Kamu Harus Tahu! Ini Dia Beda Depresi dan Frustasi

Depresi dan Frustasi - Beda Depresi dan Frustasi

Setiap orang tentunya pernah berada pada titik terendahnya. Kebanyakan dari mereka merasa tertekan dengan apa yang sedang atau sudah terjadi. Tentunya, jika tidak diatasi dengan baik, maka akan berdampak pada kesehatan. Selain itu, bisa dengan mudah membuat tubuh menjadi lebih cepat lelah. Ada kondisi yang bahkan bisa membuat seseorang sampai mengalami depresi, ada juga yang sampai mengalami frustasi. Meski kadang kondisi ini sering dianggap sama, tetapi ada beberapa hal mengenai beda depresi dan frustasi

Ada banyak cara yang bisa dilakukan agar mampu mengatasi depresi dan frustasi. Beberapa cara tersebut kadang bisa membantu diri kita menjadi lebih baik lagi. Di Indonesia, baik kondisi depresi dan frustasi sering dikaitkan dengan menjauhnya diri kepada Tuhan. Hal ini tentu salah besar, sebab hubungan antara hamba dengan Tuhan-Nya tidak bisa dinilai dari frustasi dan depresi. 

Baca Juga : Cara Menurunkan Darah Tinggi, Pilihan Pengobatan Sederhana

Kondisi ini justru muncul karena berbagai faktor internal dan eksternal seseorang. Seperti misalnya terlalu memaksakan diri untuk mengiyakan permintaan orang lain, terlalu overthinking terhadap sesuatu hal dan lain sebagainya. Nah, mengingat banyak yang menyebut bahwa depresi dan frustasi adalah suatu hal yang sama, maka kali ini kita akan membahas beda depresi dan frustasi. 

Mengenal Lebih Jauh Tentang Beda Depresi Dan Frustasi

Mengenal Frustasi Lebih Jauh

Depresi sering diartikan sebagai gangguan mood atau suasana hati yang buruk dan terjadi pada kurun waktu tertentu. Setiap orang tentu pernah mengalami depresi. Kadang, aktivitas sehari-hari bisa memunculkan depresi pada diri seseorang. Biasanya, depresi sendiri ditandai dengan rasa tidak peduli dan perasaan sedih yang mendalam. 

Seseorang bisa dikatakan mengalami depresi, ketika dalam kurun waktu 2 minggu dia merasa sedih, tidak berharga atau putus harapan. Jika frustasi harus ditangani oleh ahlinya, maka depresi bisa ditangani oleh diri sendiri. Hal ini menjadi poin pertama pada beda depresi dan frustasi. 

Sebenarnya, jika kondisi ini tidak ditangani sesegera mungkin, maka bisa mengalami gangguan sosial, penurunan produktivitas kerja, sampai dengan munculnya keinginan untuk melakukan bunuh diri. Selain memang harus menenangkan diri terlebih dahulu, kamu juga perlu memiliki support system berupa keluarga, kerabat atau sahabat. 

Depresi sendiri bisa dialami oleh berbagai kalangan. Biasanya, depresi yang terjadi pada wanita sering dikaitkan dengan perubahan hormonal, seperti misalnya menstruasi, kehamilan, pasca kehamilan atau bisa juga dikaitkan dengan menopause. Beda depresi dan frustasi sebenarnya bisa juga dilihat dari gejala yang timbul. 

Pada depresi sendiri, gejalanya ada dua, yaitu gejala secara psikologis dan gejala secara fisik. Untuk gejala secara fisik, biasanya seseorang mengalami kecemasan dan kekhawatiran yang sangat berlebihan. Selain itu, kadang seseorang merasa putus asa terhadap apa-apa yang sedang dilakukan. Pada gejala psikologis juga, seseorang bisa mengalami emosi yang tidak stabil. 

Untuk ciri fisiknya, kamu bisa menemukan bahwa, seseorang yang mengalami depresi sering merasa kelelahan dan tidak bertenaga. Kemudian, seseorang juga bisa mengalami rasa nyeri dan sakit kepala yang penyebabnya tidak jelas. Depresi juga kadang bisa membuat selera makan seseorang menjadi menurun. Tentu saja berbagai beda depresi dan frustasi ini bisa membuatmu paham lebih jauh mengenai penjelasan setiap gangguan tersebut. 

Ada banyak hal yang bisa membuat seseorang mengalami depresi. Berbagai hal yang dimaksud seperti trauma pada masa lalu, hambatan dalam hubungan sosial, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, memiliki riwayat gangguan mental sebelumnya, memiliki pola pikir yang salah, adanya perubahan hormone, dan memiliki tekanan mental. 

Beda depresi dan frustasi sebenarnya bisa dilihat dari gejala dan pengobatannya. Nah, untuk pengobatan bagi seseorang yang mengalami depresi adalah sebagai berikut:

  • Berpikir positif 

Karena memang salah satu dari gejala depresi adalah terlalu overthinking terhadap sesuatu hal, maka mulai dari sekarang lebih seringlah untuk berpikir positif. Ketika pikiran negatif mulai datang, maka kamu bisa mencegahnya dengan menggunakan logika. 

  • Melakukan Hal Baru 

Cara untuk mengatasi depresi yang selanjutnya adalah dengan melakukan berbagai hal baru. Berbagai hal baru yang dilakukan biasanya bisa membuatmu sedikit lupa tentang apa saja yang menjadi beban pikiran. Dari sini bisa dilihat bahwa beda depresi dan frustasi tidaklah jauh. 

  • Melakukan Psikoterapi 

Jika memang depresi kamu sudah cukup parah, maka akan lebih baik melakukan konsul kepada ahli dan memutuskan untuk melakukan psikoterapi. Biasanya, dengan hal ini maka bisa mengatasi masalah akibat depresi. 

  • Memberikan Obat Antidepresan dan Terapi Kejut Listrik 

Poin pertama beda depresi dan frustasi bisa dilihat dari cara mengatasinya. Jika depresi bisa diatasi oleh diri sendiri, maka frustasi sebaliknya. Namun, hal ini hanya berlaku untuk depresi ringan saja. Kadang, pada penderita depresi sedang sampai berat harus mengkonsumsi obat dan bisa jadi harus melakukan terapi kejut listrik. 

  • Menjalani Perawatan di Rumah Sakit Jiwa

Pada beberapa penderita depresi berat, hal yang harus dilakukan untuk bisa mengatasinya adalah menjalani perawatan di rumah sakit jiwa. 

Mengenal Frustasi Lebih Jauh 

Jika di atas sudah dijelaskan tentang beberapa hal mengenai depresi, maka kali ini pembahasannya mengenai frustasi. Pembahasan ini dilakukan agar bisa mengetahui beda depresi dan frustasi lebih jauh lagi. 

Frustasi sendiri sering dikaitkan dengan perasaan kecewa, marah, bingung, putus asa, dan kecewa terhadap sesuatu hal. Biasanya hal ini terjadi karena seseorang gagal mendapatkan apa yang menjadi harapannya. Frustasi sendiri sering dialami oleh orang-orang. Seperti misalnya, seorang siswa yang gagal dalam ujian, seseorang yang lamaran kerjanya selalu ditolak, usaha yang bangkrut dan lain sebagainya. 

Selain karena dihadapkan pada sebuah kegagalan, kadang kondisi lingkungan juga bisa membuat seseorang mengalami frustasi. Keinginan yang terlalu tinggi pun ikut andil dalam munculnya rasa frustasi di dalam diri seseorang. Jika dilihat dari penjelasannya, maka beda depresi dan frustasi cukup banyak. Namun ternyata, frustasi cukup mudah untuk dijabarkan dibandingkan dengan depresi. 

Baca Juga : Waspadai, Gejala Penyakit Jantung Ini Perlu Diperhatikan

Ada beberapa gejala yang menandakan bahwa kamu sedang mengalami frustasi. Adapun beberapa gejala yang dimaksud seperti misalnya mudah marah, sulit untuk memotivasi diri, masalah kesehatan, kelelahan, enggan untuk merawat diri sendiri, sampai dengan melakukan tindakan agresif. 

Beda depresi dan frustasi bisa dilihat juga dari cara mengatasinya. Untuk mengatasi frustasi dianggap lebih mudah dibandingkan mengatasi depresi. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi frustasi yaitu sebagai berikut:

  • Menenangkan Diri Terlebih Dahulu 

Cara pertama yang bisa dilakukan adalah dengan menenangkan diri. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan pada tahap menenangkan diri ini adalah menarik napas dalam-dalam dan membuangnya secara perlahan. Biasanya, pada saat frustasi, maka bisa menyebabkan nafas menjadi tertahan dan berpotensi kekurangan oksigen di dalam tubuh. Oleh sebab itu, harus mengambil napas dalam. 

  • Mencari Sumber Dari Munculnya Frustasi 

Jika dilihat dari cara mengatasinya, beda depresi dan frustasi sangat terlihat jelas. Ketika sedang mengalami frustasi, maka cara untuk mengatasinya berhubungan langsung dengan diri sendiri. Untuk bisa mengatasi frustasi, kamu bisa fokus untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai sumber dari frustasi ini. 

  • Bercerita Kepada Orang Lain 

Jika memang apa yang dialami terasa sangat berat dan membingungkan, biasanya seseorang memutuskan untuk bercerita kepada orang lain. Harapannya bukan semata-mata ingin mendapat solusi, tetapi juga bisa meringankan diri terhadap beban yang dirasakan. Sebelumnya, kamu harus mencari tempat terpercaya dulu untuk bercerita. Ada baiknya menceritakan hal ini kepada orang tua atau teman terdekat. 

  • Jangan Terlalu Memikirkannya 

Terakhir, jangan terlalu memikir apa yang menjadi penyebab dari frustasi ini. Seharusnya kamu memutuskan untuk menguraikan penyebab dari rasa frustasi. Nah, jika muncul berbagai pikiran negatif, ada baiknya mengalihkan pada pikiran-pikiran positif. Coba pikirkanlah bagaimana cara untuk bisa memperbaiki kegagalan yang membuat kamu menjadi frustasi. Kemudian, lakukanlah beberapa hal yang bisa membuatmu bangkit. Tentu saja, beda depresi dan frustasi dari beberapa cara mengatasinya ini sangat rinci. 

Nah, itulah berbagai beda depresi dan frustasi yang harus kamu ketahui. Keduanya bisa dibedakan berdasarkan pengertian masing-masing. Selain itu, perbedaannya pun bisa dilihat dari gejala dan bagaimana cara untuk mengatasinya. Salah satu poin penting antara kedua hal ini adalah selalu berpikir positif dalam kehidupan.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts