Mekanisme Tilang Elektronik dan Langkah Mengurusnya

Mekanisme Tilang Elektronik dan Langkah Mengurusnya
Mekanisme Tilang Elektronik dan Langkah Mengurusnya

Tilang elektronik sudah mulai banyak diterapkan untuk meningkatkan ketertiban pengendara dalam berlalu lintas. Selain lebih praktis, penerapan proses bukti pelanggaran ini juga memiliki banyak sekali kelebihan jika dibandingkan cara konvensional.

Baca juga:Pendaftaran UTBK SBMPTN 2022, Syarat, Cara hingga Tips Lolosnya

Seperti telah diketahui bahwa tenaga kepolisian terbatas, sehingga tidak memungkinkan untuk berjaga selama 24 jam. Karena e-tilang menggunakan CCTV, maka polisi lantas dapat lebih fokus mengatur jalan daripada menilang pengendara yang melanggar.

Selain itu, proses tilang elektronik akan langsung dilakukan melalui aplikasi sehingga penegakan hukum tidak pandang bulu. Optimalisasi denda ke kas negara dapat dilakukan sebab tidak ada lagi pungutan liar atau istilah ‘jalan damai’.

Jika Anda merupakan salah satu pengendara yang mendapatkan surat bukti pelanggaran, maka ada baiknya untuk segera mengurusnya. Sebab jika tidak segera diselesaikan, STNK bisa diblokir dan tidak dapat diperpanjang lagi.

Pengertian Tilang Elektronik yang Perlu Diketahui

Mekanisme Tilang Elektronik dan Langkah Mengurusnya_Pengertian Tilang Elektronik yang Perlu Diketahui
Mekanisme Tilang Elektronik dan Langkah Mengurusnya_Pengertian Tilang Elektronik yang Perlu Diketahui

Tilang elektronik atau disebut dengan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) merupakan sistem penilangan dengan memanfaatkan CCTV sebagai pengawasannya. Sementara itu polisi akan bertugas sebagai pengatur lalu lintas di jalan.

Nantinya jika ada kendaraan baik sepeda motor maupun mobil yang melanggar peraturan dan tertangkap kamera, akan ada petugas di monitor room yang merekam serta mencatat plat kendaraan. Pemilik plat akan mendapatkan surat penilangan dan wajib membayar denda.

Umumnya CCTV akan dipasang di titik strategis dan cukup padat kendaraan agar mudah dalam pemantauan pelanggaran pengendara. Selain itu, CCTV yang digunakan juga harus dapat merekam plat sehingga mudah dalam proses hukum.

Melalui plat nomor tersebut, polisi akan lebih mudah melakukan tilang elektronik serta menemukan alamat dari pemilik kendaraan. Nantinya surat bukti pelanggaran akan terkirim pada alamat yang sudah tertera di BPKB.

Biasanya pelanggaran yang masuk dalam e-elektronik ini memang diterapkan pada jalan-jalan tertentu. Jenisnya cukup banyak, seperti menerobos lampu merah, melawan arus, kecepatan melebihi batas, tidak memakai sabuk pengaman atau helm, dan sebagainya.

Selain melalui surat yang dikirimkan oleh petugas ke alamat pemilik kendaraan, Anda juga bisa mengecek bukti pelanggaran melalui jaringan online. Nantinya akan terdapat informasi lengkap kendaraan masuk dalam plat yang terkena tilang elektronik CCTV atau tidak.

Bagi pelanggar juga bisa melakukan pengecekan untuk memperoleh informasi mengenai bukti pelanggaran yang diterima. Beberapa informasi di antaranya seperti kisaran denda, lokasi pelanggaran, juga petugas yang menindak.

Mekanisme dari Tilang Elektronik

Dengan menggunakan sistem tilang elektronik, polisi lalu lintas tidak akan menyita surat kendaraan baik SIM maupun STNK seperti sistem konvensional. Jika terjadi pelanggaran lantas, maka petugas mencatat informasi melalui aplikasi yang dimiliki kepolisian.

Data dari pelanggar yang terekam pada CCTV akan terkirim ke pusat data Polda Metro Jaya secara langsung. Selanjutnya akan dilakukan proses validasi sebelum kemudian petugas mengirim surat tilang pada alamat yang tertera di BPKB melalui pos, email, maupun telfon.

Dalam paket yang dikirimkan, petugas kepolisian juga akan melampirkan bukti pelanggarannya. Semua proses tersebut akan dilakukan dalam waktu tiga hari setelah Anda melanggar peraturan lalu lintas.

Setelah menerima bukti tilang elektronik, maka pemilik kendaraan harus melakukan konfirmasi sesegera mungkin melalui website resmi E-TLE. Waktu yang diberikan petugas kepolisian selama 7 hari untuk mengklarifikasi jika ada kekeliruan penilangan.

Pada proses klarifikasi ini, Anda dapat memberitahu subjek pelanggar jika kendaraan dilakukan orang lain. Selain itu, klarifikasi juga bisa dilakukan jika motor atau mobil sudah dijual namun belum dilakukan balik nama.

Jika pemilik kendaraan tidak melakukan sanggahan atau klarifikasi, maka pemilik kendaraan harus segera membayar denda. Terdapat prosedur serta langkah-langkah tertentu yang harus dilakukan ketika melakukan pembayaran. 

Langkah Mengurus Tilang Elektronik

Mendapatkan bukti tilang elektronik perlu segera diselesaikan sebelum jangka waktu yang diberikan habis. Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk menyelesaikan proses penilangan.

1. Mencermati Surat E-tilang

Jika surat e-tilang dikirim melalui pos, maka Anda akan mendapatkan amplop berwarna coklat dengan tiga lembar surat. Pada lembar pertama berisi pasal pelanggaran, lembar kedua berisi identitas pemilik kendaraan, sementara lembar ketiga berisi foto bukti ketika melanggar.

Anda perlu mencermati surat e-tilang tersebut untuk memastikan bahwa semua informasi tersebut benar adanya. Sebab seperti dijelaskan sebelumnya, bisa jadi terdapat kekeliruan penilangan atau kesalahan subjek pelanggar.

2. Konfirmasi

Jika telah mencermati bukti tilang elektronik dan memang benar bahwa Anda telah melakukan pelanggaran lalu lintas, selanjutnya adalah melakukan konfirmasi. Anda bisa datang langsung ke posko E-TLE Satlantas atau melalui barcode Whatsapp untuk konfirmasi.

Beberapa hal yang perlu dilakukan ketika konfirmasi adalah dengan memfoto surat e-tilang serta STNK kendaraan. Konfirmasi perlu dilakukan selama 8 hari sejak surat e-tilang diterima pelanggar sebelum STNK dinonaktifkan sementara.

3. Melakukan Pembayaran

Langkah terakhir adalah pembayaran denda yang dapat dilakukan dengan beberapa pilihan cara. Batas waktu pembayaran denda sendiri selama 15 hari sejak tanggal pemilik kendaraan melanggar lalu lintas.

Denda tilang elektronik memiliki besaran maksimal yang berbeda-beda sesuai dengan jenis pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Hal tersebut telah diatur dalam UU no 22 tahun 2009 mengenai lalu lintas dan angkutan jalan.

UU yang berlaku untuk E-TLE juga telah mengatur besaran dendanya, misalnya adalah mengenai pelanggaran penggunaan helm harus membayar senilai Rp250.000. Sementara itu, melanggar marka jalan atau aturan ganjil genap akan dikenakan denda Rp500.000.

Menggunakan ponsel ketika berkendara akan dikenakan denda lebih besar lagi yaitu Rp750.000. Selain itu pengendara juga harus memastikan jika SIM masih aktif agar tidak dikenakan tambahan denda.

Cara Pembayaran Tilang Elektronik

Mekanisme Tilang Elektronik dan Langkah Mengurusnya_Cara Pembayaran Tilang Elektronik
Mekanisme Tilang Elektronik dan Langkah Mengurusnya_Cara Pembayaran Tilang Elektronik

Melakukan pembayaran menjadi langkah terakhir dalam menyelesaikan tilang elektronik bagi pengendara yang melakukan pelanggaran berlalu lintas. Berikut adalah beberapa pilihan pembayaran denda yang dapat digunakan.

1. Teller BRI

Jika melalui teller BRI, maka Anda perlu melengkapi slip setoran tunai serta nominal titipan denda tilang yang ada pada formulir. Teller akan melakukan validasi transaksi dan slip setoran dapat menjadi bukti pembayaran sah untuk diserahkan pada penindak.

2. ATM BRI

Pembayaran juga dapat melalui ATM BRI dengan menu Transaksi Lain, kemudian pilih menu Lainnya dan klik BRIVA. Langkah selanjutnya adalah dengan memasukkan nomor pembayaran tilang pada halaman konfirmasi.

Ikuti instruksi untuk menyelesaikan pembayaran denda tilang elektronik dan fotokopi struk sebagai bukti pembayaran yang disimpan. Sementara itu, struk pembayaran asli dapat diserahkan kepada penindak.

3. Mobile Banking BRI

Selanjutnya menggunakan mobile banking BRI dengan memilih menu Pembayar dan pilih BRIVA. Anda dapat memasukkan 15 nomor pembayaran tilang serta nominal sesuai besar denda, jika ditolak artinya pembayaran dengan jumlah denda titipan tidak sesuai.

Masukkan PIN untuk menyelesaikan transaksi pembayaran tilang elektronik. Bukti transaksi berupa notifikasi SMS nantinya bisa ditunjukkan kepada penindak.

4. Internet Banking BRI

Jika Anda memilih pembayaran menggunakan internet banking BRI, maka perlu masuk pada laman Banking BRI dan memilih menu Pembayaran Tagihan dan pilih BRIVA. Masukkan nomor pembayaran tilang pada kolom kode bayar.

Pastikan bahwa detail pembayaran di halaman konfirmasi telah sesuai sebelum memasukkan password maupun mToken untuk menyelesaikan transaksi. Cetak struk pembayaran sebagai bukti yang dapat diberikan pada penindak.

5. M-Banking BCA

M-Banking BCA juga bisa menjadi pilihan untuk membayar denda dengan menggunakan via Tokopedia. Langkah pertama adalah dengan membuka aplikasi Tokopedia setelah mendapat kode pembayaran e-tilang.

Pilih menu Lihat Semua, kemudian pilih Pajak, pilih menu Penerimaan Negara, kemudian pilih PNBP. Masukkan kode pembayaran dalam kolom Billing dan klik Cek Tagihan untuk memunculkan semua informasi pembayaran, klik tombol Bayar.

Langkah selanjutnya adalah dengan memilih metode pembayaran, pilih BCA dan salin nomor virtual account BCA. Lakukan pembayaran dengan menggunakan m-Banking BCA untuk menyelesaikan transaksi.

6. E-Tilang Kejaksaan

Cara terakhir ini sudah mulai dapat digunakan untuk memudahkan pelanggar mengurus denda tilang. Caranya tinggal dengan membuka halaman https://tilang.kejaksaan.go.id/ lalu memasukkan nomor bukti pelanggaran.

Jika data penilangan muncul, maka tinggal klik ‘Pilih’ untuk memunculkan semua data pelanggaran. Tentukan tanggal mengambil barang bukti sebelum klik tombol ‘Bayar’. Pembayaran sendiri dapat dilakukan melalui ATM atau Mobile Banking BCA.

Baca juga: Seluk Beluk dan Tips Menghadapi UTBK untuk Calon Mahasiswa

Peraturan lalu lintas dapat membuat pengendara menjadi lebih tertib sehingga tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain. Dengan adanya tilang elektronik, polisi lalu lintas bisa lebih mudah dalam mengatur jalan dan menindak jika terjadi pelanggaran.

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts