sulit untuk diprediksi, bahkan ilmuwan belum mampu memutuskan polanya.

Obesitas

Mungkin selama ini kalian salah dalam mengartikan kalau obesitas itu terjadi karena lingkungan saja. Akibat malas berolahraga dan jarang gerak, beberapa penelitian menunjukkan kegemukan seperti ini punya aspek lain.

Seperti faktor genetika, sehingga membuatnya merasa kesulitan dalam menahan nafsu makan. Sudah mencoba beberapa kali ternyata tetap saja sulit akhirnya menyerah dan membiarkan begitu saja biar gemuk.

Kondisi sulitnya menahan hawa nafsu ini ternyata berpengaruh pada gen yang berperan agar tidak ingin makan lagi. Tetapi, keinginan itu sulit terwujud, sehingga terus konsumsi dan tubuhnya gemuk.

Kondisi ini juga terjadi pada kalian dengan tubuh kurus, yang ingin menaikkan berat badan agar terlihat bagus tetapi sulit. Mungkin, kalian memang tidak punya gen gemuk, jadi beratnya sulit naik.

Respon ke Obat

Selanjutnya adalah respon kalian ke obat. Artinya, saat meminumnya apakah berpengaruh besar terhadap kesembuhan kalian. Selain itu ukuran toleransi hingga efek samping yang perlu diperhatikan seseorang.

Setiap individu memiliki respon sendiri-sendiri, bukan hanya generik saja melainkan semua jenis. Maka dari itu, sangat penting mengetahui riwayat seperti ini dan dijelaskan ke dokter, agar hasilnya efektif.

Faktor genetika membuat kalian mengalami efek samping berbeda. Walaupun jenisnya sama, kadar serta cara meminumnya juga, namun bagaimana hasilnya pasti akan lain. Jadi, jangan lagi membandingkan obat tersebut.

Preferensi Terhadap Rasa

Walau terdengar aneh, namun preferensi seseorang terhadap cita rasa makanan memang dipengaruhi oleh keturunan. Hal tersebut mempengaruhi begitu banyak aspek meliputi, toleransi terhadap rasa pahit selain itu ada lagi seperti:

  • Keinginan untuk makan manis lebih tinggi, jadi cenderung lebih memilih mencari gula dan tidak ingin bumbu lainnya mendominasi. Setidaknya, tipe seperti ini pasti menyukai kuliner sejenis gudeg
  • Respon lain bukan hanya soal rasa juga, melainkan makanan berlemak. Jadi sangat menyukainya, sehingga kalau tidak konsumsi rasanya ada yang kurang dan belum makan
  • Kecenderungan untuk menikmati rasa asin atau pedas

Walau preferensi rasa ini tidak sepenuhnya ditentukan dari faktor genetika, namun hampir sebagian besar orang mengalaminya. Beberapa terkadang terbawa sampai dewasa, tetapi sebagian lagi cenderung berubah.

Kepribadian

Faktor genetika selanjutnya yang mempengaruhi hidup kalian adalah mengenai kepribadian. Sebagai contoh, ayahnya mempunyai sifat pelit ternyata menurun ke anaknya, bisa juga ke cucuknya dan seterusnya.

Kepribadian ini memang memiliki pengaruh besar terutama dalam mengidentifikasi seseorang. Salah satunya adalah temperamen atau cara kalian dalam merespons lingkungan dengan emosi atau amarah, sehingga suasana menjadi kurang enak.

Sebenarnya kondisi temperamen ini bukan hanya soal hal negatif saja, melainkan keberanian untuk melakukan sesuatu. Jadi mampu mengubah emosinya untuk hal positif walau sulit dan langka.

Kecerdasan dan Kemampuan Intelektual

Kecerdasan seseorang satu dengan lainnya sangat berbeda. Hal itu memang sudah terkonfirmasi, kalau ibunya pintar maka anak akan mengikutinya, maka dari itu mulai sekarang dapat diperhatikan.

Walaupun pada dasarnya kecerdasan serta kemampuan intelektual tersebut juga bisa berdasarkan faktor lingkungan. Jadi kalian dapat belajar dengan tekun dan giat, bukan malas-malas pasti jadi cerdas.

Hanya saja perbedaannya ada di bagaimana cara menangkap sebuah ilmu. Ketika seseorang mengajarkan sesuatu pada anaknya, otak akan merespon apakah cepat atau dalam mode cukup lambat.

Semua pengaruh itu ada pada unsur genetiknya, atau bagaimana tingkat kepintaran ibunya. Kondisi ini membuktikan kalau genetika menjadi faktor tumbuh kembang seseorang serta menjalani hidupnya.

Daya Tahan Fisik

Faktor genetika juga memberikan kalian kemampuan berupa daya tahan baik itu berupa fisik dan mental. Ketika orang tua mampu melawan segala permasalahan dari luar, kemungkinan anak juga mengikuti.

Tetapi ada juga yang tidak sama, karena kesalahan pola asuh. Walau begitu saat dihadapkan pada kenyataan, daya tahan tersebut bisa keluar dengan sendirinya dan tanpa harus butuh waktu lama.

Hal ini berpengaruh juga pada bagaimana caranya dalam menentukan jalan hidup. Biasanya kemampuan seperti ini akan lebih sukses dibandingkan orang tuanya, karena punya keinginan serta tekad.

Ketika hal ini bukan dari keturunan, biasanya orang tersebut akan mengalami titik paling bawah dan berpikir untuk bunuh diri. Walau pada akhirnya bisa bangkit, namun harus perlahan dan cukup lama.

Hal ini terjadi karena dalam dirinya sedang terjadi pergolakan. Antara ingin menyerah saja, atau tetap berjuang karena secara logika perjuangan adalah hal utama, inilah alasan utamanya

Kebotakan

Pada dasarnya botak dianggap biasa bagi sejumlah lelaki. Ternyata kondisi itu bukan dari lingkungan atau kesalahan memilih shampo, melainkan keturunan. Jadi ada gen orang tua mampu menyebabkan kalian seperti ini.

Baca Juga : 5 Macam Metode Melahirkan yang Perlu Diketahui Ibu Hamil

Faktor genetika menjadi salah satu aspek yang tidak bisa dihilangkan begitu saja oleh seseorang dalam hidupnya, hal itu akan melekat dari lahir sampai meninggal, walau begitu kalian masih dapat mengubahnya.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts