Menjaga Batas Normal Gula Darah, Bagus untuk Jantung

Batas normal gula darah

Berbagai masalah dalam tubuh bisa diminimalisir ketika Anda mampu menjaga batas normal gula darah. Diabetes hingga serangan jantung bahkan dapat diturunkan risikonya ketika melakukan pola hidup sehat untuk kadar glukosa stabil dalam darah. 

Glukosa darah adalah gula yang dibawa aliran darah ke semua sel di tubuh untuk memasok energi. Seseorang perlu menjaga kadar gula darahnya dalam kisaran yang aman untuk mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung.

Pemantauan glukosa darah dilakukan dengan mengukur jumlah gula yang diangkut darah selama satu saat. Dan tubuh mendapatkan gula ini dari makanannya. Di sinilah kenapa tubuh manusia harus mengatur kadar glukosa darahnya agar tetap moderat.

Gula ini harus dalam kadar atau batasan wajar untuk bahan bakar sel, tetapi tidak boleh berlebihan karena akan membebani aliran darah. Di sinilah kondisi lingkungan internal darah harus tetap stabil untuk mendukung fungsi vital tubuh dan kesehatan secara menyeluruh.

Batas normal gula darah dalam tubuh dapat berubah sepanjang hari. Setelah makan, level naik dan kemudian menetap setelah sekitar satu jam. Mereka berada pada titik terendahnya sebelum Anda makan makanan pertama hari itu.

Batasan Tingkat Gula Darah yang Sehat

Batas normal gula darah - batasan gula darah

Dikatakan wajar jika gula darah berada di bawah 99 mg / dL, ini bagi orang normal, ketika sedang berpuasa maka nilai ini akan lebih rendah. Sementara penderita diabetes, kadarnya akan lebih banyak berubah-ubah. 

Agar kondisi dalam tubuh tetap berjalan baik, maka diperlukan kondisi batas normal gula darah. Tingkat kadar glukosa senilai 70–130 mg / dL sebelum makan untuk penderita diabetes serta harus berada dibawah 180 mg / dL setelah 2 jam makan terakhir. 

Ketika seseorang mengonsumsi karbohidrat, maka sistem pencernaan memprosesnya menjadi molekul gula dengan kompleksitas berbeda. Molekul gula ini ada berbagai bentuk, glukosa adalah gula sederhana untuk keperluan sel dalam menghasilkan energi.

Cara agar glukosa ini bisa masuk ke dalam sel kita, maka diperlukan cukup hormone insulin dalam aliran darah. Ini merupakan protein yang membuat sel siap menerima glukosa. Dalam hal ini, tingkat insulin juga harus tetap wajar agar tidak terjadi perubahan dalam metabolisme. 

Jika kurang insulin maka sel-sel tidak mendapat makan, sementara jumlah terlalu tinggi atau sering disebut insulin resisten, batas normal gula darah akan terlampaui karena glukosa bertahan di aliran darah karena tidak bisa memasuki sel. 

Proses yang biasanya terjadi dalam tubuh setelah makan, akan meningkatkan konsentrasi gula darah. Kemudian pankreas akan melepaskan insulin secara otomatis untuk memindahkan glukosa dalam darah masuk ke sel. 

Sel hanya membutuhkan sejumlah glukosa untuk bekerja, sehingga jika kadarnya terlalu tinggi dalam darah, mereka tetap tidak akan memakainya keseluruhan. Kelebihan seperti ini akan tersimpan sementara pada organ hati dan otot manusia.

Tujuannya untuk penyimpanan energi sementara, biasanya akan disimpan dalam bentuk glikogen. Namun jika kelebihan glukosa terjadi terus menerus, maka tubuh menyimpannya dalam sel lemak. Tidak seperti glikogen, lemak merupakan penyimpanan jangka lama. 

Glikogen ini berguna menjaga keseimbangan tubuh, khususnya saat kelaparan. Glukosa darah turun memberi sinyal ke pankreas agar melepaskan hormon glukagon, kemudian memecah glikogen menjadi glukosa demi batas normal gula darah terjaga.

(Baca Juga: Memahami Ciri Gula Darah Rendah dan Bagaimana Mengatasinya)

Pentingnya Memantau Glukosa Dalam Darah 

Batas normal gula darah - pentingnya menjaga gula darah

Untuk mengetahui persis kondisi glukosa Anda, maka perlu dilakukan pengujian kadar glukosa dalam darah. Khususnya bagi penderita diabetes atau mereka yang berisiko tinggi, ini adalah bagian penting dari untuk pengendalian diabetes secara efektif. 

Menggunakan glukometer, penderita diabetes harus rutin memeriksa batas normal gula darah hingga beberapa kali setiap hari untuk merencanakan aktivitas dan makannya, serta menjadwalkan dosis obat atau suntikan insulin bagi tubuhnya.

Dengan menusukkan jari sendiri untuk mengambil sedikit sampel darah, maka nilai kadar darah bisa diketahui. Sebaiknya periksa konsentrasi glukosa pagi hari sebelum makan, kemudian beberapa jam, idealnya 2 jam setelah makan. Ini akan menjelaskan kondisi Anda. 

Kondisi diabetes atau kekurangan insulin dalam darah, ada dua kategori, yakni tipe I dan II. Namun jenis yang pertama terjadi karena kelainan dalam gen, jadi memang sudah bawaan dari lahir. Sementara diabetes tipe II terjadi karena pola hidup yang tidak sehat. 

Hiperglikemia atau Hipoglikemia adalah keadaan yang biasa dialami penderita diabetes. Akibat insulin resisten atau kekurangan insulin, yang pada akhirnya glukosa tetap dalam darah dan tidak diserap sel.

Dengan mengetahui tingkatan batas yang normal gula darah, penderita bisa mengetahui kapan harus menggunakan insulin agar metabolisme dapat berjalan lancar. Pembacaan yang akurat dari kadar glukosa darah dapat membantu mencapai pengendalian diabetes lebih baik.

Tips Gaya Hidup untuk Mengontrol Batas Normal Gula Darah

Batas normal gula darah - mengecek gula darah

Pola hidup yang sehat dan seimbang mulai dari diet, olah raga hingga pola tidur adalah cara terbaik bagi Anda untuk menjaga kadar gula darah tetap normal. Biasakan makan pada waktu yang teratur dan tidak melewatkan waktu makan. 

Kemudian banyak minum air putih sebagai pengganti jus dan soda, karena makanan yang manis membuat gula di tubuh lebih tinggi dan merusak batas normal gula darah Anda. Sebaiknya lebih banyak memilih buah daripada manisan seperti permen untuk cemilan.

Selain itu ada baiknya Anda mengontrol porsi makan, mulai ubah dalam seporsi makan besar bagi menjadi seperempat daging, seperempat lagi makanan bertepung, dan setengahnya itu sayuran yang alami. HIndari konsumsi makanan yang sudah diproses. 

Intinya adalah makan makanan yang sehat dengan banyak buah dan sayurannya, menjaga berat badan sehat, dan melakukan olahraga sedang hingga intens setidaknya 150 menit setiap minggu dapat membantu mengontrol kadarnya tetap normal.

Bisa juga dengan lebih banyak mengonsumsi kacang-kacangan menggantikan bahan pangan karbohidrat. Selain menjaga berat badan, kacang yang memiliki kandungan kalori mampu berperan sebagai pengganti lemak hewani atau karbohidrat olahan.

Namun bagi orang yang mengalami gejala gula darah rendah atau tinggi, maka harus menemui dokter, baik mereka didiagnosis diabetes maupun tidak. Tanpa batas normal gula darah yang tidak teratur atau ekstrim bisa memicu diabetes hingga komplikasi lainnya.

Baik hiperglikemia dan hipoglikemia dapat menyebabkan komplikasi diabetes yang lebih parah, jadi makan terutama makanan rendah kadar gulanya dan berolahraga secara teratur dapat membantu menjaga keseimbangan glukosa Anda.

Cara lebih aman ialah memantau sendiri gula darah di rumah menggunakan glucometer, ini adalah cara terbaik untuk memastikan levelnya tetap dalam kisaran yang sehat. Sehingga lebih aman untuk melakukan kegiatan atau konsumsi makanan sehari-hari. 

(Baca Juga: Cara Menurunkan Gula Darah, Hormon Insulin Berperan Besar)

Gula Darah Tinggi Berpengaruh pada Tekanan Darah 

Hiperglikemia atau gula darah tinggi adalah salah satu masalah gaya hidup paling umum saat ini. Ini terjadi ketika tubuh memiliki terlalu sedikit insulin atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar.

Gejalanya dapat berupa keinginan untuk sering buang air kecil dan keinginan untuk minum lebih banyak air. Penyakit umum lainnya yang telah diketahui terkait dengan efek melampaui batas normal gula darah adalah tekanan darah tinggi.

Anda tentu tahu bahwa kondisi ini dapat menyebabkan banyak komplikasi lain seperti kardio dan masalah sirkulasi darah. Ada lagi kemungkinan penyakit pembuluh darah, penyakit ginjal dan bahkan diabetes. 

Bahkan dukungan ilmiah terkait hubungan antara kadar gula darah dan tekanan darah, dijelaskan bahwa kontraksi pembuluh darah adalah penyebab tekanan darah bervariasi. Semakin banyak kontraksi, semakin tinggi tekanan darah. 

Adanya kelebihan batas normal gula darah memicu perubahan perilaku pembuluh darah yang membuatnya berkontraksi lebih kuat dari biasanya. Hal ini kemudian menyebabkan tekanan darah tinggi dan juga meningkatkan risiko komplikasi serangan jantung.

Bahkan ditemukan bahwa glukosa dalam aliran darah mampu menunjang mekanisme yang mengontrol penyempitan pembuluh darah. Terlihat bahwa jumlah gula, atau glukosa, dalam darah mengubah perilaku pembuluh darah sehingga berkontraksi lebih dari biasanya.

Hal ini tentu bisa mengakibatkan tekanan darah lebih tinggi, atau bisa mengurangi jumlah darah yang mengalir melalui organ vital. Arteri koroner, yang menyediakan darah ke otot jantung untuk memberikan nutrisi dan oksigen kebutuhannya bisa tersumbat. 

Kontraksi ini juga dapat menyebabkan risiko utama serangan jantung, karena glukosa yang tinggi pada saat serangan jantung dapat menyebabkan blok ini lebih parah. Peningkatan gula darah mengubah perilaku pembuluh darah dan otot jantung yang dapat mengancam jiwa.

Risiko ini dapat dikendalikan dengan beberapa metode dasar seperti berolahraga, mengurangi asupan makanan bergula maupun berlemak dalam dietnya serta mengikuti gaya hidup sehat. Cukup mudah mengontrol batas normal gula darah jika menjaga pola hidup. 

Total
115
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts