Cara Menanam Jahe Di Halaman Rumah Dan Yang Kita Perlukan

Cara Menanam Jahe Di Halaman Rumah

Cara Menanam Jahe Di Halaman Rumah Dan Yang Kita Perlukan – Dalam artikel sebelumnya, kita telah belajar cara membuat minuman jahe. Kita juga telah mengetahui ada cara untuk mengakali harga minuman jahe alami di pasaran yang dapat dikatakan mahal bagi sebagian besar kita, yaitu menanam jahe sendiri di rumah, yang akan kita bahas lebih lanjut pada artikel ini.

 

Cara Menanam Jahe Di Halaman Rumah Dan Yang Kita Perlukan

Cara Menanam Jahe Di Halaman Rumah

Secara umum, tanaman jahe adalah tanaman yang fleksibel. Dengan kata lain, tanaman jahe tidak hanya cocok ditanam bersama dengan tanaman-tanaman lainnya (terutama aneka macam sayuran), tetapi juga cocok dengan berbagai macam jenis tanah yang berbeda-beda. Memelihara tanaman jahe dapat mengurangi stres, kecemasan, dan depresi dalam tingkatan tertentu. Bau dan tiupan udara yang dihasilkan oleh tanaman jahe juga dapat menstimulasi otak dan membantu fokus dan konsentrasi. 

Di saat yang sama, menanam jahe membutuhkan kesabaran tinggi, karena tanaman jahe termasuk tanaman yang cukup susah untuk bertumbuh. Jahe secara umum juga membutuhkan pengairan dan penyinaran yang cukup terlepas dari tanah dan media penanaman yang digunakan.

Karena manfaatnya yang luar biasa dalam hal meningkatkan kemampuan otak dan mengurangi kecemasan serta depresi, kegiatan penanaman jahe dapat dilakukan di dalam kamar. Namun, seringkali kamar memiliki lahan yang sangat sempit untuk pertumbuhan tanaman, termasuk jahe, sehingga menjadi tempat yang kurang menjanjikan untuk menanam jahe dalam jangka waktu yang panjang.

(Baca Juga: Jenis-Jenis Jahe Beserta Harganya Yang Tersedia Di Pasaran, Yuk Simak)

Di sisi lain, halaman rumah kerap memiliki lahan yang lebar dan terbuka untuk pertumbuhan jahe. Hal ini dikarenakan halaman rumah yang lebar dan terbuka dapat menampung cahaya matahari dengan kadar yang lebih banyak, yang berguna untuk pertumbuhan jahe. Karena itu, kita akan belajar cara menanam jahe di halaman rumah.

Selain mempelajari cara menanam jahe di halaman rumah, kita akan mengetahui tempat-tempat untuk membeli jahe, jenis-jenis penampungan tanaman dan bibit jahe, jenis-jenis dasar tanaman jahe yang cocok, hal-hal yang kita perlukan selama menanam jahe, cara memanen jahe, dan seterusnya.

Pertama-tama, kita perlu mengetahui tempat-tempat kita dapat membeli jahe untuk ditanam. Jahe yang akan kita tanam adalah jahe mentah yang bisa kita dapatkan di supermarket atau minimarket. Jika rumah kita dekat dengan pasar atau tempat kita dekat dengan jangkauan petani jahe, kita juga dapat membelinya dari mereka. 

Karena jahe adalah tanaman yang fleksibel, termasuk dalam hal pemilihan tanah atau dasar tanaman yang cocok, maka jahe dapat ditanam dengan dasar tanah atau sekam. Kedua jenis dasar ini bahkan dapat digabungkan untuk memperoleh hasil jahe yang gemuk, subur, dan terasa segar ketika dipanen dan dikonsumsi.

Di saat yang sama, kita perlu mengingat tidak semua jenis tanah cocok untuk menjadi dasar tanaman jahe. Tanah yang kita pakai haruslah tanah yang hitam dan gembur, mengingat kebutuhan pengairan tanaman jahe yang tinggi. Beberapa contoh jenis tanah yang dapat kita pakai untuk menanam jahe di dalam rumah adalah tanah andosol atau tanah pada lahan hutan yang baru dibuka.

Siapkan Media Tanam.

Siapkan Media r

Cara menanam jahe di halaman rumah yang pertama yaitu menuyiapkan tanah. Tanah yang hitam dan gembur ini terutama kita perlukan ketika kita menanam jahe dalam tempat yang rapuh, seperti polybag atau karung beras. 

Untuk penanaman dalam media tanam yang lebih besar dan statis seperti pot, kita dapat mencampurnya dengan sekam. Dalam beberapa kasus, berbagai macam pupuk seperti pupuk kandang atau pupuk urea juga dapat ditambahkan ke dalam dasar tanaman jahe yang terletak pada pot untuk hasil yang lebih maksimal. 

Media tanam yang lebih besar seperti pot atau karung beras lebih cocok ditaruh di sudut atau pinggir halaman rumah. Ini berlaku termasuk untuk pot yang berukuran kecil dan karung beras yang berukuran kecil ke sedang. Hal ini dikarenakan sifat statis yang dimiliki pot atau karung beras tersebut. 

Karena sifatnya yang mudah pecah, pot tidak dapat ditaruh sebagai tanaman yang menggantung di halaman rumah. Hal yang sama juga berlaku untuk karung beras berukuran besar, karena dapat merusak penampilan dari keseluruhan halaman rumah kita. Selain itu, karung beras memiliki serat yang banyak, sehingga dapat saja merusak beberapa bagian dari halaman rumah kita.

(Baca Juga: Cara Membuat Minuman Jahe Yang Enak Dan Segar)

Tidak seperti pot atau karung beras, polybag lebih dinamis untuk ditaruh di tanah atau sebagai tanaman gantung. Sekalipun ada berbagai jenis polybag berukuran besar, polybag berukuran kecil lebih umum untuk dipakai dalam menanam jahe di halaman rumah.

Selain dari tanah yang hitam dan gembur, sekam, atau pupuk, serta media tanam seperti pot, polybag, atau karung beras untuk mengaplikasikan cara menanam jahe di halaman rumah, kita juga dapat menyiapkan obat untuk merangsang pertumbuhan jahe. Obat perangsang pertumbuhan jahe ini bersifat cair, sehingga dapat dicampurkan dalam air ketika memproses benih jahe.

 

Langkah pertama menanam jahe di halaman rumah adalah menempatkan 5 hingga 6 jari-jari jahe dengan sedikitnya 2 jenis jahe dalam sebuah baskom berukuran besar

Siapkan Jahe Yang Ingin Ditanam

Rendam semua jahe tersebut dalam air yang sudah dicampurkan dengan setetes obat perangsang pertumbuhan jahe. Taruh di tempat yang aman dari jangkauan anak-anak dan biarkan hingga 7-8 jam, tergantung dari instruksi yang terdapat pada obat perangsang pertumbuhan jahe.

Sambil menunggu 7-8 jam berlalu, penuhi media tanam dengan tanah yang cocok untuk merangsang pertumbuhan jahe. Lebih baik bila dicampur dengan pupuk atau sekam. Setelah 7-8 jam perendaman jahe di dalam baskom berlalu, ambil jahe dari baskom. Lalu, masukkan satu per satu jahe ke dalam media tanam. Cara menanam jahe di halaman rumah selanjutnya adalah memilih jahe yang memiliki satu bagian yang menonjol sebagai bakal batang. 

Setiap jahe selalu memiliki satu bagian yang menonjol sebagai bakal batang dan daun-daun tanaman jahe. Karena itu, dalam setiap jahe yang kita tanam, pastikan satu bagian yang menonjol ini muncul sekitar 0,5-1 cm ke permukaan. 

Penyiraman tanaman jahe seharusnya 1 kali setiap hari. Penyiraman dapat dilakukan melalui selang yang airnya sudah diatur agak ke besar dan dilakukan dengan pola memutar mengitari permukaan media tanam. Dengan demikian, seluruh permukaan tanah dan tanaman jahe akan terairi secara rata. Kita dapat mengabaikan proses penyiraman ini apabila hujan melanda dan mengenai tanaman jahe kita.

Perkembangan Tanaman Jahe

Perkembangan Tanaman Jahe

Tanaman jahe akan mulai mengeluarkan batangnya kurang lebih 1 minggu setelah ditanam dan diairi. Ketika sudah keluar daunnya, kita akan mengetahui tanaman jahe memiliki dedaunan yang ramping dan cenderung menyirip tajam. Lanjutkan pengairan dan penjemuran di bawah sinar matahari secara berkala bahkan setelah tanaman mengeluarkan batang dan daunnya.

Setelah beberapa bulan, tanaman jahe akan siap dipanen. Untuk memanen tanaman jahe, ambil media tanam yang tanaman jahenya sudah mengeluarkan batang dan daun. Setelah itu, keluarkan tanaman jahe serta campuran tanahnya sehingga akar jahe terlihat ketika tanaman jahe dibalik. Di satu sisi, jangan sampai batang jahe patah ketika hendak mengeluarkan tanaman jahe. Beberapa cara menanam jahe di halaman rumah diatas kamu bisa lakukan di saat pandemi seperti ini.

 

Itulah beberapa cara menanam jahe di halaman rumah. Kita akan membahas hal ini lebih lanjut pada artikel berikutnya. 

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts