Yuk, Cari Tahu! Siapa Saja yang Wajib Menjalankan Ibadah Puasa

Siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa

Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang mulia di mana umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa. Tetapi, tidak semua umat muslim wajib melaksanakan puasa di bulan Ramadhan apabila mereka tidak memenuhi syarat wajib dan syarat sah berpuasa di bulan Ramadhan. Sebagai gantinya, siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa dan berhalangan untuk puasa di bulan Ramadhan, maka wajib mengganti puasa di hari yang lain. 

Lalu, apa sajakah syarat wajib dan syarat sahnya puasa? Siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan? Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya, mari simak ulasan tentang syarat wajib dan syarat sah berpuasa di bulan Ramadhan berikut ini. 

Syarat Wajib Puasa Ramadhan

Untuk mengetahui siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan,  Anda perlu mengetahui terlebih dahulu tentang syarat wajib dan sah berpuasa. Ada 6 syarat wajib dan sah berpuasa. Apa sajakah itu? Ini 6 syarat wajib dan sah puasa berikut ini.  

1. Islam

Siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa - islam

Syarat wajib dan sah puasa yang pertama yaitu memeluk agama islam dan beriman kepada Allah SWT. Jadi, bagi seluruh umat muslim wajib untuk menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. 

2. Berakal Sehat/Tidak Gila

Siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa - Berakal sehat

Syarat wajib dan sah yang kedua yaitu tidak gila atau berakal sehat. Jadi, orang gila tidak wajib untuk menjalankan ibadah puasa dan yang wajib menjalankannya hanya orang yang berakal sehat saja. 

3. Baligh

Siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa - Baligh

Baligh artinya seseorang telah memiliki cukup umur untuk membedakan mana yang batil dan mana yang haq. Selain itu, biasanya indikator baligh yaitu apabila seorang anak perempuan telah mengalami haid pertamanya dan seorang anak laki-laki telah mengalami pubertas. 

Oleh karena itu, seorang anak yang sudah baligh wajib untuk menjalankan ibadah puasa. Jika tidak, maka akan mendapatkan dosa. Maka dari itu, penting untuk melatih anak untuk berpuasa sejak dini agar tidak kesulitan untuk berpuasa jika sudah mencapai waktunya. 

(Baca Juga: Mengapa Puasa Ramadhan Wajib? Ini Dia 4 Alasan Mengapa Puasa Ramadhan Itu Wajib)

4. Mampu

Siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa - Mampu

Syarat wajib dan sah puasa yang keempat yaitu mampu untuk melaksanakan puasa. Bagaimana maksudnya? Mampu berarti orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa harus sehat baik rohani maupun jasmani. Selain itu, seorang musafir atau yang sedang bepergian jauh juga boleh untuk tidak berpuasa. 

Meski demikian, mereka tetap wajib mengganti puasa di hari yang lain sebanyak hari mereka tidak berpuasa di bulan Ramadhan. 

5. Suci dari Haid dan Nifas

Siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa - Suci dari haid dan nifas

Syarat ini hanya berlaku bagi perempuan muslim saja. Jadi, perempuan muslim yang sedang haid (menstruasi) dan nifas, tidak wajib untuk berpuasa namun harus mengganti di hari lain selain di bulan Ramadhan. 

6. Mengetahui Awal Ramadhan

Siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa - Mengetahui awal ramadhan

Syarat lainnya yaitu mengetahui awal bulan bulan Ramadhan. Bagaimana caranya agar mengetahui awal bulan Ramadhan? Caranya yaitu dengan melihat hilal secara langsung atau dengan melalui saksi terpercaya yang telah melihat adanya hilal, seperti putusan KEMENAG RI. 

Nah, itulah siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dan siapa saja yang boleh tidak berpuasa namun wajib mengganti di hari yang lain. Setelah Anda mengetahui siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa, ada baiknya Anda juga mengetahui hal-hal yang dapat membatalkan puasa di bawah ini. 

Hal-hal yang Dapat Membatalkan Puasa

Berikut adalah hal-hal yang bisa membatalkan ibadah puasa sesuai dengan kitab karangan Syekh Muhammad bin Qasim al-Ghazi yaitu kitab Fathul Qorib Mujib. 

1. Muntah yang disengaja

Apabila seseorang sedang berpuasa dan dia muntah dengan sengaja, maka puasa orang tersebut batal. Hal ini karena muntah yang disengaja termasuk dalam hal yang bisa membatalkan puasa. Dengan demikian, orang tersebut wajib untuk mengganti puasanya di hari lain di luar bulan Ramadhan. 

Lalu, bagaimana dengan orang yang tidak sengaja muntah? Apakah juga batal puasanya? Jawabannya adalah tidak. Orang yang tidak sengaja muntah tidak batal puasanya, sehingga bisa melanjutkan puasanya dan tidak wajib untuk mengganti puasa. 

2. Memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh

Hal lainnya yang dapat membatalkan puasa yaitu apabila seseorang memasukkan sesuatu ke dalam lubang tubuh, seperti telinga, hidung, mulut, dan lainnya. Merokok juga salah satu hal yang dapat membatalkan puasa karena memasukkan sesuatu ke lubang mulut. 

3. Bersetubuh di siang hari

Bersetubuh di siang hari juga merupakan hal yang dapat membatalkan puasa. Orang yang bersetubuh wajib mengganti puasanya dengan membayar kafarah memerdekakan budak yang mukmin. 

Namun, karena zaman sekarang sudah tidak ada perbudakan, maka wajib puasa selama dua bulan berturut-turut di luar bulan Ramadhan. Jika tidak mampu,  maka orang yang bersetubuh wajib untuk membayar fidyah sebesar satu mud, atau setara dengan berat zakat fitrah, kepada 60 orang fakir miskin. 

4. Haid dan Nifas

Haid atau menstruasi dan nifas juga hal yang bisa membatalkan puasa, karena suci dari hadats besar adalah syarat sah dari puasa. Jadi, setiap perempuan yang sedang haid dan nifas wajib mengganti puasanya di hari lain selain bulan Ramadhan. 

5. Mabuk

Orang yang kehilangan akal, seperti orang mabuk, ketika berpuasa juga dapat membatalkan puasa. 

6. Keluar sperma disengaja

Hal lainnya yang bisa membatalkan puasa yaitu ketika seseorang laki-laki muslim mengeluarkan sperma dengan disengaja. Namun, apabila keluar sperma tidak disengaja, seperti mimpi basah, maka tidak akan membatalkan puasa. 

(Baca Juga: Pahami Yuk Tentang Jenis Jenis Puasa Dan Manfaatnya)

7. Murtad/ keluar dari agama islam

Salah satu syarat sah dan wajib puasa adalah beriman kepada Allah SWT. Oleh karena itu, jika seseorang murtad dari agama islam, maka puasanya akan batal karena tidak memenuhi syarat wajib dan sah puasa tersebut. 

Hikmah Puasa Ramadhan

Setelah mengetahui tentang siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa serta syarat sah dan wajib puasa, Anda juga perlu mengetahui hikmah puasa Ramadhan agar lebih memahami pentingnya puasa Ramadhan. 

1. Meningkatkan ketaqwaan 

Dengan menjalankan ibadah puasa yang baik dan benar maka akan meningkatkan ketaqwaan seorang muslim. Ketaqwaan berarti menjalankan segala sesuatu yang telah Allah SWT perintahkan serta menjauhi segala laranganNya. Oleh karena itu, dengan menjalankan puasa Ramadhan, seorang muslim telah mencerminkan perilaku taqwa kepada Allah SWT. 

2. Memahami penderitaan orang yang kurang mampu

Hikmah yang paling utama yaitu orang berpuasa dapat merasakan dan memahami penderitaan saudaranya yang kurang mampu. Dengan demikian, diharapkan untuk lebih menumbuhkan rasa saling tolong menolong antara yang kaya dan yang miskin. 

3. Waktu yang tepat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah

Hikmah yang selanjutnya yaitu bulan Ramadhan adalah kesempatan bagi seluruh umat muslim untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Perbanyak amalan ibadah dan sunnah untuk lebih dekat kepada Allah SWT di bulan yang mulia ini. 

4. Memperbanyak ladang sedekah

Selain sebagai waktu yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bulan Ramadhan juga bulan yang penuh kebaikan di mana Allah akan melipat gandakan amalan seseorang. Salah satu contoh ibadahnya yaitu dengan memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, perbanyaklah sedekah di bulan Ramadhan. 

Nah, itulah beberapa hikmah berpuasa di bulan Ramadhan yang perlu Anda ketahui dan pahami. Selain memiliki berbagai hikmah, berpuasa juga memiliki segudang keutamaan. Apa sajakah itu? Ini dia keutamaan-keutamaan berpuasa di bulan Ramadhan. 

Keutamaan-keutamaan di Bulan Ramadhan

Salah satu keutamaan bulan Ramadhan yang tidak ada di bulan lainnya yaitu malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar disebut juga malam seribu bulan yang memiliki kebaikan lebih baik daripada seribu bulan. Oleh karena itu, pada malam ini umat islam dianjurkan untuk melakukan amalan ibadah sebanyak-banyaknya karena pahalanya akan dilipat gandakan. Sebaliknya, umat muslim dilarang untuk melakukan maksiat karena dosanya juga akan dilipatgandakan.  

Keutamaan lainnya yaitu bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, sebuah kitab suci yang menjadi petunjuk, pembeda antara yang haq dan yang batil, serta penjelas bagi seluruh umat muslim di dunia. Di bulan Ramadhan juga sangat istimewa karena di bulan ini seluruh pintu kebaikan terbuka dan pintu neraka ditutup rapat-rapat. Maka dari itu, sebaiknya umat muslim memanfaatkan keutamaan ini untuk memperbanyak ibadah dan mengurangi dosa. 

Baiklah, demikian penjelasan tentang siapa saja yang wajib menjalankan ibadah puasa, syarat wajib dan sah puasa, hikmah puasa, dan keutamaan bulan Ramadhan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi Anda, ya. 

Total
2
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts