Mengenal Kota Batam sebagai Kota Industri Dulu dan Kini

mengenal kota Batam

Banyak orang mengetahui kota Batam sebagai destinasi industri dan pariwisata, sehingga pentingnya mengenal kota Batam sebagai kota industri. Terlebih kota Batam memiliki letak strategis. 

Baca Juga : 10 Rekomendasi Kuliner di Batam yang Wajib Kamu Cobain

Beberapa tahun lalu, terkenal sebagai kota hiburan dan wisata. Bahkan Pemerintah pernah melegalkan perjudian di wilayah tersebut. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan daerah. Ternyata itu berhasil. 

Hal itu sangat menarik untuk kita ulas. Karena banyak keunikan yang bisa kita dapatkan dari artikel ini. Terlebih pertumbuhannya dari dulu hingga sekarang, memiliki cerita unik dan berbeda dengan kota lainnya.

Mengenal Kota Batam sebagai Kota Industri dan sejarahnya

mengenal kota Batam

Sebagai kota terbesar di Kepulauan Riau, Batam memiliki tiga pulau di wilayah tersebut, yaitu pulau Batam, Pulau Rempang dan pulau Galang serta beberapa pulau kecil lainnya. 

Pulau-pulau kecil tersebut berada di sekitar kawasan selat Singapura dan Malaka. Sementara 3 pulau terbesar itu terhubung dengan adanya jembatan Barelang. Selain itu, Kawasan tersebut bagian dari kawasan perdagangan bebas. 

Pertumbuhannya cukup pesat, meskipun belum banyak orang mengenal kota Batam sebagai kota industri sehingga memiliki jumlah penduduk sekitar 1.037.187 jiwa. Batam bagian dari jalur perdagangan bebas meliputi Batam-Bintan dan Karimun. 

Pada tahun 1970-an Pemerintah menetapkan kota tersebut untuk dijadikan Kawasan khusus untuk pengolahan gas dan minyak bumi. Hal tersebut juga membuat pertumbuhan ekonominya semakin meningkat. 

Wilayah tersebut menjadi ujung tombak perekonomian kepulauan Riau. Volume perdagangan ekspornya mencapai 70% lebih dari total perdagangan ekspor di kepulauan Riau. Itulah mengapa pertumbuhannya layak dipertahankan. 

Berdasarkan hal itu, pentingnya mengenal kota Batam sebagai kota industri. Terlebih sekarang Indonesia menjadi negara terbaik untuk investasi pada perdagangan modern. Maka, wilayah tersebut harus mendapatkan perhatian serius. 

Selain itu, pertumbuhan infrastrukturnya patut diacungi jempol. Infrastrukturnya bisa menjadi daya tarik investor luar negeri. Sehingga perekonomian di kepulauan Riau lebih kokoh. Pembangunan infrastrukturnya menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi.

Alasan Batam Belum Bisa Menyaingi Singapura

Kawasan tersebut menjadi penggerak ekonomi di kepulauan Riau. Siapa sangka, kawasan yang dulu merupakan sebuah rawa menjadi kawasan perekonomian modern. Bahkan Pemerintah menetapkannya sebagai kawasan industri dan investasi. 

Terlebih lokasinya strategis dan berdekatan dengan negara termaju di Asia Tenggara, yakni Singapura. Sehingga banyak calon investor ingin mengenal wilayah ini dan menuai keuntungan. 

Mengenal kota Batam sebagai kota industri untuk pertumbuhan wilayah ini masih belum mampu menyaingi Singapura, padahal lokasinya sangat berdekatan. Dengan kata lain, wilayah ini dan Singapura merupakan satu jalur perdagangan. 

Ternyata ada beberapa alasan yang membuat wilayah ini belum bisa menyaingi Singapura. Padahal, wilayah ini memiliki infrastruktur lebih baik dan Pemerintah harus memberikan perhatian lebih untuk menjadikannya wilayah industri modern. Ini alasan-alasan ketertinggalannya.

Waktu, Dana dan Usaha Harus Lebih Maksimal

Alasan pertama mengapa masih tertinggal dengan Singapura, karena tidak memiliki waktu, dana dan usaha yang maksimal. Terlebih saat itu, wilayah ini merupakan sebuah rawa yang tidak terurus. 

Hal ini berarti pemerintah pusat harus membangunnya dari nol. Tentu saja hal itu membutuhkan waktu, dana dan usaha lebih banyak. Terlebih untuk membangun wilayah industri tidak bisa kita lakukan dalam waktu singkat. 

Saat itu, penduduknya hanya berjumlah sekitar 600 jiwa. Dengan lingkungan yang mayoritas hutan, membuat kawasan ini merupakan kawasan sulit untuk mendapatkan pasokan listrik dan air bersih. 

Dengan demikian, akan sulit membuatnya menjadi kawasan industri. Bukan berarti tidak bisa tetapi membutuhkan lebih banyak waktu. Hingga pada akhirnya, Kawasan ini memiliki bandara dan Pelabuhan. 

Pertumbuhannya menjadi Kawasan industri mulai terlihat sedikit demi sedikit. Wilayah industri di Batam saat ini mengalami peningkatan meskipun belum seutuhnya. Karena membutuhkan dana lebih besar untuk membangunnya, sehingga harus mengenal kota Batam sebagai kota industri.

Presiden Soeharto Lengser

Pada tahun 1970-an, Presiden Soeharto sebagai penggerak pembangunan, mulai membenahi tata wilayah. Termasuk wilayah ini mulai dilirik untuk menjadi kawasan industri yang potensial. 

Sayangnya, presiden Soeharto lengser pada tahun 1998. Sehingga proyek pengembangan wilayah ini menjadi Kawasan industri harus tertunda. Terlebih adanya sistem otonomi daerah yang membuat proyek Pembangunan ini tertunda. 

Barulah pada tahun 2019, perencanaan pembangunannya mulai digagas kembali oleh presiden Jokowi. Presiden Jokowi menetapkan kembali untuk menjadikannya sebagai kawasan industri modern.

Terbukti dengan penandatanganan peraturan pemerintah, yaitu Peraturan Pemerintah No. 62 mengenai perubahan kedua atas peraturan pemerintah, dan juga no.46 mengenai jalur dan kawasan perdagangan bebas. 

Munculnya Kawasan Industri Baru di Negara Tetangga 

Tidak akan ada yang mengira jika kawasan berawa ini menjadi wilayah industri modern, bahkan menjadi daya tarik investor. Bahkan di Asia Pasifik, menjadi kawasan industri yang diperhitungkan. 

Sayangnya, wilayah ini mulai tidak diperhatikan lagi dan banyak orang belum mengenal kota Batam sebagai kota industri. Program pembangunan yang direncanakan sebelumnya seakan berjalan di tempat. Kini, membuatnya tertinggal jauh dengan beberapa negara yang telah membangun kawasan industrinya. 

Sebut saja Vietnam dan Malaysia telah membangun kawasan industri berbasis teknologi canggih. Hal itu membuat wilayah ini kehilangan popularitasnya sebagai kawasan industri. Bahkan di negeri sendiri, wilayah ini tidak terdengar gaungnya. 

Meskipun demikian, generasi penerus bangsa dan negara ini harus mengenal wilayah tersebut menjadi Kawasan investasi. Setidaknya melanjutkan perencanaan pembangunan yang menjadi potensi besar untuk menarik investor. 

Karena menarik banyak investor benar-benar kita butuhkan untuk menata proyeksi pertumbuhan negara ini menjadi lebih baik. Namun, masih banyak pihak yang menganggap sebelah mata hal ini, karena belum mengenal kota Batam sebagai kota industri pada saat itu.

Padahal beberapa fakta menyebutkan bahwa wilayah tersebut menyumbangkan volume terbesar dalam perdagangan. Sehingga wilayah ini menjadi ujung tombak perekonomian di Kepulauan Riau. Informasi ini merupakan berita baik untuk menata perekonomian. 

Prediksi Kota Batam Sebagai kota Industri di Masa Mendatang

Perekonomian Batam terus bertumbuh sejak menjadi Kawasan investasi. Meskipun pembangunannya sempat vakum tetapi perlahan tapi pasti, kawasan ini mulai menunjukan taringnya kembali. 

Atas peranan beberapa pihak, kini kita mengenalnya sebagai kota Industri. Dengan demikian, hal tersebut memancing investor asing untuk mengembangkan investasi di wilayah tersebut. Sehingga pertumbuhan proyeksi ekonomi Batam Kembali meningkat. 

Maka wajar bila Batam menjadi ujung tombak perekonomian di kepulauan Riau pada saat ini, khususnya dan di Indonesia pada umumnya. Bahkan aktivitas investasi tidak hanya untuk saat sekarang saja, melainkan hingga masa-masa mendatang. 

Pihak terkait yang mengenal kota Batam sebagai kota industri sedang merencanakan adanya pertumbuhan jenis industri baru. Tujuannya agar menarik banyak investor untuk menanamkan modalnya lebih besar pada masing-masing jenis industri.

Kini, Batam tidak hanya memiliki satu jenis industri, melainkan beberapa jenis industri sehingga Batam memiliki peningkatan nilai investasi. Tentu saja berpengaruh pada proyeksi pertumbuhan ekonomi di Kawasan tersebut. 

Apabila kita melihat skema industri di Batam, cukup potensial terjadi peningkatan nilai investasi pada tahun-tahun mendatang. Sehingga Batam menjadi satu-satunya kawasan investasi terbesar di Indonesia. 

Pembangunan Batam sebagai kawasan investasi bukanlah hal baru. Bahkan, beberapa kompetitor dari negara tetangga telah mengenal kota Batam sebagai kota industri dan memprediksi bahwa Batam akan menjadi kompetitor terberat di Kawasan Asia Pasifik. 

Bukan tidak mungkin, investor yang mengenal kota Batam bisa saja mengalihkan uangnya ke Batam. Tentunya, ini dapat merugikan negara-negara kompetitor. 

Kenali Jenis-jenis Industri di Kota Batam

mengenal kota Batam

Pembangunan wilayah tersebut Kembali menggeliat setelah BJ Habibie sebagai ketua Otorita membangun infrastruktur untuk melengkapi perkembangan industrinya. Kawasan ini juga mulai memiliki fasilitas lengkap, mulai dari rumah sakit hingga pasokan listrik. 

Barulah pada tahun 1990, pertumbuhan pabrik di kota tersebut semakin meningkat. Bahkan mencapai 300%. Pekerja dari berbagai kota di Indonesia mulai pindah ke Batam. 

Awalnya, hanya bergerak pada pengolahan minyak dan gas bumi. Kini Perusahaan manufaktur di kota ini juga semakin berkembang dan mengenal kota Batam sebagai kota industri. Berikut jenis-jenis industri di Batam:

  • Makanan
  • Minuman
  • Tekstil
  • Pengolahan Tembakau
  • Kulit atau barang dari kulit dan alas kaki
  • Barang dari kayu dan gabus
  • Barang dari kertas
  • Percetakan atau reproduksi media rekaman
  • Batu bara dan minyak bumi
  • Bahan dan barang kimia.
  • Farmasi dan obat-obatan.
  • Karet dan plastik
  • Barang galian non-logam
  • Logam dasar
  • Barang logam 
  • Computer dan optic
  • Peralatan listrik
  • Mesin dan perlengkapannya. 
  • Kendaraan bermotor
  • Alat angkutan lainnya
  • Furniture
  • Pengolahan lainnya
  • Jasa reparasi

Baca Juga : Rencana Kunjungi Wisata Medan, Simak Caranya Berikut!

Batam tumbuh menjadi kota yang banyak menarik perhatian investor. Bahkan disegani oleh para kompetitor. Siapa sangka dari kota rawa menjadi kota modern sehingga pentingnya mengetahui mengenal kota Batam sebagai kota industri.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts