Film To Catch a Killer, Cocok bagi Pecinta Genre Misteri

To Catch a Killer

To Catch a Killer hadir bagi para pecinta genre misteri dan action crime dengan deretan pemain terbaik di bidangnya. Shailene Woodley sebagai pemeran utama dalam film ini juga bahkan memiliki peran ganda, yaitu merangkap sebagai produser.

Baca Juga : Mengenal Film Missing dengan Kepribadian Tokohnya Sangat Menarik

Menariknya, rencana awal untuk judul film ini adalah Misanthrope sebelum akhirnya berubah menjadi judul yang sekarang. Film garapan Damian Szifron yang rilis Oktober 2023 tersebut adalah projek pertamanya yang menggunakan bahasa Inggris.

Sinopsis To Catch a Killer

To Catch a Killer

Pada bagian pembuka, terdapat adegan sensasional berupa pembunuhan secara besar-besaran. Seorang penembak jitu melancarkan aksinya dengan membunuh orang-orang demi bersuka cita secara acak di malam tahun baru tepatnya di Baltimore. 

Target pembunuhan tersebut acak di berbagai rooftop party dengan menggunakan ledakan perlindungan berupa kembang api. Alhasil, terdapat lebih dari 20 mayat yang menjadi korban serta tersebar di seluruh kota. 

Polisi setempat bersama petugas FBI berusaha menyatukan semuanya agar keadilan bisa keluarga korban dapatkan. Geoffrey Lammark selaku kepala agen FBI serta memimpin penyelidikan. Akan tetapi, metode yang akan dirinya gunakan tampak sedikit aneh.

Padahal karir seorang penyelidik harus panjang dalam memecahkan misteri semacam ini. Geoffrey membuat rencana dengan melibatkan seorang perwira polisi junior bernama Eleanor. Eleanor sendiri sebelumnya pernah mendapatkan penolakan saat masuk FBI.

Eleanor sempat mendapat penolakan karena kepribadiannya, tetapi di samping itu, kepribadian tersebut bisa menuntun penyelidik kepada tersangka. Benar saja, karena naluri dan akal perwira polisi junior tersebut, selangkah demi selangkah penyelidikan berjalan pasti.

Dalam beberapa hari setelahnya, terlihat bahwa pembunuh dalam film To Catch a Killer melakukan penembakan massal pada sebuah pusat perbelanjaan. Tim mengamati pembunuh tersebut melalui CCTV serta menangkap bahwa dirinya menyembunyikan baju.

Baju tersebut dia sembunyikan dalam tempat sampah kamar mandi yang setelahnya petugas kebersihan kosongkan. Tanpa terduga, Eleanor justru mengalami masalah dengan kondisi jiwanya. Kemudian film berlanjut dengan lebih seru lagi.

Penjelasan Ending

To Catch a Killer

Jika kalian sudah menonton sampai akhir, mungkin terdapat beberapa hal yang akan menjadi pertanyaan. Oleh karena itu, berikut ini adalah beberapa penjelasan terkait ending dari To Catch a Killer:

Bagaimana dengan Lammark

Eleanor dan Lammark mengunjungi ibu Dean Possey selagi menindaklanjuti potensi kepemimpinan meski sedang mendapatkan skors. Nyonya Possey mengatakan bahwa putranya itu sudah lama tidak mengunjungi dirinya. 

Nyonya Possey juga membicarakan mengenai putranya, penyakit mental, ketidakmampuan bergabung tentara dan cedera kepala. Eleanor pun menyadari bahwa Dean sedang bersembunyi di Kakus serta dirinya dan Lammark sedang di bawah todongan senjata.

Akan tetapi, saat Eleanor mencoba mengingatkan Lammark, dia mengambil senjata kemudian mati terkena tembakan Dean. Untuk menghormati kematian Lammark di To Catch a Killer, dirinya pun mendapatkan medali keberanian anumerta.

Siapa Pembunuh Sebenarnya

Pembunuh sebenarnya dalam film ini adalah Dean Possey. Para penyelidik sendiri berhasil mengidentifikasi pelaku sebagai pria berkulit putih, memiliki akses terhadap senjata militer kuno, serta bukan seorang pemakan daging.

Merupakan sebuah keberuntungan, karena salah satu pria yang mengecat di apartemen bisa memberikan sketsa wajah dari Dean. Hal tersebut mengarahkan para penyelidik mencari di pabrik daging sekitar tempat kerja sebelumnya.

Tim penyelidik juga mendapatkan petunjuk kembali setelah salah satu karyawan mengetahui Dean sebelumnya membunuh salah satu atasan di sana. Karena hal tersebut, dirinya pun masuk penjara selama dua tahun sebelum bebas bersyarat.

Pada poin sebelumnya, kalian bisa mengetahui bahwa Eleanor dan Lammark mengunjungi rumah Nyonya Possey di To Catch a Killer. Dari situlah kecurigaan semakin kental, karena adanya kecurigaan bahwa Dean bersembunyi di sana.

Karena pada saat itu, terdapat dua cangkir teh serta kemeja flanel tergantung pada tempat pakaian. Hal tersebut membuat Eleanor menyadari bahwa Dean bersembunyi di Kakus. Sayangnya Lammark harus menjadi korban pada adegan tersebut.

Mengapa Dean Possey Membunuh Secara Massal

Dean sempat mengaku bahwa baginya adalah masuk akal untuk menembak lebih dari 200 orang, karena manusia kerap membuat keributan. Secara umum, Dean menunjukkan rasa marahnya pada dunia, terutama pada sistem kapitalis yang kejam.

Misalnya saja seperti hari bekerja dengan shift lebih dari 12 jam untuk bisa mendapatkan pengakuan di negaranya. Kemudian juga seperti membunuh begitu banyak sapi hanya untuk membuat burger.

Apalagi, Dean merasa selalu mendapat perhatian, merasa terus-menerus butuh pengakuan, serta mencari uang demi bertahan hidup, sehingga karakter di To Catch a Killer ini sedikit pun tidak memiliki penyesalan terhadap apa yang dirinya perbuat. 

Menurutnya, apa yang dirinya lakukan adalah bagian dari sebuah pembalasan. Menurutnya juga cinta tidak bisa menyelamatkan, karena dia sudah menempuh jalan kejahatan serta ketidakbahagiaan terlalu jauh.

Alasan Dean Menyelamatkan Eleanor

Pemeran utama dalam film To Catch a Killer ini tidak menjadi korban pembunuhan. Hal tersebut karena menurut si pembunuh, wanita ini memiliki empati terhadap kesehatan mental juga sikapnya. 

Bahkan pemeran utama wanita ini juga mengatakan pada si pembunuh bahwa dia memahami perasaannya. Yaitu perasaan mengenai ketidakberdayaan serta kekasaran dalam dunia ini. 

3 Hal Unik Film To Catch a Killer

To Catch a Killer

Selain beberapa penjelasan di atas, perlu kalian ketahui juga bahwa terdapat beberapa hal unik dalam film ini. Berikut adalah beberapa hal unik di dalamnya:

Pembunuhan Saat Mendekati Pergantian Tahun

Latar waktu dalam film ini adalah detik-detik mendekati pergantian tahun di mana saat orang lain berpesta, sang pembunuh melancarkan aksinya. Pembunuh mulai menembaki orang-orang sebagai penembak jitu dengan korban tidak sedikit. 

Dua Institusi Hukum Bergabung, padahal Sebelumnya Tidak Akur

Biasanya, polisi dan agen FBI bekerja sendiri dan cenderung memiliki kesan tidak akur. Tetapi, dalam film ini keduanya bekerja sama mulai dari penyelidikan korban serta relasi sampai pada pemeriksaan profil pelaku pembunuhan.

Pelaku dan Korban Sama-sama Penuh Misteri

Setelah proses penyelidikan yang berjalan panjang, baik polisi maupun agen FBI belum bisa menentukan ciri pelaku pembunuhan. Tim pun mendapatkan tekanan dari para petinggi tiap institusi. Dari sini dapat terlihat bahwa pelaku dan korban sama-sama penuh misteri.

Baca Juga : Mengenal Film Interaktif di Netflix dengan Jalan Cerita Menarik

Pembahasan mengenai film To Catch a Killer sedikit banyak bisa menjadi gambaran bila kalian ingin menontonnya. Adapun jika sudah menonton, bagaimana tanggapan kalian terhadap film ini?

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts