Sejarah Olahraga Renang, Aturan, dan Gaya-Gayanya

Sejarah Olahraga Renang, Aturan, dan Gaya-Gayanya
Sejarah Olahraga Renang, Aturan, dan Gaya-Gayanya

Sejarah olahraga renang saat ini banyak dicari oleh beberapa orang. Renang adalah salah satu olahraga yang menyehatkan bagi tubuh. Selain itu, olahraga renang juga dapat meningkatkan keberanian serta kepercayaan diri.

Baca juga : Pentingnya Olahraga untuk Anak, untuk Tumbuh Kembangnya

Tidak hanya menyehatkan saja, teknik dasar dari renang dapat melatih pernafasan. Sejarah renang dan kehadirannya juga tidak luput dari manfaat yang dimilikinya. Di bawah ini adalah sejarah yang telah kita rangkum untuk kalian.

Sejarah Olahraga Renang Dunia dan Indonesia

Sejarah Olahraga Renang Dunia dan Indonesia
Sejarah Olahraga Renang Dunia dan Indonesia

Olahraga renang pertama kali ditampilkan dalam ajang Olimpiade modern pada tahun 1896 Athena, Yunani. Pada ajang Olimpiade ini hanyalah empat nomor yang akan dipertandingkan dari semula enam nomor.

Masing-masing yaitu nomor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, serta 100 meter bagi para pelaut. Pada ajang olimpiade yang kedua yaitu diselenggarakan di Paris pada tahun 1900.

Sementara itu, nomor yang dipertandingkan 200 meter, 1.000 meter, 4.000 meter, nomor bebas, 200 meter gaya dada, dan 200 meter nomor beregu. Sejarah renang di Indonesia, sebetulnya sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit. 

Pada masa kerajaan Majapahit kegiatan biasanya dilakukan hanya bertujuan berperang dalam menangkap ikan, atau sebagai bajak laut. Bukti dalam Sejarah olahraga renang di Indonesia, yakni ditemukannya beberapa situs peninggalan sejarah.

Misalnya saja seperti relief candi yang menggambarkan tentang kemampuan berenang. Pada Keraton peninggalan kerajaan sekitar daerah candi sering kali ditemukan kolam renang yang dulunya digunakan oleh keluarga kerajaan.

Memasuki zaman pendudukan Jepang tahun 1943-1945 renang di Indonesia mengalami perkembangan. Berikutnya, di Indonesia membentuk sebuah organisasi renang, tanggal 24 Maret 1951.

Ini dinamakan Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia atau disingkat dengan (PBSI). Kemudian, tahun 1951 organisasi PBSI diterima menjadi anggota International Olympic Committee atau dikenal (IOC) dan FINA. 

  • Sejarah Renang dilihat dari Gayanya

Manusia sebenarnya telah berenang sejak zaman kuno atau bisa dikatakan sudah lama sekali. Di belahan dunia bagian Barat, gaya bebas pertama kali ditampilkan tahun 1844 tepatnya di negara London (Inggris). 

Perenang dari suku Indian lebih mudah mengalahkan perenang Inggris. Gaya renang yang paling sering diperlombakan biasanya seperti gaya dada, gaya bebas, gaya kupu-kupu, serta gaya punggung. 

Renang gaya dada paling populer pada tahun 1875 oleh perenang Inggris Matthew Webb. Matthew merupakan salah satu orang pertama yang merenangi teluk Channel (kanal) dengan menggunakan gaya dada.

Sejarah olahraga renang abad 19 yakni abad dimana awal diajarkannya dan diperlombakan di sekolah-sekolah termasuk sekolah militer. Sehingga hal ini banyak yang mengenalnya dengan nama gaya sekolah atau “Schoolslag”.

Bentuk dari variasi berenang secara utuh di bawah air digunakan oleh perenang Teofilo Lidefonso pada Olimpiade tahun 1928. Beliau berhasil memodifikasi teknik mengambil napas setelah melakukan satu gerakan di bawah air.

Sama halnya, dengan perenang Rusia yang bernama Lounitchev telah meniru juara Olimpiade 1956 Masaru Furukawa dari Jepang. Gerak gaya yang di bawah permukaan air ternyata menambah cepatnya gerak maju.

Selanjutnya, dilarang oleh FINA (Induk Organisasi Renang Dunia) sejak tahun 1957. Setelah kalian mengetahui tentang sejarah olahraga renang, selanjutnya akan membahas fasilitas dan peralatan Dalam olahraga renang.

  • Fasilitas dan Peralatan Renang 

Tanpa memiliki fasilitas dan peralatan renang yang lengkap, olahraga satu ini tidak akan terlaksana dengan baik. Dalam olahraga renang fasilitas dan perlengkapan yang digunakan antara lain:

  • Kolam Renang

Kolam renang terbagi atas 2 ukuran panjang kolam renang yakni 50 meter untuk kolam renang lintasan. Panjang lintasan pendeknya yakni 25 meter. Sedangkan, dalam sejarah olahraga renang kedalaman dari kolam minimum adalah 1,35 meter. 

Baik itu, mulai dari 1,0 meter lintasan pertama sampai paling sedikit 6,0 meter. Untuk itu, kolam renang adalah salah satu komponen yang paling penting untuk melakukan olahraga berenang ini.

  • Lintasan

Lebar dari lintasan kolam renang paling sedikit sekitar 2,5 meter dengan jarak sekitar 0,2 meter di luar lintasan pertama dan terakhir. Masing-masing dari lintasan tersebut dipisahkan oleh tali lintasan yang panjangnya sama dengan panjang lintasan. 

Dalam sejarah olahraga renang pelampung air dan masing-masing telah dibedakan berdasarkan warna. Warna hijau khusus lintasan 1 dan 8, biru khusus lintasan 2, 3, 6, 7, dan kuning khusus lintasan 4 dan 5.

  • Pengukur Waktu

Dalam perlombaan renang tingkat internasional, dikatakan bahwa terdapat papan sentuh dijadikan sebagai pengukur waktu otomatis yang biasanya dipasang pada kedua sisi dinding kolam renang.

Ketebalan dari papan sentuh pengukur waktu otomatis ini sebenarnya hanya sekitar 1 cm. Para perenang juga telah mencatatkan waktunya pada papan sentuh sewaktu melakukan pembalikan dan finish.

  • Balok Start

Dalam sejarah olahraga renang setiap balok sebenarnya start ada pengeras suara yang berguna untuk menyuarakan tembakan pistol sebagai tanda start. Selain itu, ada juga sensor pengukur waktu yang telah mencatat perenang ketika mulai meloncat dari balok start. 

Sementara itu, untuk ukuran balok start ini 0,5 x 0,5 meter, dengan tinggi antara 0,5 meter – 0,75 meter dari permukaan air. Seluruh fasilitas dan perlengkapan yang digunakan dalam perlombaan olahraga renang tersebut merupakan spesifikasi dari federasi renang internasional.

Jadi seluruh fasilitas dan perlengkapan tersebut yang biasa digunakan untuk kolam renang ukuran Olimpiade. Dengan kata lain, hal ini merupakan ukuran standar internasional pada umumnya.

Jenis Gaya pada Olahraga Renang

Jenis Gaya pada Olahraga Renang
Jenis Gaya pada Olahraga Renang

Dalam sejarah olahraga renang, memiliki beberapa jenis macam gaya yang sering digunakan. Misalnya saja gaya bebas, gaya dada, gaya punggung dan gaya kupu-kupu. Berikut ini sudah ada beberapa penjelasan dari macam-macam gaya renang menurut Federasi Internasional. 

Adapun penjelasan jenis renang ada di bawah ini:

  • Gaya Bebas

Gaya Bebas
Gaya Bebas

Gaya bebas adalah gaya berenang yang tidak terikat oleh teknik dasar renang (aturan) tertentu. Pada Gaya bebas ini posisi dada akan menghadap ke permukaan air. Sementara itu, kedua belah tangan bergerak bergantian teknik sama dengan gerakan mengayuh. 

Selanjutnya, kedua kaki akan dicambukkan naik turun secara bergantian ke atas dan ke bawah. Sedangkan, posisi wajah dalam gaya renang bebas ini menghadap ke permukaan air. Dalam pengambilan nafas, perenang bisa menoleh ke kanan atau ke kiri.

  • Gaya Dada

Gaya Dada
Gaya Dada

Dalam sejarah olahraga renang dada sangat populer untuk renang jenis rekreasi dengan posisi tubuh yang stabil. Dimana kepala bisa di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau dikenal dengan gaya katak merupakan salah satu gaya berenang dengan dada.

Dada perenang biasanya akan secara jelas menghadap permukaan air. Posisi tubuh gaya dada senantiasa dalam kondisi tetap, sedangkan kedua belah tangan dengan gerakan membelah air. Gerakan tubuh ini biasanya menirukan gerakan katak yang sedang berenang. 

  • Gaya Punggung

Gaya Punggung
Gaya Punggung

Dalam sejarah olahraga renang punggung, biasanya posisi punggung perenang akan menghadap ke arah permukaan air. Sedangkan, posisi wajah berada di atas air sehingga lebih mudah dalam mengambil napas.

Pada saat melakukan renang, kalian hanya bisa melihat ke atas saja tanpa bisa melihat ke depan. Dalam gaya punggung ini gerakan pada kaki dan lengan sama dengan gaya bebas. Akan tetapi, posisi tubuh adalah terlentang di permukaan air. 

Kedua belah tangan akan digerakkan secara bergantian menuju pinggang seperti gerakan sedang mengayuh. Sementara itu, posisi mulut dan hidung ada di luar air. Sehingga nantinya akan mudah sekali untuk mengambil napas.

  • Gaya Kupu-Kupu

Gaya Kupu-Kupu
Gaya Kupu-Kupu

Dalam sejarah olahraga renang, ada gaya kupu-kupu atau sebagian dari kalian mengenalnya dengan gaya lumba-lumba. Pada posisi dada dalam gaya kupu-kupu sebenarnya sama menghadap ke permukaan air dengan kedua lengan ditekan ke bawah secara bersamaan.

Sementara itu, kedua kaki secara bersamaan menendang ke atas dan ke bawah. Gerakan ini mirip sirip ikan lumba-lumba. Itulah mengapa gaya ini dinamakan sebagai renang gaya kupu-kupu.

  • Gaya Renang Anjing

Gaya Renang Anjing
Gaya Renang Anjing

Renang gaya anjing adalah salah satu teknik berenang yang mempunyai gerakan mirip anjing berenang di air. Pada gaya renang ini sebenarnya posisi kepala berada diatas air. Sementara itu, kaki dan tangan melakukan gerak seperti anjing sedang berenang.

  • Gaya Renang Samping

Gaya Renang Samping
Gaya Renang Samping

Gaya renang samping dikenal sebagai salah satu teknik gaya renang yang menggunakan sisi samping bagian tubuh. Gaya ini sering kali tidak diperlombakan dalam kompetisi resmi renang.

Sehingga sangat jarang orang yang tahu dengan gaya ini dan bahkan jarang digunakan. Akan tetapi, bila kalian melatih gaya ini maka dapat menambah skill atau kemampuan untuk variasi berenang.

Peraturan dari Renang yang Harus Diketahui 

Peraturan dari Renang yang Harus Diketahui 
Peraturan dari Renang yang Harus Diketahui

Adapun beberapa peraturan renang yang pertama kali harus diperhatikan. Berikut ini sudah ada penjelasan terkait peraturan sejarah olahraga renang antara lain adalah seperti di bawah ini:

  • Ukuran dari kolam renang
  • Panjang kolam renang sekitar 50 meter dan lebarnya 21 meter.
  • Dinding seharusnya vertikal dan sejajar.

Banyaknya lintasan yang berjumlah 8 dan masing-masing lintasan lebarnya 2,5 meter. Kedalaman air minimum sekitar 1,80 meter untuk perlombaan. Suhu air hanya berkisar antara (23-25)o Celsius. 

Tempat start tidak dibolehkan licin dan kemiringannya tidak boleh lebih dari 10 derajat. Garis-garis dari tanda lintasan bisa dibuat di dasar kolam untuk memberi petunjuk kepada para perenang. 

Hal ini karena dalam sejarah renang, ada berbagai macam risiko pada saat berada di air baik yang disengaja atau tidak sengaja. Akibat kecelakaan di air bisa saja mengalami cedera hingga kematian akibat tenggelam. 

Baca juga : Olahraga Mengecilkan Perut, Cara Mudah Latihan di Rumah

Oleh karena itu seorang perenang terlebih dahulu harus mengetahui kedalaman kolam renang atau laut yang akan digunakan untuk berenang. Sejarah olahraga renang diharapkan bisa memberikan manfaat untuk kalian.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts