Cara Beli Saham Bagi Pemula dengan Langkah Tepat

Kaum milenial, mulai dari umur 20 tahunan sudah mulai mencari materi tentang cara beli saham. Itu karena mereka ingin bercita-cita sebelum 30 tahun itu sudah harus mapan, menikah juga ada biaya sendiri, tanpa banyak merepotkan orang tua.

Namun, bisakah itu terjadi sementara bila bermain saham itu harus mengeluarkan uang yang banyak. Sebenarnya, untuk memulai, tidak perlu mengeluarkan dalam jumlah banyak dulu. Terlebih lagi, dalam moto dunia trading, ada hal yang harus diingat.

Tidak selalu membeli saham dalam jumlah besar, akan untung banyak. Karena kerugian juga menanti, uang akan lenyap begitu saja. Jadi, bagaimana cara beli saham yang benar bagi pemula? Kami akan memberikan sedikit penjelasannya kepada Anda seperti berikut.

Pelajari Dulu Mengenai Saham dan Berbagai Sektornya

cara beli saham - memahami cara membeli saham

Ketika membahas mengenai investasi, hanya beberapa orang saja yang tertarik untuk mengikutinya. Selain cukup sulit mengumpulkan modal, mempelajarinya juga memerlukan waktu panjang. Anda tidak bisa semalam baca materinya, kemudian paham.

Sebelum melihat bagaimana cara beli saham yang baik dan benar, lebih baik Anda tahu dulu pengertiannya. Saham menurut Bursa Efek Indonesia atau BEI diartikan sebagai penyertaan modal dari seseorang atau badan usaha dalam perusahaan atau perseroan terbatas.

Jadi, apabila pihak yang telah menyertakan modal, mampu mengklaim pendapatan perusahaan, klaim juga atas aset yang ada di perusahaan terkait. Serta wajib hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham.

Beruntungnya sekarang bahwa saham dapat dimulai dari angka terkecil. Beberapa lembaga legal dengan izin pemerintah, menggalakan kampanye nabung saham, yang bahkan per bulannya mulai dari 100 ribu rupiah saja.

Lalu, bila ingin tahu cara beli saham, apa saja sektornya? Untuk sektor saham memang ada beragam dan berikut rekomendasinya yang bisa Anda pilih :

1. Basic Industry & Chemicals

Ini mencangkup produksi yang masih berupa material atau bahan mentah yang masih harus diolah. Bisa juga bahan masih dalam proses pengolahan dan akan kembali dilakukan proses pada tingkat perekonomian selanjutnya.

Bila chemicals merupakan bahan kimia, yang akan diproses pada produksi selanjutnya serta farmasi.

2. Mining

Terkait dengan pertambangan dan penggalian. Contohnya saja batu bara. Di Indonesia sendiri sangat banyak area pertambangan.

(Baca Juga: Panduan Cara Mining Bitcoin Bagi Pemula, Yuk Simak!)

3. Agriculture

Mencangkup pada bidang tanaman pangan, perkebunan. Peternakan, perikanan, kehutanan serta jenis jasa lainnya yang terkait dengan sektor tersebut.

4. Consumer Good Industry

Bergerak pada bahan dasar atau setengah jadi yang dibuat menjadi barang siap digunakan untuk keperluan pribadi.

5. Property, Real Estate, And Building Construction 

Intinya berhubungan langsung dengan bangunan mengenai pembuatan, perbaikan, pembongkaran rumah, hingga berbagai jenis gedung

6. Finance

Sudah jelas ini berkaitan dengan sektor keuangan seperti asuransi, yang paling sering dibeli oleh masyarakat berbagai kelas.

7. Trade, Service, And Investment

Ini berkaitan dengan perdagangan kecil atau besar. Serta usaha terkait dengan bidang jasa.

8. Miscellaneous Industry

Ini lebih mengarah pada produksi mesin-mesin berat atau juga ringan, beserta komponen menunjang kinerjanya.

Jenis Saham yang Wajib Diketahui Pemula

cara beli saham - jenis saham

Setelah mengetahui sektor apa saja yang memiliki peluang untuk dibeli sahamnya, sekarang Anda wajib tahu beberapa jenisnya. Bagi pemula, mempelajari cara beli saham itu wajib hukumnya, akan tidak kena dampak resikonya.

Nilai saham yang cukup tinggi, dapat membuat Anda menjadi kaya dengan uang yang dihasilkan dari modal tertanam sebelumnya dalam bentuk investasi. bermain saham memang terdengar cukup keren.

Anda seperti memiliki banyak uang, hingga mainannya adalah saham. Tapi siapa tahu bahwa kegiatan tersebut tinggi akan risiko. Pasalnya, sewaktu-waktu capital-loss pasti akan terjadi. Namun, di sisi lain dapat keuntungan hingga 20% bila sukses.

Bila jenis saham, dibagi menjadi dua. Dan berikut adalah penjelasan lebih lanjut agar dapat memahaminya :

1. Saham Biasa

Saham biasa merupakan sejenis surat berharga yang memberi pernyataan atas kepemilikan seseorang pada sebuah perusahaan. Untuk pemegang saham ini tidak memiliki hak-hak istimewa dibandingkan dengan pemegang jenis preferen.

Meski begitu, pemegang saham ini masih memiliki hak suara atau voting ketika diikutsertakan dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Sayangnya, untuk pembagian dividen, tidak menjadi pihak yang diprioritaskan.

Anda juga harus pertimbangkan lagi bila ingin membeli saham ini, karena akan menjadi urutan terakhir dari pada preferen. Meski begitu, faktanya memang yang dijual pada pasar saham adalah jenis biasa.

2. Saham Preferen

Berkebalikan dengan jenis biasa, bila jenis preferen memang selalu menjadi prioritas utama ketika pembagian dividen. Mereka akan selalu yang menjadi pertama mendapatkannya.

Lebih beruntung lagi, jumlahnya akan jauh lebih besar bila dibandingkan yang biasa. Kemudian apabila perusahaan mengalami likuidasi, mereka akan lebih dulu mendapatkan uang. 

Sementara pengembalian modal kepada pemegang saham biasa, akan dilakukan setelahnya.

(Baca Juga: Simak Yuk, Memilih Aplikasi untuk Trading Bitcoin Terbaik di Indonesia)

Tata Cara Beli Saham yang Benar

cara beli saham - cara membeli saham yang benar

Anda sudah mempertimbangkan mengenai penanaman saham setelah membaca penjelasan di atas? Sekarang pikirkan mau membeli jenis apa. Tahap selanjutnya, Anda harus sudah tahu bagaimana cara membeli saham paling benar.

Karena menyangkut uang dalam jumlah banyak, lebih baik bila ingin tahu lebih banyak serta tidak ingin salah langkah, daftar saja ke broker. Yaitu pihak ketiga yang menyediakan edukasi mengenai saham, serta menuntun Anda memilihnya secara tepat.

Namun, sekarang sudah banyak sekali aplikasi di bawah OJK, BI dan juga BAPPEBTI untuk melakukan investasi saham dengan cara mudah, murah dan juga jelas. Sebagai gambaran saja, inilah langkah atau cara beli saham dengan benar :

  • Pilih sekuritas dengan biaya terkecil dulu. Jadi, ketika pemilik saham awal yang ingin membelinya, mereka harus membuka rekening efek nantinya dipakai oleh nasabah. Tiap sekuritas memiliki biaya berbeda.

Jadi, tiap top-up, ada batas minimumnya masing-masing. Pastikan sekuritas yang dipilih cocok sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

  • Setelah membuka rekening efek serta memiliki saldo di dalamnya, cara beli saham selanjutnya dengan mulai bermain saham. Jangan pelit, namun membelinya harus dengan kontrol baik. Jangan asal membelinya.
  • Rekomendasi saja, bila bingung mau membeli jenis apa, silakan beli dengan indeks LQ45 atau IDX30. Itu sudah bagus dengan tingkat likuiditas cukup tinggi. 

Fundamental perusahaannya juga dinilai cukup baik. Bahkan saham yang masuk pada index-index tersebut, sering disebut dengan blue chip.

  • Setelah mengenal indeks yang bagus, silakan Anda mencoba bermain saham pada sektor perbankan dan consumer goods. Hal tersebut karena keduanya merupakan jenis perusahaan sederhana, sehingga cocok bagi pemula.
  • Disiplin ketika melakukan stop-loss. Namanya juga membeli saham, sudah pasti tahu jenis kerugian yang akan dialami. Jadi, harap bersabar saja hingga harga kembali naik.
  • Ketika harga turun, saatnya untuk membelinya, agar nanti ketika harga nak bisa dijual dengan keuntungan lebih banyak.
  • Cara beli saham selanjutnya lakukan diversifikasi saham agar tidak rugi banyak, lakukan penanaman pada sektor lain.
  • Dan terakhir, cara membeli saham terbaik adalah dengan memilih dasar perusahaan dengan keuangan baik.

Ketahui Resiko dari Membeli Saham

Sudah jelas jika ingin tahu lebih banyak tentang cara beli saham, maka wajib tahu resikonya. Ini akan menghindari Anda dari rasa shock, ketika mengalami likuidasi. Pemula wajib tahu, karena pasti suatu saat akan ada risiko akan datang.

Apa saja risiko akan diterima oleh para pemegang saham bila telah menanamkan modalnya pada sebuah perusahaan?

  • Kemungkinan tidak mendapatkan dividen. Jika ingin memperolehnya harusnya sebuah perusahaan mengadakan dividen gain.
  • Akan ada capital loss atau penurunan saham per lembarnya. Pemegangnya mungkin akan merasa takut, jika masih ada dananya, lebih baik segera melakukan penyelamatan. 
  • Lalu paling parah kemungkinan besar perusahaan mengalami likuidasi. Artinya, mereka bangkrut dan harus dibubarkan. Bila sudah seperti itu, para pemegang saham tidak mendapatkan apa-apa.

Setelah mengetahui beberapa hal seperti penjelasan di atas, kami berharap sejak awal Anda telah membuat rencana cukup jelas, serta hindari keinginan mendapatkan keuntungan besar dalam jangka waktu pendek. Karena hal tersebut cukup mustahil.

Bagi para pemula ingin memulai investasi, mulailah dengan nilai terkecil dulu. Terus gali informasi yang berkaitan dengan cara beli saham. Wajib bersabar, karena mendapat keuntungan dari saham, perlu waktu.

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts