Cara Mengatasi Diare Pada Anak Tanpa Menggunakan Obat

Cara mengatasi diare pada anak memang cukup sulit. Saat mengalami diare, anak akan rewel dan tidak jarang menangis. Apalagi jika anak Anda tidak mau sama sekali minum obat.

Diare memang sering dialami oleh anak-anak. Mengingat, aktivitasnya di luar yang tidak dapat Anda awasi setiap saat. Mereka bisa jajan sembarangan atau main kotor-kotoran. Hal tersebut dapat memicu diare. Sebagai orang tua, Anda tidak boleh panik. Oleh sebab itu, Anda harus memiliki pengetahuan mengenai diare. Hal ini bertujuan agar Anda mudah menangani ketika Si Kecil mengalami diare.

Kenali Gejala Diare Si Kecil

cara mengatasi diare - gejala diare

Sebelum membahas mengenai cara mengatasinya, tentu Anda harus mengetahui mengenai gejala diare. Hal ini agar Anda bisa sigap dan memberikan penanganan yang cepat saat gejala ini muncul.

Sebagai orang tua Anda memang harus peka. Sebab, anak tidak dapat dengan mudah mengatakan apa yang mereka alami. Berikut ini adalah gejala yang sering terlihat dan muncul saat Si Kecil mengalami diare.

  • Si Kecil buang air besar sangat sering. Biasanya jika terkena diare, anak Anda akan buang air besar lebih dari 3 kali dalam sehari.
  • Konsistensi fesesnya lembek hingga berair. Hal ini disebabkan karena adanya masalah pencernaan. Bahkan, jika gejalanya sudah pada fase serius, feses bisa mengandung darah.
  • Wajah Si Kecil terlihat pucat karena kekurangan cairan. Sebab, cairannya sudah terkuras bersama feses. Selain itu, Si Kecil juga menjadi pucat karena merasa pusing dan sakit perut.

(Baca Juga: Beberapa Cara Mencegah Penyakit Jantung)

Faktor Penyebab Diare yang Harus Dikenali

cara mengatasi diare - penyebab diare

Diare pada si kecil disebabkan oleh banyak faktor, sehingga cara mengatasi diare juga sedikit berbeda. Anda harus memahami dengan benar masing-masing dari faktor penyebabnya tersebut.

Sehingga, Anda dapat melakukan pengawasan yang lebih baik lagi terhadap Si Kecil. Sebab, mereka masih belum bisa mengendalikan diri atas apa yang boleh dan tidak. Berikut ini adalah faktor penyebab diare yang paling umum pada anak :

  • Infeksi bakteri dan parasit, misalnya Escherichia coli dan Strongyloidiasis. Faktor penyebab ini sangat sering menyerang. Mengingat anak kecil suka sekali makan sembarangan dan kotor-kotoran.
  • Intoleransi nutrisi tertentu, misalnya laktosa dan fruktosa. Jadi, mereka akan mengalami diare saat mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung bahan tersebut.
  • Efek samping penggunaan obat, misalnya antibiotik yang dapat mengganggu flora normal saluran pencernaan.

Cara Mengatasi Diare Pada Anak

cara mengatasi diare

Setelah mengetahui gejala dan penyebab diare, tentunya mengatasi gangguan pencernaan ini akan lebih mudah. Terlebih lagi, cara mengatasi yang akan kami bahas tanpa menggunakan obat-obatan.

Dengan demikian, anak Anda pasti akan lebih mudah menurutinya. Sehingga, diare akan lebih mudah diatasi. Berikut ini adalah caranya :

  • Penuhi Kembali Cairan Tubuh

Saat anak mengalami diare, mereka akan mengeluarkan banyak cairan melalui fesesnya. Cairan yang seharusnya diserap oleh tubuh, justru akan langsung dikeluarkan saat buang air besar. Hal tersebut menyebabkan Si Kecil mengalami dehidrasi. Jika tidak segera tidak ditangani, kondisinya akan semakin parah. Bahkan, bisa menyebabkan pingsan karena terlalu lemas.

Oleh sebab itu, saat anak Anda mengalami diare pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi kembali. Buat anak untuk memperbanyak minum air putih. Pastikan Si Kecil mengonsumsi 1,5 – 2 liter air putih. Cara mengatasi diare satu ini tidak tidak membuat diari Sang Anak serta merta berhenti. Tapi, cara ini bisa membuat anak tidak mengalami dehidrasi selama diare. Selain air putih, Anda juga dapat memberikan jus atau sup.

  • Berikan Oralit

Terkadang, pemberian air putih saja tidak cukup mengatasi dehidrasi saat diare. Sehingga, Anda memerlukan larutan yang mengandung elektrolit. Larutan ini berfungsi untuk menahan kandungan air dalam tubuh. Larutan elektrolit yang sangat mudah didapatkan adalah oralit. Sebab, Anda dapat membuatnya sendiri di rumah. Oralit merupakan larutan gula dan garam. Kedua bahan tersebut saling bersinergi.

Kandungan ion natrium dalam garam dapat meningkatkan penyerapan air gula di dalam sel. Gula kemudian akan diubah menjadi energi. Sehingga, Si Kecil tidak akan merasa terlalu lemas selama diare. Jika Anda kurang yakin untuk membuat larutan elektrolit ini sendiri, maka Anda dapat membelinya. Sekarang banyak produk elektrolit yang dikhususkan untuk anak-anak. Bahkan, tersedia dalam berbagai rasa.

Si Kecil dijamin tidak akan rewel meminumnya. Penting untuk diingat bahwa Anda harus memperhatikan pemberian dosis oralit tersebut. Selain oralit, Anda juga bisa memberikan air kelapa untuk Si Kecil. Cara mengatasi diare dengan air kelapa dikenal sejak dulu karena memiliki elektrolit dan gula alami. Sehingga, dapat mengembalikan cairan dan energi dalam waktu cepat. Air kelapa juga dikenal mampu mengeluarkan racun-racun dalam tubuh.

(Baca Juga: Yuk Kenali, Manfaat Bawang Merah Untuk Kesehatan)

  • Makan Pisang

Selain rasanya yang enak, pisang juga ampuh mengatasi diare. Makan pisang saat anak Anda sedang mengalami diare sangat dianjurkan. Sebab, kandungan nutrisi dalam pisang sangat baik untuk penderita diare. Pisang mengandung senyawa pektin. Senyawa tersebut adalah serat yang dapat larut dalam air. Senyawa ini menstimulasi penyerapan air di usus besar saat diare. Sehingga, feses dalam usus besar lebih padat bukan cair.

Selain itu, senyawa ini juga mampu memicu pembentukan lendir usus halus. Lendir ini berfungsi untuk melindungi dinding usus halus dari asam lambung. Selain pektin, pisang juga mengandung kalium. Kalium merupakan elektrolit alami yang dapat menjaga keseimbangan cairan tubuh. Sehingga, Si Kecil akan terhindar dari dehidrasi. Tidak hanya itu saja manfaat pisang sebagai salah satu cara mengatasi diare.

Sebab, buah surga ini juga mengandung serat oligofructan. Dalam serat tersebut terkandung probiotik yang dapat meningkatkan jumlah bakteri baik dalam sistem pencernaan. Sehingga, bakteri dan parasit jahat dapat dikalahkan. Kandungan gula alami dalam pisang juga dapat memberikan energi yang cepat diserap tubuh. Si Kecil akan kembali bertenaga setelah diare.

  • Beri Makanan Tinggi Probiotik

Selain di atas sudah dibahas mengenai pisang, ternyata masih banyak sumber makanan tinggi probiotik. Probiotik sangat penting untuk mengatasi diare pada Si Kecil tanpa obat. 

Probiotik akan melawan bakteri jahat penyebab infeksi saluran cerna. Kemudian, mereka akan menjaga kesehatan saluran cerna Si Kecil. Makanan yang dapat dijadikan sebagai sumber probiotik diantaranya :

  • Keju, keju jenis mozarelam gouda, cheddar, dan cottage memiliki kandungan probiotik yang sangat baik untuk anak.
  • Tempe dan tahu, makanan hasil fermentasi kedelai ini memiliki kandungan probiotik yang tinggi. Anda bisa memberi tempe kepada Si Kecil saat diare dan untuk memelihara kesehatannya.
  • Yogurt, kandungan probiotiknya sangat tinggi dan baik untuk mengatasi diare. Selain itu, konsumsi yogurt secara rutin dapan memelihara kesehatan anak.
  • Susu fortifikasi juga salah satu sumber probiotik yang sangat baik untuk anak Anda.
  • Sari kedelai, minuman tersebut merupakan hasil fermentasi kedelai yang kaya akan probiotik.
  • Minum Air Jahe

Rempah yang sudah lama dikenal sebagai bahan obat tradisional ini memiliki banyak manfaat. Salah satunya digunakan sebagai cara mengatasi diare tanpa obat untuk anak. Khasiat dari jahe adalah antiradang, anti bakteri, dan anti nyeri. Menurut sejumlah penelitian, zat fitokimia di dalam jahe mampu menurunkan kadar E. Coli dan juga menghalangi pertumbuhannya. Sehingga, jahe sangat efektif digunakan untuk mengatasi diare pada anak.

Cara mendapatkan manfaat jahe sangat mudah. Anda hanya perlu merebus satu rimpang jahe yang dipotong atau digeprek. Tambahkan sedikit gula agar tidak terlalu pedas. berikan satu gelas kecil kepada Si Kecil. Selain dapat mengatasi diare, jahe juga dapat mengatasi sakit perut dan mual dari efek diare. Pengobatan menggunakan jahe juga aman. Sehingga, tidak akan memberikan dampak negatif pada anak Anda.

Pantangan Saat Anak Diare yang Harus Diperhatikan

Agar cara mengatasi diare memberikan hasil yang maksimal, ada beberapa pantangan untuk Si Kecil. Pantangan ini akan sangat berbahaya jika dilanggar. Oleh sebab itu, Anda sebagai orang tuanya harus mengawasi.

Pantangan berikut ini erat kaitannya dengan makanan. Selama diare, makanan yang dikonsumsi oleh anak harus dibatasi. Jangan sampai anak Anda memakan makanan di bawah ini :

  • Jangan makan pedas, makanan pedas dapat merangsang sistem pencernaan bekerja lebih cepat. Sehingga, penyerapan air di usus besar tidak maksimal dan diare tidak dapat dihindari lagi. Selain itu, makanan pedas juga dapat menyebabkan infeksi pada saluran pencernaan.
  • Jangan makan dan minum yang mengandung kafein. Misalanya adalah kopi dan cokelat. Sebab kafein dapat memicu sistempencernaan bekerja lebih cepat.
  • Jangan minum susu kecuali hasil fermentasi. Pada beberapa kasus, susu dapat menyebabkan diare semakin parah. Untuk menghindari risiko tersebut, maka lebih baik menghindarinya.

Diare menjadi penyakit yang sangat umum dialami oleh anak-anak. Mereka akan semakin aktif dan sulit menghindari sumber penyebab diare. Namun, sebagai orang tua Anda harus tahu cara mengatasi diare.

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts