Gaya Hidup Milenial dan Masalah Keuangan yang Mereka Miliki

gaya hidup milenial

Gaya hidup milenial menjadi hal yang cukup banyak disorot dalam beberapa waktu belakangan ini. harus diakui, generasi milenial memang cukup menyita banyak perhatian. Memiliki cara hidup yang simpel serta pola berpikir yang berbeda sudah pasti menjadi daya tariknya. 

Generasi milenial dianggap sebagai generasi yang lebih praktis serta mempunyai obsesi tinggi pada bidang teknologi. Tentu saja hal tersebut mempengaruhi gaya hidup serta kebiasaan yang dimiliki. 

Bahkan, tidak hanya langkah milenial untuk menghasilkan uang, cara membelanjakan uang bahkan menjadi hal yang menarik. Banyak orang yang berpendapat jika gaya hidup milenial terlalu bebas dan tidak memikirkan masa depan. 

Lantas, seperti apa sebenarnya gaya hidup serta masalah keuangan dari generasi milenial ini. Berikut ini ulasan lengkapnya.

Pemborosan untuk Memenuhi Gaya Hidup Milenial

Sebenarnya, rata-rata pendapatan generasi milenial ini terbilang cukup besar, sayangnya, mereka melakukan pemborosan hingga akhirnya hanya dapat memenuhi kebutuhan pokoknya saja. Lantas, seperti apa pemborosan kaum milenial, ini dia selengkapnya:

Menonton live event

gaya hidup milenial - live event

Memang, bersenang-senang menjadi salah satu bagian dari kehidupan anak muda. Begitu juga dengan generasi milenial ini, generasi milenial lebih senang memberi pengalaman yang dapat dikenang bila dibanding membeli barang.

Inilah alasan mengapa gaya hidup milenial senang menonton live event atau live konser. Mereka juga gemar melakukan traveling. Meskipun hal ini terlihat sederhana, namun gaya hidup seperti ini memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Jika menonton live event hanya sesekali saja, mungkin tidak menjadi sebuah masalah, namun jika menonton live event hingga berkali-kali bahkan terjadwal, tentu pemborosan menjadi hal yang tidak terhindarkan. 

(Baca Juga: Gaya Hidup Konsumtif Punya Banyak Sekali Dampak Negatif)

Memilih layanan pengiriman cepat

gaya hidup milenial - pengiriman express

Generasi milenial sangat identik dengan hal-hal yang praktis, seperti gemar melakukan aktivitas belanja online. generasi milenial lebih menyukai pengiriman yang cepat, milenial tidak ingin menunggu lama ketika membeli salah satu barang.

Layanan pengiriman cepat tentu saja menjadi hal yang sangat membantu namun membutuhkan biaya yang cukup besar dibandingkan dengan layanan standar. Bila sering dilakukan tentu menimbulkan pemborosan. 

Membeli makanan cepat saji

gaya hidup milenial - membeli makanan cepat saji

Gaya hidup milenial yang paling mencolok adalah gemar melakukan pembelian makanan cepat saji. Generasi milenial biasanya jarang memasak atau menyiapkan sendiri makanan yang akan dikonsumsi, sehingga mereka lebih memilih makanan cepat saji.

Selain kurang sehat, makanan cepat saji juga memboroskan uang. Lebih baik membeli makanan di warung biasa, dibandingkan dengan membeli makanan cepat saji.

Masalah Keuangan Generasi Milenial Pada Gaya Hidup

Dengan gaya hidup demikian, tentu saja hal ini menimbulkan pemborosan tersendiri. Belum lagi sekarang ini begitu banyak pilihan pembayaran paylater yang bisa digunakan ketika berbelanja online atau memesan makanan.

Dengan kepraktisan pembayaran ini, generasi milenial mudah untuk berhutang. Hingga akhirnya terjerat dalam belenggu hutang. Ketika masa gajian tiba, gaji yang diterima hanya dapat digunakan untuk membayar tagihan-tagihan paylater yang dimiliki.

Selain membayar tagihan-tagihan paylater yang dimiliki, gaji generasi milenial juga habis untuk gaya hidup karena jajan setiap hari, membeli barang-barang yang tidak berguna secara online, enggan melakukan investasi dan yang lainnya. 

Bahkan, saat sudah memilih melakukan investasi, generasi milenial memilih investasi yang konservatif, atau jenis yang aman. Mereka lebih suka menyimpan uang di dalam tabungan dan enggan untuk mempelajari investasi lain karena dianggap kurang praktis.

Gaya Hidup Milenial yang Lebih Baik dengan Bijak Atur Keuangan

gaya hidup milenial - mengatur keuangan

Sebenarnya, mengikuti perkembangan gaya hidup tidak ada salahnya, namun bila hal ini tidak terkontrol dengan baik, tentu saja akan menimbulkan kekacauan finansial. Berikut beberapa tips cermat untuk mengelola keuangan bagi generasi milenial:

Mengurangi gaya hidup yang terlalu mewah

Memenuhi keinginan belanja atau pergi ke live konser sebenarnya tidak menjadi masalah, namun jangan hanya karena ingin menutupi gengsi Anda kemudian melakukannya. Jika hanya karena ingin menutupi gengsi, lebih baik dipikirkan kembali.

Berbelanja dengan berlebihan akan membuat keuangan merugi. Lebih baik hilangkan sifat negatif yang merugikan diri sendiri serta mulai memprioritaskan kebutuhan dibandingkan dengan keinginan. 

Anda juga dapat melakukan perbandingan sebelum berbelanja sehingga nantinya memperoleh harga yang terbaik. Tentunya hal ini bisa menimbulkan dampak positif untuk keuangan Anda. 

Jangan berhutang konsumtif

Gaya hidup milenial yang kurang tepat dan sering ditemukan adalah sering melakukan hutang konsumtif. Banyak milenial yang berhutang untuk memenuhi gaya hidup, mereka tidak berpikir masalah bunga tinggi dan cara membayar tagihannya.

padahal, jika terus menerus melakukan hal ini, sudah pasti akan menyulitkan diri sendiri ketika harus membayar tagihan. Apalagi jika tidak sanggup melakukan pembayaran, hal ini akan berlanjut pada menumpuknya hutang. 

Menggunakan kartu kredit dengan baik

Untuk memenuhi gaya hidup atau berbelanja, sebenarnya tidak ada salahnya bagi milenial memiliki kartu kredit. Namun pastikan dapat mengelolanya dengan baik. agar kondisi finansial baik, hindari menggunakan kartu kredit untuk membeli kebutuhan pokok.

Selain itu hindari menggunakan kartu kredit untuk penarikan tunai. Ingat, penarikan tunai pada kartu kredit memiliki bunga sangat tinggi sehingga lebih baik dihindari. 

Ubah Gaya Hidup Milenial untuk Masa Depan

Seperti yang sudah dijelaskan, milenial biasanya cenderung menikmati hidup untuk sekarang ini saja. Padahal, dengan berjalannya waktu, banyak hal yang harus diwujudkan. 

Penting bagi generasi milenial untuk mengubah gaya hidup yang kurang produktif guna mempersiapkan keuangan yang jauh lebih baik di masa mendatang seperti:

Berpikir dua kali sebelum mengeluarkan uang

Agar bisa memutuskan kapan waktu mengeluarkan uang dengan tepat, ketika ingin membeli sesuatu, Anda bisa berpikir dua kali. Contohnya saat ingin membeli sepatu. Apakah Anda sudah membutuhkan sepatu tersebut.

Ketika tidak membeli sepatu yang diinginkan, apakah Anda masih dapat menjalani hari dengan baik. jika sepatu yang akan dibeli digunakan untuk bekerja dan menunjang produktivitas bekerja, tentu sah-sah saja untuk dibeli. 

Memiliki tujuan keuangan yang jelas

Mempunyai rencana keuangan menjadi hal yang wajib, lebih-lebih ketika kita ingin mengatur kondisi keuangan kedepannya. Penting mempunyai tujuan dan rencana keuangan, hal yang paling utama adalah, tentukan tujuan keuangan yang ingin dicapai sekarang ini. 

Setelah menemukan tujuan keuangan yang jelas, Anda bisa menyusun rencana agar bisa sampai pada tujuan keuangan tersebut. Anda dapat menggunakan metode 50 / 30 / 20.

(Baca Juga: Cara Menabung yang Benar untuk Kepentingan di Masa Depan)

Menyiapkan dana pensiun

Generasi milenial memang masih berada di usia muda. Meskipun demikian, sangat penting untuk menyiapkan dana pensiun dari sekarang. 

Anda pasti tidak akan bekerja seumur hidup bukan, oleh sebab itu Anda memerlukan dana pensiun ini agar bisa memenuhi kebutuhan saat sudah tidak bekerja lagi. 

Menyiapkan dana pendidikan anak

Setiap orang tentu mendambakan hadirnya buah hati. Namun pastikan Anda juga mempersiapkan biaya pendidikan anak. Jangan sampai sebagai generasi milenial, Anda tidak sigap untuk menyadari hal seperti ini. 

Gaya Hidup Milenial yang Bahagia dan Tanpa Stress

Di zaman perkembangan teknologi hingga sosial media seperti sekarang, semua memang terlihat sangat menggoda. Apalagi ketika melihat bahagianya selebgram atau traveler yang rutin melakukan traveling. 

Tentu gaya hidup yang “terlihat bahagia” tersebut diidamkan bukan. Namun tentu saja gaya hidup seperti ini membutuhkan biaya yang sangat besar. sebenarnya, Anda bisa memiliki gaya hidup yang bahagia, tanpa stress dengan mudah, dengan cara berikut ini:

Mulai berpikir positif

Agar bisa hidup dengan bahagia, kunci utama yang harus ditanamkan adalah berpikir positif. Dengan berpikiran positif, pikiran dapat mencerminkan kualitas hidup. Sehingga, bila ingin bahagia dan sukses, Anda harus berpikir positif mulai dari sekarang.

Apapun beban hidup yang Anda miliki sekarang ini, Anda hanya perlu berprasangka baik saja atas semua yang terjadi. Lihat diri Anda dan mulai berkata positif seperti “semua akan baik-baik saja setelah hari ini”.

Menjaga kesehatan

Gaya hidup milenial sangat menyukai hal yang ebrbau praktis bahkan untuk masalah makanan. Sayangnya, makanan praktis dan siap saji kurang baik untuk kesehatan. Padahal, sehat menjadi sebuah kunci kebahagiaan. 

Saat Anda sehat, Anda bisa melakukan berbagai macam hal di dalam hidup. Untuk menjaga kesehatan, Anda bisa memperhatikan asupan makanan. Perbanyak makan sayur dan buah dibandingkan dengan junk food. Selain itu cukupi kebutuhan air putih.

Cintai diri sendiri

Apakah Anda sudah mencintai diri sendiri. Mencintai diri sendiri tidak dilakukan dengan berbelanja sebebas mungkin namun mulai menerima dan tidak membanding-bandingkan diri dengan orang lain. 

Tantangan generasi milenial adalah mempraktekkan hal-hal di atas. Buang rasa malas atau sekedar malas gerak. Setelah itu Anda bisa menanyakan kepada diri sendiri, gaya hidup milenial seperti apa yang ingin diwujudkan.

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts