Atlet Disabilitas Berprestasi Indonesia di Kancah Nasional Dan Internasional

Disabilitas sering menjadi halangan untuk melakukan sesuatu. Akan tetapi, beberapa dari mereka yang memiliki kekurangan tersebut justru mampu memberikan prestasi gemilang. Usaha keras, konsistensi, pantang menyerah, dan dukungan berbagai pihak membuat para penyandang disabilitas mampu memberikan torehan prestasi yang mengharumkan negara. Berikut ini daftar atlet disabilitas berprestasi yang layak dijadikan contoh.

Daftar Atlet Disabilitas Berprestasi Indonesia

Jendi Panggabean

Atlet disabilitas berprestasi  - Jendi Panggabean

Nama Jendi Panggabean menjadi buah bibir ketika berhasil memenangkan perlombaan renang di beberapa kejuaraan. Salah satunya adalah Asean Para di tahun 2013 dan 2017. Sebagai atlet disabilitas berprestasi, kisahnya sering menjadi inspirasi. Jendi sebenarnya bukan penyAndang disabilitas sejak lahir sebab kondisi fisik sempurna. Akan tetapi, kecelakaan yang terjadi membuat dia harus kehilangan fisik tersebut. Banyak orang akan mengeluh dan putus asa di situasi seperti ini. Akan tetapi, Jendi menyadari bahwa tidak gunanya berkeluh kesah. Dengan keahlian renang, atlet ini berhasil memenangkan beberapa medali emas, perak, dan perunggu. Cabang olahraga yang diikutinya adalah renang 200 meter.

(Baca Juga: Top 10 Gaji Atlet Tertinggi di Dunia yang Populer)

Muhammad Bejita

Atlet disabilitas berprestasi  - Muhammad Bejita

Kekurangan fisik bukan berarti tidak mampu berprestasi. Dengan dukungan orang tua yang juga mantan perenang, Muhammad Bejita mampu memperoleh medali emas di Asean Para Games. Kejuaraan ini berlangsung di tahun 2018. Medali tersebut berasal dari cabang renang gaya punggung 100 meter dan kategori renang 50 meter.

 

Ni Nengah Widiasih

Atlet disabilitas berprestasi - Ni Nengah Widiasih

Atlet disabilitas berprestasi berikutnya adalah Ni Nengah Widiasih yang berprestasi di bidang angkat besi. Ini adalah kategori olahraga yang sangat menantang karena para atlet harus mampu menunjukkan skill, komitmen, dan penguasaan alat. Widi mampu menjadi juara karena memiliki kapabilitas tersebut. 

Prestasinya adalah beberapa kali juara di level nasional. Selain itu, Widi juga berhasil meraih medali perak di Asean Para Games 2017 yang berlangsung di Malaysia. Ini merupakan kompetisi internasional yang kedua setelah sebelumnya berhasil masuk tiga besar di Paralympic 2016 di Brasil. Saat itu, Widi memperoleh medali perunggu dan berhasil mengibarkan bendera Indonesia.

 

Stephanie Handojo

Atlet disabilitas berprestasi - Stephanie Handojo

Special Olympic World Summer Games 2011 menjadi momen bersejarah bagi Stephanie handojo. Atlet difabel tersebut berhasil menjuarai olahraga renang dan bowling. Medali emas diperoleh dengan gemilang. Atlet ini mengalami kekurangan yaitu down syndrome. Untuk meraih prestasi tersebut, Stephanie melaluinya dengan kerja keras serta tantangan yang sangat sulit. Anda dapat membayangkan saat berada di kondisi mereka. Selain itu, atlet juga perlu beradaptasi sehingga mampu menunjukkan performa terbaik. Dari medali tersebut, Stephanie handojo layak menjadi atlet disabilitas berprestasi Indonesia.

 

Dimas Prasetyo

Atlet disabilitas berprestasi - Dimas Prasetyo

Dimas Prasetyo juga termasuk atlet disabilitas berprestasi. Banyak orang tidak menyangka prestasi tersebut sebab Dimasi divonis mengalami tuna grahita. Kondisi mental yang tidak normal mungkin dianggap penghambat kemajuan. Akan tetapi, Dimas dan dukungan orang terdekat berhasil membuktikan bahwa difabel juga berprestasi. Bidang olahraga yang dipilih  adalah badminton dan berhasil meraih medali emas di kejuaraan dunia pada tahun 2015 di Los Angeles. Ini merupakan prestasi gemilang sebagai atlet dan menjadi pembuktian diri yang solid.

 

Eman Sulaeman 

Atlet Disabilitas Berprestasi - Eman Sulaeman

Street soccer termasuk olahraga turunan sepak bola yang sangat digemari karena tidak membutuhkan tempat luas. Kejuaraan dan kompetisi dunia juga tersedia untuk olahraga ini. Anda berpikir bahwa olahraga tersebut hanya untuk mereka yang normal. Disisi lain, Indonesia memiliki Eman Sulaiman yaitu kiper terbaik di Street Soccer Homeless World Cup 2016 yang dilaksanakan di Skotlandia. Indonesia hanya mampu mencapai perempat final dan kalah dari meksiko. Akan tetapi, kemampuan Eman Sulaiman tidak diragukan sebagai kiper meskipun hanya memiliki satu kaki. Kejuaraan ini juga menjadi bukti bahwa olahraga apapun dapat dimainkan oleh difabel.

(Baca Juga: Daftar Pemain Bola Terbaik Liga Eropa Selama 10 Tahun Terakhir)

David Jacobs

Atlet Disabilitas Berprestasi - David Jacobs

Selanjutnya, David Jacobs masuk daftar atlet disabilitas berprestasi di cabang tenis meja. Prestasinya adalah medali emas di Paralimpiade tahun 2012. Selain itu, atlet tersebut juga bergabung dengan tim di Spanyol untuk melaksanakan kejuaraan di level internasional lain. Di cabang ini, Indonesia masih mengAndalkan Jacobs sebagai atlet hingga sekarang. Persiapan matang menjadikan difabel mampu bermain selayaknya atlet normal.

 

Muhammad Fadli

Atlet disabilitas berprestasi - Muhammad Fadli

Atlet disabilitas berprestasi berikutnya adalah Muhammad Fadli. Bagi yang hobi otomatis, nama tersebut pasti tidak asing apalagi sebuah kecelakaan hebat terjadi di Sentul pada tahun 2015. Fadli merupakan mantan pembalap berprestasi nasional yang harus kehilangan kaki karena kecelakaan tersebut. Anda dapat membayangkan bagaimana trauma mendalam dan kondisi psikis dari atlet ini.

 

Namun, Fadli tidak ingin kondisi yang terpuruk terus berlarut. Masih ada kesempatan lain untuk berprestasi yaitu di olahraga paracyling yaitu bersepeda. Atlet ini berhasil menang medali emas di kejuaraan Asia Track Championship 2019. Selain emas, ada juga medali perak di cabang sepeda yang lain. Sepertinya, atlet ini masih haus prestasi karena akan banyak medali lain di beberapa kejuaraan di masa mendatang. 

Pelajaran Berguna dari Para Atlet Disabilitas Berprestasi

Dari penjelasan mengenai atlet difabel, beberapa kriteria berikut ini dapat menjadi referensi. 

Pantang menyerah

Semua orang mengenal Fadli lalu karirnya terhenti karena kecelakaan. Akan tetapi, atlet tersebut tidak menyerah bahkan beralih ke cabang olahraga lain. Transisi yang sulit tetapi dibuktikan dengan medali emas. Dengan pengetahuan dasar di bidang motor, Fadli berusaha tidak menyerah untuk menjadi atlet dan berkontribusi dengan prestasi. Hal yang sama berlaku pula di atlet lain di cabang renang, tenis meja, dan angkat besi bahkan soccer.

 

Kerja keras

Untuk menjadi atlet, para difabel justru bekerja lebih keras dibandingkan dengan mereka yang berkondisi normal. Kekurangan yang dimiliki memang harus disesuaikan dengan level dan karakter olahraga yang dipilih. Ini bukan usaha mudah dan membutuhkan waktu lama. Namun, kerja keras menjadi semangat untuk terus maju ke arah lebih baik.

 

Konsisten

Satu lagi pelajaran yang perlu diambil adalah konsistensi. Anda semangat di awal tetapi berhenti di tengah jalan karena merasa gagal atau tidak mampu. Ini adalah situasi yang biasa bahkan sering terjadi. Akan tetapi, konsisten membedakan atlet level profesional dan mereka yang sekedar suka olahraga. Bagi difabel, mereka wajib konsisten untuk terus melanjutkan olahraga hingga ke taraf nasional dan internasional. Setelah itu, medali akan diperoleh sebagai hasil.

 

Dukungan pihak lain

Yang membuat mereka berprestasi adalah diri sendiri dan dukungan orang lain. Difabel membutuhkan lebih dari sekedar support materi. Mereka juga butuh semangat dan pelatih yang sesuai. Dukungan tersebut juga menjadi motivasi untuk terus maju dan berprestasi.

 

Atlet disabilitas berprestasi adalah bukti bahwa kekurangan justru menjadi kelebihan. Mereka berhasil mengubahnya dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat. Atlet disabilitas berprestasi lainnya yang belum juara bukan berarti mereka kalah dan gagal. Kemauan untuk berolahraga dan ikut serta di kejuaraan sudah lebih cukup membuktikan kemampuan. 

 

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts