Ancaman Resesi Ekonomi Global, Penyebab dan Cara Menghadapinya

Ancaman Resesi Ekonomi Global, Penyebab dan Cara Menghadapinya
Ancaman Resesi Ekonomi Global, Penyebab dan Cara Menghadapinya

Ancaman resesi ekonomi global semakin menguat gaungnya. Pandemi Covid-19 yang melanda dunia selama kurang lebih dua tahun dianggap sebagai salah satu penyebab melemahnya ekonomi dunia.

Melihat berita mengenai melemahnya ekonomi di berbagai negara, menimbulkan ketakutan bahwa resesi ekonomi akan menjadi nyata. Jika benar terjadi maka dampaknya sangat signifikan.

Baca juga : Pengertian Kode Klasifikasi Lapangan Usaha dan Strukturnya

Apa yang Dimaksud dengan Resesi Ekonomi

Apa yang Dimaksud dengan Resesi Ekonomi
Apa yang Dimaksud dengan Resesi Ekonomi

Para pakar ekonomi banyak berbicara tentang ancaman terhadap perekonomian dunia yang akan menimbulkan masalah yang sangat besar. Apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan resesi ekonomi?

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai resesi ekonomi global, ada baiknya kalian tahu pengertian resesi ekonomi itu sendiri. Setelah memahami artinya kalian bisa menggali lebih dalam penyebab dan cara menghadapinya.

Definisi dari resesi ekonomi yaitu menurunnya kegiatan ekonomi secara signifikan dan berlangsung dalam waktu yang lama. Adanya penurunan kegiatan ekonomi ini akan memicu terjadinya hal yang lebih besar.

Menurunnya kegiatan ekonomi bisa menyebabkan banyak perusahaan gulung tikar sehingga tingkat pengangguran melonjak tajam. JIka hal ini terjadi secara masif maka kebangkrutan ekonomi negara sudah di depan mata. 

Secara kasat mata, penurunan kegiatan ekonomi mulai terjadi sejak masa pandemi Covid-19 merebak. Ketiadaan kegiatan sosial menyebabkan kerugian yang besar secara ekonomi. 

Apa Penyebab Terjadinya Resesi Ekonomi?

Apa Penyebab Terjadinya Resesi Ekonomi?
Apa Penyebab Terjadinya Resesi Ekonomi?

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya resesi ekonomi. Jika kita mengetahui penyebabnya maka diharapkan dapat melakukan tindakan untuk menghindarinya sehingga resesi ekonomi tidak sampai terjadi.

  • Terjadinya Guncangan Terhadap Dunia Ekonomi

Adanya guncangan yang sangat mendadak dan tak terduga terhadap tatanan perekonomian bisa menyebabkan munculnya resesi ekonomi. Contohnya adalah pandemi Covid-19 selama beberapa tahun terakhir.

Pada masa pandemi daya beli masyarakat menurun drastis. Lemahnya daya beli diakibatkan oleh menurunnya pendapatan yang menyebabkan permasalahan keuangan. Hal inilah yang menyebabkan potensi resesi ekonomi global.

Macetnya dunia ekonomi akibat serangan Covid-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian, atau minimal dirumahkan dikarenakan perusahaan tempat bekerja mengalami kebangkrutan.

Kondisi ini diperparah dengan dunia usaha yang juga mengalami hal yang sama. Melemahnya daya beli masyarakat membuat berbagai jenis usaha gulung tikar. 

Akibat terparah dari kondisi ini adalah negara terpaksa harus menunda pembayaran hutang dan membayar bunga yang lebih tinggi. Jika dibiarkan berlarut maka akan sampai pada kondisi tidak sanggup membayar lagi.

  • Tingginya Inflasi Selama Periode Tertentu

Resesi ekonomi global bisa juga terjadi akibat adanya inflasi yang tinggi selama periode tertentu. Inflasi merupakan suatu kondisi di mana harga barang dan jasa melonjak tinggi sehingga sulit dijangkau masyarakat.

Inflasi yang berlebihan akan membuat daya beli menjadi lemah dan berpengaruh pada penjualan. Rendahnya volume penjualan membuat produksi menurun bahkan terhenti.

Jika dibiarkan maka akibat terburuknya adalah perusahaan mengalami kebangkrutan dan tingkat pengangguran di masyarakat meningkat. Kondisi ini memicu tingginya tingkat kemiskinan dan akhirnya menimbulkan resesi.

  • Meningkatnya Suku Bunga Untuk Melindungi Nilai Mata Uang

Penyebab resesi ekonomi global berikutnya adalah suku bunga yang terlampau tinggi akibat adanya inflasi. Tingginya inflasi membuat pihak perbankan memutuskan untuk meningkatkan suku bunga.

Kondisi ini semakin parah dengan melemahnya daya beli masyarakat akibat keuangan yang memburuk. Walaupun meningkatnya suku bunga bertujuan untuk melindungi nilai mata uang, namun bagi masyarakat hal ini menyulitkan.

Masyarakat kesulitan untuk melakukan pembayaran sehingga banyak kredit yang macet. Jika hal ini berlangsung secara pasif maka dunia perbankan akan mengalami kebangkrutan.

  • Turunnya Harga Barang dan Jasa

Ternyata bukan hanya inflasi yang dapat memicu terjadi resesi ekonomi global. Turunnya harga barang dan jasa secara drastis atau disebut dengan deflasi turut memiliki andil yang besar dalam menimbulkan resesi ekonomi.

Deflasi memang bisa membantu mengembalikan kondisi keuangan masyarakat. Namun jika hal ini terlalu secara besar-besaran dan dalam waktu yang stagnan maka sangat berbahaya untuk penyedia barang dan jasa.

Kegiatan produksi akan berkurang dan produsen tentu saja akan mengalami kerugian. Bayangkan jika hal ini berlangsung lama, maka akan banyak perusahaan yang mengalami kebangkrutan.

  • Perkembangan Teknologi Human Artificial Intelligence

Selain kegiatan ekonomi itu sendiri, teknologi juga bisa menjadi penyebab terjadinya resesi ekonomi global. Salah satu contohnya adalah melalui perkembangan teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.

Jika teknologi ini sudah berkembang dengan pesat maka akan tercipta robot-robot yang dapat menggantikan fungsi manusia. Akibatnya akan banyak sekali manusia yang kehilangan pekerjaannya.

Bagaimana Ciri Terjadinya Resesi Ekonomi?

Bagaimana Ciri Terjadinya Resesi Ekonomi?
Bagaimana Ciri Terjadinya Resesi Ekonomi?

Jika kalian sudah memahami penyebab terjadinya resesi ekonomi, maka perlu juga diketahui apa saja ciri-ciri kondisi resesi ekonomi. Hal ini penting dipahami agar bisa segera mengambil tindakan saat merasakannya.

  • Pertumbuhan Ekonomi Berkembang ke Arah Negatif

Kalian harus mulai waspada pada saat menemukan kondisi di mana pertumbuhan ekonomi cenderung berkembang ke arah negatif selama lebih dari dua kuartal.

Hal seperti inilah yang terjadi selama masa pandemi Covid-19 di mana kondisi ekonomi dunia bergerak menurun selama dua tahun berturut-turut. Jika ini terjadi maka kalian harus waspada terhadap ancaman resesi ekonomi global.

  • Jumlah Impor Lebih Tinggi Dibandingkan Ekspor

Resesi ekonomi juga bisa ditandai dengan adanya kondisi di mana jumlah impor lebih tinggi dibanding ekspor Terlalu banyak membeli barang dari luar negeri akan membuat anggaran belanja negara menjadi defisit. Jika ini terjadi maka ada banyak kebutuhan yang tidak tercukupi.

  • Meningkatnya Angka Pengangguran di Masyarakat

Pada saat jumlah lapangan kerja menurun akibat banyak perusahaan yang bangkrut, maka angka pengangguran akan naik secara drastis. Hal ini akan menyebabkan ketimpangan sosial dan jika dibiarkan akan menyebabkan resesi ekonomi global. 

Angka pengangguran yang tinggi menjadi salah satu indikator ancaman resesi ekonomi. Munculnya pengangguran menandakan lemahnya perekonomian yang menyebabkan banyak tenaga kerja yang harus diberhentikan.

Kondisi ini juga mengancam stabilitas keuangan karena dengan tidak adanya pekerjaan maka kondisi keuangan pun melemah. Selain berbahaya untuk stabilitas ekonomi, hal ini juga membahayakan stabilitas keamanan. Minimnya lapangan kerja akan memicu tinggi nya angka kriminalitas.

  •  Kondisi yang Tidak Seimbang antara Konsumsi dan Produksi

Apabila jumlah produksi lebih minim dibandingkan jumlah konsumsi, hal ini juga dapat memicu terjadinya resesi ekonomi global. 

Bayangkan jika warga harus berebut makanan yang stoknya terbatas, maka pemerintah harus melakukan impor barang. Jika terus menerus terjadi maka pengeluaran negara akan membengkak dan keuangan akan terancam.

Dampak Resesi Ekonomi terhadap Berbagai Aspek Kehidupan

Dampak Resesi Ekonomi terhadap Berbagai Aspek Kehidupan

Ancaman resesi ekonomi memang tidak main-main dan harus disikapi dengan bijaksana. Dampaknya terhadap kehidupan sangat besar. Bagaimana resesi ekonomi dapat mempengaruhi berbagai sendi kehidupan? Apa saja dampak yang ditimbulkannya?

  •  Dampak Resesi Ekonomi terhadap Pemerintahan

Pada saat terjadi resesi ekonomi, maka pendapatan negara dari pajak menjadi sangat rendah. Masyarakat memiliki penghasilan yang jauh menurun dari sebelumnya sehingga sulit untuk membayar pajak. 

Walaupun memiliki pendapatan yang menurun, pemerintah tetap diwajibkan untuk membuka lapangan kerja. Hal ini menyebabkan jumlah pinjaman internasional jadi membengkak.

Lagi-lagi karena keterbatasan sumber keuangan, negara tidak dapat melunasi hutang sehingga masalah semakin besar. Dampak terburuk dari semuanya adalah hilangnya kemampuan pemerintah untuk menyelenggarakan pembangunan demi kemakmuran rakyat.

Jika memaksakan diri, maka beban pemerintah semakin tinggi. Hutang semakin menumpuk dan anggaran semakin defisit.

  • Dampak Resesi Ekonomi terhadap Perusahaan

Pada saat terjadi resesi ekonomi global, banyak perusahaan terancam bangkrut karena daya beli masyarakat terhadap produk barang dan jasa menurun dengan drastis.

Menurunnya daya beli akan menyebabkan penurunan produksi. Jika terjadi dalam jangka waktu yang lama maka perusahaan akan merugi, sementara kewajiban membayar gaji karyawan terus berjalan.

Perusahaan yang bergerak dalam bisnis multilateral tentu akan sangat terdampak akibat resesi ekonomi. Banyak kerja sama internasional yang terpaksa harus dibatalkan akibat perusahaan mengalami kebangkrutan.

  • Dampak Resesi Ekonomi terhadap Tenaga Kerja

Sudah jelas apabila dunia usaha mengalami kemunduran maka yang paling merasakan dampaknya adalah tenaga kerja itu sendiri. Dengan adanya resesi ekonomi, banyak perusahaan gulung tikar.

Kondisi ini tidak hanya dirasakan di dalam negeri, namun banyak juga tenaga kerja yang bekerja di luar negeri harus pulang dan menjadi pengangguran yang menambah beban negara.

Benarkah Indonesia Memiliki Potensi Terkena Resesi Ekonomi Global?

Benarkah Indonesia Memiliki Potensi Terkena Resesi Ekonomi Global?
Benarkah Indonesia Memiliki Potensi Terkena Resesi Ekonomi Global?

Dari beberapa jurnal ekonomi, diketahui bahwa saat ini Indonesia berada pada peringkat ke 13 dari 15 negara yang berpotensi mengalami resesi ekonomi. Hal ini tentu saja sangat mengkhawatirkan.

Apa yang harus kita lakukan agar hal tersebut tidak terwujud dan perekonomian negara tetap terlindungi? Berikut ini beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga perekonomian negara agar tetap stabil. 

  • Lakukan Kegiatan Belanja secara Masif

Agar resesi ekonomi global tidak masuk ke Indonesia, pemerintah berencana meningkatkan daya beli masyarakat dengan melakukan pembelanjaan besar-besaran. Dengan demikian maka permintaan dalam negeri akan meningkat dan investasi akan memiliki angin segar. 

  • Meningkatkan Bantuan untuk Sektor UMKM

Selama masa resesi ekonomi, UMKM merupakan jenis usaha yang memiliki daya tahan lebih tinggi dibandingkan usaha lainnya. Usaha kecil yang dimotori oleh rakyat ini terbukti lebih lentur menghadapi krisis ekonomi.

Agar semakin kuat, pemerintah harus mengucurkan bantuan yang lebih banyak kepada UMKM. Dengan demikian masih ada harapan agar rakyat memiliki ketahanan ekonomi dalam menghadapi krisis resesi ekonomi global.

  •  Meningkatkan Kepercayaan Investor agar Kembali Menanamkan Modal

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan investor. Beberapa di antaranya yaitu :

  • Membuat Kebijakan Strategis Dalam Penanaman Modal 

Dengan adanya kebijakan strategis, investor memiliki kepercayaan untuk kembali berinvestasi pada beberapa sektor bisnis di Indonesia. 

  • Melakukan Pendekatan Diplomatis Kepada Calon Investor Asing

Dalam mendapatkan kepercayaan investor terutama investor asing, perlu dilakukan pendekatan-pendekatan dan menjalin hubungan secara diplomatis. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan meningkatkan keyakinan.

Baca juga : Syarat Naik Kereta Api Lokal dan Jarak Jauh Terbaru

Menghadapi ancaman krisis memang membutuhkan strategi yang jitu. Berbagai upaya harus dilakukan agar kita tidak ikut terseret dalam arus resesi ekonomi global yang akan menyebabkan kesengsaraan kepada rakyat.

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts