Menelusuri Evolusi Permainan Anak-anak dari Dulu hingga Sekarang

Menelusuri Evolusi Permainan Anak-anak dari Dulu hingga Sekarang
Menelusuri Evolusi Permainan Anak-anak dari Dulu hingga Sekarang

Ragam permainan anak ternyata mengalami evolusi cukup besar. Jika flashback ke zaman dahulu, mainan anak-anak sangat mengandalkan aktivitas fisik. Misalnya saja petak umpet, ular naga, hingga layang-layang.

Baca juga : Berkenalan Dengan Festival Coachella yang Viral Beberapa Waktu Belakangan

Zaman semakin berkembang, lingkungan tumbuh juga turut berubah. Hal ini ternyata berimbas ke trend mainan yang juga turut berubah. Untuk lebih mengenali evolusi dari hal tersebut, kenali beberapa ragam mainan anak dari masa ke masa. 

Ragam Permainan Anak Zaman Dahulu yang Asyik Dimainkan

Ragam Permainan Anak Zaman Dahulu yang Asyik Dimainkan
Ragam Permainan Anak Zaman Dahulu yang Asyik Dimainkan

Jenis mainan yang dilakukan anak-anak sebelum era modern, lebih mengutamakan aktivitas fisik. Walau saat ini sudah jarang dimainkan, sebenarnya jika dilakukan sekarang terasa sangat menyenangkan. Beberapa jenisnya yang dapat dikenali diantaranya:

  • Ular Naga Panjang

Anda yang lahir di tahun 80 atau 90an pasti tidak asing dengan permainan satu ini. Ular naga panjang dimainkan minimal 7 orang, maksimal tidak terhingga. Untuk memainkannya, ada formasi yang harus dibentuk.

Pertama, dua orang pemain harus membentuk tangan mereka menjadi terowongan. Pemain lainnya berbaris layaknya ular dan melewati terowongan tersebut. Jika ada pemain yang tertangkap di terowongan dianggap gagal, serta harus menggantikan menjadi terowongan. 

  • Bola Bekel

Bola bekel biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Akan tetapi, anak laki-laki zaman dahulu juga memainkannya. Mainan unik ini memakai media bola karet khusus, serta batu. Batu juga bisa diganti menjadi kerang, dengan jumlah 5-6.

Bermain bola bekel sangat mudah. Bola karet dilambungkan tidak terlalu tinggi, kemudian sembari menunggu bola ke tanah, pemain mengambil kerang dengan tangan yang sama saat melambungkan bola.

Pemain dianggap menang jika berhasil melewati setiap tantangan yang disediakan. Jika kalah, bola tidak akan tertangkap, atau kerang yang diambil tidak bisa diambil semuanya. Pemain yang kalah berhak memberikan kerang koleksinya ke pemenang.

  • Lompat Tali

Lompat tali merupakan permainan yang sangat menguji ketangkasan para pemainnya. Media yang dipakai adalah karet gelang yang disusun menjadi tali. Karet gelang tersebut nantinya akan dipegang oleh dua orang.

Sedangkan pemain lainnya harus melompat dengan ketinggian beragam. Pemain dianggap menang jika mampu melewati setiap ketinggian lompatan. Sedangkan bagi yang kalah, berarti tidak bisa melewati lompatan, serta harus bergiliran memegang tali. 

  • Petak Umpet

Jenis permainan ini juga sering disebut hide and seek di kawasan Eropa. Petak umpet sangat berguna untuk melatih ketangkasan, strategi, serta kecepatan. Untuk jumlah pemainnya tidak terbatas, bisa minimal 2 orang.

  • Cara Bermain Petak Umpet

Bermain bisa dimulai dari mengundi siapa yang kalah. Pemain yang kalah dalam undian diwajibkan berjaga. Petak umpet dimulai saat pemain penjaga menutup matanya, dan menghitung sampai bilangan 10. 

Saat dihitung, pemain lain harus sembunyi di tempat yang tidak boleh ketahuan. Jika hitungan sudah tuntas, saatnya penjaga untuk mencari pemain. Penjaga dianggap kalah jika saat meninggalkan pos penjagaan, pemain yang bersembunyi memasuki area pos. Sedangkan jika ada yang bersembunyi dan tertangkap, berarti giliran untuk menjadi penjaga setelahnya. 

  • Kelereng

Permainan kelereng juga sering disebut gundu. Zaman sekarang, bermain kelereng sudah sangat jarang dilakukan. Walau demikian, tetap meninggalkan kesan nostalgia tersendiri. Gundu atau kelereng ini sangat berguna untuk melatih strategi dan fisik.

  • Cara Bermain

Jika ingin bermain kelereng, cara memainkannya tergolong mudah. Anda hanya perlu menyiapkan tempat di tanah luas. Setelah itu, kumpulkan jumlah pemain, minimal 2 orang. Kelereng diletakkan di tengah dengan jumlah tertentu, kemudian dilingkari sebagai batas.

Setelah itu, pemain harus memiliki satu buah kelereng sebagai peluru. Cara bermainnya hanya menjentikkan kelereng peluru ke lingkaran. Kelereng yang berhasil keluar, berhak menjadi milik pemain. 

  • Congklak

Anda akan bernostalgia dengan mainan satu ini. Congklak dimainkan dengan papan berlubang, dengan jumlah pemain 2 orang. Papan tersebut berisikan 16 lubang, serta biji sawo atau batu yang menjadi alat utama lainnya.

  • Cara Bermain

Untuk cara bermainnya, dimulai dari suit diantara pemain. Bagi pemenang suit adalah orang pertama yang menjalankan biji-bijian. Pemain harus mengisi tiap lubang dengan biji yang dimilikinya. Langkah akan terhenti jika biji terakhir menempati lubang kosong, dan dianggap menang jika bisa mengambil biji atau batu paling banyak. 

  • Layang-layang

Permainan anak zaman dahulu ini sebenarnya masih banyak yang melakukannya. Biasanya aktivitas layang-layang terpusat di daerah pesisir, yang kondisi anginnya kondusif. Bahkan di era modern, layang-layang kerap diperlombakan.

Layang-layang dibuat dari kerangka bambu tipis, kemudian dilapisi kertas aneka warna. Zaman dahulu, anak-anak menerbangkannya di lapangan terbuka saat musim kemarau. Saat ini, bentuk layangan sudah berevolusi menjadi lebih kompleks, bahkan sampai diperlombakan. 

Permainan Anak Zaman Modern, Evolusi dari Era Tradisional

Setiap zaman memang ada perkembangannya tersendiri. Hal ini juga berlaku bagi sebuah permainan anak yang ternyata banyak mengalami perubahan. Beberapa jenis mainan ini tidak lagi banyak mengandalkan aktivitas fisik, layaknya di era dahulu, diantaranya:

  • Balance Bike

Balance bike merupakan sepeda yang didesain tanpa pedal, dan saat ini pamornya sedang melonjak. Sepeda ini memiliki roda dua, dengan mengandalkan daya dorong. Daya dorong ini dipakai untuk menggerakkan sepeda.

Manfaat dari balance bike sendiri sangat besar. Permainan satu ini bisa berguna melatih otot kaki. Selain itu, koordinasi dan rasa percaya diri juga bisa ditingkatkan dengan sepeda keseimbangan ini. 

  • Lego

Walau sudah dikenal lama, ternyata lego seolah tiada matinya. Bahkan semakin populer di era modern. Bentuk lego memang kecil secara satuan, tetapi warnanya bervariasi. 

Umumnya para pemain lego ini akan meningkatkan kreativitasnya dalam menyusun. Bahkan tidak hanya anak-anak yang gemar menyusun lego. Kalangan dewasa juga ada yang suka bermain lego, bahkan sampai mengoleksinya dalam bentuk beragam. 

  • Squishy 

Anak-anak era milenial sangat suka bermain squishy. Permainan ini sebenarnya sederhana. Pemain hanya memegang squishy yang teksturnya kenyal. Biasanya bentuk mainan ini sangat bervariasi, bahkan ada yang ukurannya besar layaknya boneka. 

Bentuknya yang bervariasi, sangat menarik perhatian anak-anak. Bahkan tidak jarang orang dewasa juga menyukainya. Fungsi dari squishy ternyata dapat melatih motorik anak. Bahkan bisa meningkatkan fungsi gerak lain dari buah hati Anda. 

  • Slime

Berbeda dengan squishy, slime memiliki tekstur yang lebih lembek. Warna dari mainan ini sangat bervariasi, dan biasanya cenderung ke tampilan terang. Bentuknya sebenarnya biasa saja, hanya berupa gumpalan.

Akan tetapi, anak-anak zaman sekarang sangat menyukainya. Tujuan dari permainan ini sebenarnya sangat bermakna. Anak bisa dilatih mengenal tekstur, menyalurkan emosi, sampai lebih kreatif walau hanya dimainkan sendiri. 

  • Miniatur Kendaraan

Salah satu jenis permainan anak yang banyak disukai anak zaman sekarang adalah miniatur kendaraan. Kendaraan yang berbentuk kecil ini sangat beragam jenisnya. Ada yang berbentuk truk, ekskavator, mobil mini, motor, dan masih banyak lagi.

Fungsi mainan ini sangat bagus untuk melatih motorik gerak anak. Selain itu, bentuknya yang beragam membuat anak semakin mengenal benda di sekitarnya. Biasanya bermain dengan miniatur kendaraan ini bisa dilakukan sendiri, atau dengan anak lainnya. 

Mengapa Anak-anak Harus Bermain, Apa Manfaatnya?

Mengapa Anak-anak Harus Bermain, Apa Manfaatnya?
Mengapa Anak-anak Harus Bermain, Apa Manfaatnya?

Walau ketika dewasa dianggap tidak penting, nyatanya permainan bagi anak-anak memegang peranan penting. Melalui bermain, ada sejumlah hal dari anak yang dapat terpicu pertumbuhannya. Diantara manfaat berikut, tentu wajib diketahui.

  • Fungsi Kognitif Meningkat

Fungsi kognitif bisa juga disebut sebagai fungsi anak bergerak. Bermain ternyata bisa menstimulasi gerak dengan memakai cara menyenangkan. Anda bisa membimbing anak menggerakkan anggota badannya secara lebih menyenangkan, berhitung, dan melakukan aktivitas lainnya.

  • Mengasah Kemampuan Komunikasi

Mengapa bermain bisa bermanfaat meningkatkan kemampuan verbal anak? Ternyata saat bermain, anak akan terpacu menyebutkan benda yang dimainkannya. Selain itu, ada proses menceritakan imajinasi saat bermain, sehingga bisa memicu peningkatan komunikasi anak. 

  • Memicu Kreatifitas

Siapa sangka jika bermain yang dianggap buang-buang waktu bisa memicu kreativitas. Saat melakukan kegiatan ini, anak bisa mengembangkan proses berpikir. Selain itu, ide-ide baru akan terbentuk sehingga bisa memicu kreativitas.

Agar kreatifitas anak semakin terpacu, orang tua harus memberikan kebebasan ruang. Akan tetapi, tetap kontrol dari kejauhan agar bermain tidak sampai berlebihan. 

  • Anak Menjadi Tidak Jenuh

Berbeda dengan orang tua, anak-anak tentu lebih sedikit kegiatan yang bisa dilakukan. Hal ini bisa berakibat jenuh sehingga anak bisa menjadi rewel. Agar tidak lekas jenuh, bermain bisa dilakukan, untuk mengisi waktu mereka, selain makan dan tidur. 

Baca juga : Kumpulan Nama Bayi Laki-Laki Islami yang Memiliki Makna Baik

Ternyata dari perubahan zaman, aneka model dalam bermain mengalami perubahan cukup besar. Jika dahulu lebih mengutamakan aktivitas fisik, mainan sekarang memang terkesan cukup pasif. Tentunya aneka permainan yang disebutkan di atas sama-sama memiliki peran bagus untuk perkembangan anak.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts