Hotman Paris Umumkan Hollywings Bali Berubah Nama Jadi Atlas Beach Fest

Hotman Paris Umumkan Hollywings Bali Berubah Nama Jadi Atlas Beach Fest
Hotman Paris Umumkan Hollywings Bali Berubah Nama Jadi Atlas Beach Fest

Kenapa Hotman Paris umumkan Hollywings Bali berubah nama jadi Atlas Beach Fest. Beberapa dari kalian mungkin ada yang sudah pernah dengar, ada yang belum tahu, dan mungkin masih penasaran. 

Baca juga : Perbedaan Logo Baru Google Play Store dengan Logo Lama

Dibalik suatu peristiwa pasti ada pemicu yang menjadi alasannya. Tidak mungkin Hotman Paris mengubah nama Hollywings secepat itu. Padahal bisnisnya dengan nama Hollywings itu sudah lama dikenal oleh masyarakat. 

Hollywings sendiri berdiri sejak tahun 2014. Outletnya tidak hanya ada di Bali saja. Kalian juga pasti tahu kalau Hollywings telah banyak tersebar outletnya di beberapa daerah di Indonesia. Nama brandnya sudah besar. Outletnya sudah banyak.

Alasan Hotman Paris Umumkan Hollywings Bali Berubah Nama Jadi Atlas Beach Fest 

Alasan Hotman Paris Umumkan Hollywings Bali Berubah Nama Jadi Atlas Beach Fest 
Alasan Hotman Paris Umumkan Hollywings Bali Berubah Nama Jadi Atlas Beach Fest

Kalian sudah pernah ke Bali? Beberapa dari kalian yang sudah pernah ke Bali, mungkin sudah tidak asing lagi mendengar nama Hollywings. Kalaupun kalian belum pernah ke Bali tidak perlu khawatir. Kita akan bahas tuntas di sini dari a sampai z. 

Tentang alasan Hotman Paris mengumumkan Hollywings Bali berubah nama jadi Atlas Beach Fest. Sebelumnya, perlu diketahui tentang hubungan Hotman Paris dan restoran Hollywings. Bahwa, Hotman Paris adalah salah satu pemegang saham perusahaan di Hollywings. 

Dengan begitu, pengubahan nama ini juga ada peran beliau. Seperti yang kalian tahu, kalau pembangunan Holywings di Canggu Bali yang sebelumnya aktif dipromosikan oleh Hotman Paris di media sosialnya. Sekarang telah resmi berganti nama menjadi Atlas Beach Fest.

Dan berikut beberapa hal yang menjadi penyebab Hollywings Bali Berubah Nama Jadi Atlas Beach Fest:

  • Penggantian Manajemen yang Profesional

Bukan tanpa alasan, kalian perlu tau kalau pengubahan nama itu karena ada pergantian manajemen. Hal ini dikatakan Hotman Paris pada saat acara grand opening Atlas Beach Fest. Meski bukan langkah yang mudah. 

Hotman Paris bilang kalau ia sudah merekomendasikan manajemen profesional. Hal Hollywings Bali berubah nama jadi Atlas Beach Fest dilakukan untuk keberhasilan perusahaan yang sudah ada. Usaha yang dilakukannya itu bukan tanpa dasar yang kuat. 

Diklaim oleh Hotman Paris kalau, pembangunan club pantai terbesar di Asia ini akan membantu merevitalisasi pariwisata di Bali. Di sisi lain pembangunan Hollywings di Bali juga diharapkan baik oleh pemerintah daerah Bali. 

Harapannya agar bisa membantu membangkitkan kembali perekonomian masyarakat sekitar. Kita tahu kalau pariwisata Bali sudah lama meredup karena pandemi. Dan Hollywings di Bali hadir sebagai Beach Club terbesar di Asia untuk menjadi daya tarik wisatawan. 

  • Demi Suksesnya Usaha 

Alasan pokok kenapa Hollywings Bali Berubah Nama Jadi Atlas Beach Fest. Hotman Paris mengatakan bahwa tujuan utamanya adalah demi kesuksesan dari usahanya. Di sisi lain beach club juga bisa menampung pekerja lokal dan membantu UMKM.

Disebutkan juga, bahwa mayoritas dari pekerja di usahanya itu adalah orang lokal. Ada lebih dari 1000 pekerja yang asli Indonesia. Selain itu, sejak promosi dilakukan, beach club yakin dapat menampung 10.000 tamu di masa depan. 

  • Masalah Perizinan Hollywings

Meski begitu, kalian perlu tahu terkait beberapa kejadian yang mengiringi. Kenapa Hollywings Bali Berubah Nama Jadi Atlas Beach Fest. Ternyata ada masalah perizinan sebelum pengumuman Hotman Paris dalam mengubah nama Hollywings. 

Proyek Hollywings Bali Beach Club telah menjadi perhatian bagi pejabat di daerah. DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) di Bali memeriksa perizinan dan hal lainnya di Hollywings. Pada saat pemeriksaan oleh satpol PP disertai oleh perwakilan dari DPRD Bali. 

Setelah disidak, ternyata tidak ada masalah dari Izin Mendirikan Bangunan atau IMB. Secara dokumen bisnis Hotman Paris dan Nikita Mirzani ini sudah lengkap. Beberapa catatan untuk Hollywings dari pemerintah daerah. Membuat sistem pengelolaan sampah yang baik. 

Jangan sampai sampah tersebut mencemari wilayah pantai dan pariwisata. Selain itu, perlu memperhatikan masyarakat lokal yang berjualan di sekitar pantai. Agar masyarakat tidak terkena dampak penurunan penjualan dengan hadirnya Hollywings di Bali. 

Berbeda dengan outlet Hollywings yang ada di Jakarta. Setelah melalui pemantauan oleh pemerintah. Terbukti beberapa outlet belum memiliki izin. Hollywings di Jakarta beberapa terpaksa tutup. 

Karena belum memiliki sertifikat standar KBLI (Klasifikasi Baku Lingkungan Indonesia) untuk usaha bar yang telah terverifikasi. Kejadian di Jakarta ini menuai pro-kontra juga pada netizen. Sehingga proses pembangunan Hollywings di Bali mendapat beberapa cibiran dari haters di sosial media. 

  • Kontroversi Promosi Minuman Keras Beralkohol 

Kalian mungkin sudah tidak asing dengan kasus kontroversi manajemen Hollywings. Peristiwa ini mungkin berkaitan, mungkin juga tidak berkaitan dengan Hollywings Bali berubah nama jadi Atlas Beach Fest.

Tapi satu hal yang pasti. Strategi marketing yang pernah menuai kontroversi ini menjadi pelajaran untuk Hotman Paris sebagai pemilik saham dalam menentukan manajemen untuk usahanya itu. 

Masih ingat dengan promosi minuman keras beralkohol yang diberikan secara gratis. Hal itu dilakukan oleh pihak Hollywings Jakarta, dengan membawa nama dua tokoh agama yang sangat sakral. 

Kalian juga tahu bahwa Nabi Muhammad dan Maria adalah dua nama yang sakral. Keduanya dihormati oleh dua agama yang diakui di Indonesia. Nabi Muhammad sebagai Nabi dari Umat beragama Islam. Dan Maria pun adalah ibu dari tuhan Yesus Umat beragama Kristen. 

Kedua agama tersebut, memiliki penganut yang tidak sedikit di Indonesia. Tapi dua nama Hollywings Bali berubah nama jadi Atlas Beach Fest dipakai untuk mempromosikan minuman keras beralkohol. Padahal sudah jelas-jelas dilarang oleh kedua agama. 

Karena promosi inilah Hollywings mulai mendapat banyak hatters. Kontroversi ini juga menuai kemarahan dari beberapa kelompok muslim. Akhirnya, mereka melakukan grebek langsung ke lokasi outlet Hollywings di Jakarta. 

Setelah mendapatkan banyak kritik dan saran. Akhirnya pihak Hollywings meminta maaf secara terbuka. Permintaan maaf dilakukan oleh manajemen melalui sosial media mereka. Karena hal ini akhirnya beberapa staf dari Hollywings terancam kena sanksi. 

Mungkin ini jadi salah satu penyebab kenapa Hollywings Bali berubah nama jadi Atlas Beach Fest. Berkat kejadian ini pun, Hotman Paris ikut meminta maaf. Ia mengakui jika Hollywings bersalah karena telah melakukan promosi dan mengandung SARA. 

Tidak Mudah Mengubah Nama Brand – Kecuali Benar-Benar Harus

Tidak Mudah Mengubah Nama Brand – Kecuali Benar-Benar Harus
Tidak Mudah Mengubah Nama Brand – Kecuali Benar-Benar Harus

Setiap brand membutuhkan konsistensi. Dalam mengenalkan nama brand kepada masyarakat pasti membutuhkan waktu yang lama. Dan memerlukan ketekunan konsistensi. Hollywings sendiri sudah cukup lama berdiri dan dikenal masyarakat. 

Akan tetapi 3 hal yang bisa menjadi alasan kenapa nama brand harus berubah:

  •  Serangan 

Ada beberapa contoh brand yang mendapatkan serangan karena namanya dipandang rasis. Jika nama brand yang dimiliki mengandung unsur rasis atau dianggap menyinggung baik sengaja ataupun tidak disengaja. 

Disaat itulah ada baiknya bagi kita untuk mengganti nama brand yang kita punya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang merasa terganggu dengan nama brand kita. Mungkin ini bisa jadi berlaku kenapa Hollywings Bali berubah nama jadi Atlas Beach Fest. 

Karena citra Hollywings di mata masyarakat. Beberapa menilai negatif dengan adanya kontroversi penggunaan nama Nabi Muhammad dan Maria. Karena strategi marketing yang menuai kontroversi ini. Hollywings mendapati kemarahan dari umat muslim dan Kristen di Indonesia. 

  • Infamicide

Death by infamy, sebuah istilah yang diciptakan oleh Anthony Shore of Operative Words. Terkadang, nama yang sangat bagus bisa terjebak dengan hubungan yang buruk ke masyarakat sekitar. 

Seperti contoh Hollywings Bali berubah nama jadi Atlas Beach Fest Bir di Meksiko tampaknya bertahan, merek dalam situasi serupa di tengah pandemi. Beberapa telah memilih untuk mengganti nama. 

Contohnya pada tahun 2014, Isis Wallet, yaitu dompet digital, berubah nama menjadi Softcard. Di Indonesia juga ada brand lokal Born & Blessed yang sempat gonta-ganti nama. Akan tetapi mereka tetap bisa bertahan di tengah pandemi. 

  • Pertumbuhan di Negara Berkembang

Memasuki kategori atau negara baru mungkin memerlukan perubahan nama. Misalnya, nama yang tidak menyebabkan bencana linguistik. Jangan sampai brand yang kalian punya susah disebut oleh orang lokal. Dan menyulitkan mereka saat akan memesan. 

Nama brand yang kalian ambil menjadi kontroversi di negara lain. Jika hal itu terjadi kalian tidak akan bisa ekspansi brand ke luar negeri. Bisa saja mengubah nama brand baru. Akan tetapi kalian perlu mengeluarkan uang untuk kegiatan marketing dengan nama yang baru. 

Baca juga : Fakta Menarik Kebaya Goes To UNESCO yang Wajib Kalian Tahu

Serangkaian kejadian yang ada sebelum pembukaan Hollywings di Bali bisa jadi pemicu penggantian nama. Karena tidak lama dari itu, Hotman Paris mengumumkan Hollywings Bali berubah nama jadi Atlas Beach Fest. 

Total
2
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts