Senam Lantai, Sejarah Hingga Berbagai Gerakannya

thumbnail senam lantai - senam lantai

Senam lantai menjadi sebuah aktivitas fisik yang melibatkan seluruh anggota tubuh karena melakukan berbagai macam gerakan yang memerlukan kekuatan, kecepatan, serta keserasian fisik yang teratur.

Tentu saja senam bukan hanya sekedar aktivitas olahraga yang sering dilakukan oleh ibu-ibu. Ketika membicarakan masalah senam ini, tidak sedikit masyarakat yang kurang familiar dengan olahraga ini.

Baca Juga : Memahami Waktu Olahraga yang Baik Sesuai Aktivitas Anda

Senam jenis ini menjadi sebuah olahraga modern dari keluarga senam. Tentu saja karena jenis senam ini tidak membutuhkan peralatan yang cukup banyak, Anda dapat melakukan olahraga ini di rumah saja.

Pengertian Senam Lantai di Dunia Olahraga

Jenis senam ini sendiri ialah cabang olahraga yang nantinya dilakukan di permukaan lantai serta menggunakan matras. Seringnya, matras yang akan digunakan sebagai tempat latihan senam berukuran 12 X 12 meter.

Matras dibutuhkan karena kebanyakan gerakan dari senam memerlukan matras untuk alat bantu. Matras digunakan untuk mengurangi risiko terjadi cedera ketika Anda melakukan gerakan yang bersentuhan dengan lantai.

Banyak juga orang yang menyebut jika senam lantai merupakan senam gaya bebas, hal ini disebabkan karena ketika melakukan olahraga ini, Anda tidak membutuhkan peralatan selain alat matras.

Pada dasarnya, jenis senam ini bisa dilakukan oleh wanita maupun pria, serta banyak menggunakan gerakan seperti melompat, berguling serta menolak dengan tangan. Bahkan berbagai macam elemen balet juga termasuk dalam jenis senam ini.

Itulah alasan mengapa senam ini memiliki berbagai macam gerakan yang begitu indah, karena menggabungkan berbagai macam jenis gerakan.

Sejarah Munculnya Senam Lantai untuk Olahraga

Ada berbagai macam sumber yang menuturkan jika olahraga ini berasal dari Tiongkok. senam menjadi olahraga paling tua di dunia. Hal ini disebabkan karena senam telah dilakukan para biara yang berada di Tiongkok dari tahun 2700 SM.

Tetapi, awalnya gerakan dari senam yang dilakukan oleh biara di Tiongkok dilakukan untuk bela diri serta pengobatan. Hal ini memberi kesimpulan jika senam bukan menjadi olahraga yang baru saja ditemukan.

Pada dasarnya, gerakan senam dari dulu hingga sekarang perbedaannya tidak jauh, namun gerakan semakin hari semakin banyak dikembangkan serta dibagi dalam berbagai macam jenis, termasuk senam lantai.

Di Indonesia, senam menjadi olahraga yang mulai dikenal dari tahun 1912, masa tersebut terjadi ketika penjajahan Belanda. Olahraga senam ini masuk bersamaan dengan ketetapan pendidikan jasmani sebagai sebuah pelajaran wajib di sekolah.

Senam merupakan bagian dari penjaskes, sehingga senam juga dengan sendirinya ikut diajarkan di bangku sekolah. Pertama kali senam yang diajarkan pada masa tersebut adalah versi Jerman.

Senam pada masa tersebut menekankan kemungkinan gerak yang kaya dengan alat pendidikan. Kemudian di tahun 1916, sistem tersebut diganti dengan sistem Swedia yang memberikan penekanan manfaat gerak.

Sistem yang dibawa oleh Swedia dikenalkan oleh perwira kesehatan yang berasal dari pangkalan kerajaan laut Belanda. Dari sini, olahraga senam mulai menyebar hingga ke Indonesia.

Ketika terjadi masa penjajahan Jepang, mereka malah melarang rakyat melakukan gerakan senam serta menggantikannya dengan Taiso.

Taiso merupakan senam pagi yang harus dilakukan di sekolah sebelum memulai pelajaran. Senam dilakukan dengan menggunakan iringan radio serta disiarkan dengan serentak. Namun, masyarakat di Indonesia menentangnya dan memberanikan diri melakukan senam yang lama.

Jenis Senam Lantai yang Harus Diketahui

Jenis senam ini sangat cocok digunakan untuk latihan dasar sebelum belajar berbagai macam jenis senam lain. selain itu senam ini juga cocok dilakukan bagi mereka yang memerlukan olahraga berintensitas sedang. Berikut berbagai macam jenis senamnya:

1. Sikap lilin

Sikap lilin juga terkenal dengan candle pose. Sikap lilin merupakan sikap dengan posisi seluruh tubuh bertumpu pada bahu, tangan dan siku agar bisa membantu menopang berat tubuh.

Namun, sikap lilin pada senam ini lebih baik dihindari jika Anda menderita penyakit seperti glaukoma serta hipertensi. Sikap lilin juga tidak boleh dilakukan oleh wanita hamil.

2. Berguling ke depan

Berguling ke depan menjadi elemen dalam berbagai macam gerakan senam yang lain. berguling ke depan juga menjadi gerakan yang awal dipelajari. Berguling ke depan diawali dengan berjongkok, dan tangan menjulur ke depan kemudian buka selebar bahu.

Masukkan dagu mendekati dada dan arahkan kepala dengan mendekat ke lantai. Anda bisa mendorong tubuh ke arah depan kemudian gunakan kaki untuk mendarat kembali. Akhiri sikap dengan berdiri.

3. Berguling ke belakang

Senam lantai dengan berguling ke belakang dilakukan dengan cara mirip berguling ke depan, tetapi Anda harus melakukan arah sebaliknya. Anda bisa menekuk tubuh ke posisi squat kemudian tangan terentang ke depan.

Secara perlahan, turunkan bokong ke lantai serta diikuti dengan punggung. Dengan menggunakan bantuan kaki, Anda bisa mendorong tubuh ke belakang, serta tangan di samping bahu untuk menopang tubuh saat berguling.

4. Berdiri dengan menggunakan tangan

Berdiri dengan menggunakan tangan menjadi senam yang banyak dilakukan olahraga lain seperti dance modern serta yoga. Berdiri dengan tangan akan membuat tubuh tertopang dan Anda dalam keadaan stabil.

Manfaat Senam Lantai yang Tidak Banyak Diketahui

Senam ini merupakan cabang dari olahraga senam. Pada dasarnya, jenis olahraga ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kekuatan, daya tahan tubuh serta kelenturan. Berikut berbagai macam manfaat lainnya:

1. Semakin meningkatkan fleksibilitas

Senam ini memiliki manfaat untuk meningkatkan fleksibilitas tubuh. Mempunyai fleksibilitas akan melindungi tubuh Anda dari cedera otot serta cedera anggota tubuh lain.

Fleksibilitas sendiri merupakan kemampuan yang dimiliki oleh persendian serta otot untuk menekuk serta merenggangkannya. Melatih gerakan senam akan melatih sendi dan otot tubuh agar terhindar dari cedera serius.

2. Menurunkan risiko penyakit

Layaknya berbagai macam jenis cabang olahraga yang lain, senam ini juga akan mendukung kesehatan tubuh Anda serta menurunkan risiko berbagai macam penyakit.

Aktif senam memang tidak akan membuat Anda kebal dengan berbagai macam penyakit, namun paling tidak bisa membuat Anda menjadi semakin sehat.

3. Memperkuat tulang

Senam lantai juga dapat memperkuat tulang, apalagi bagi mereka yang sudah berumur lebih dari 30 tahun. Tubuh manusia nantinya akan kehilangan masa tulang setiap tahun. Sehingga melakukan olahraga akan membantu menjaga masa tulang serta memeliharanya.

Bahkan, manfaat yang Anda dapatkan ketika melakukan senam ini bisa terjaga hingga berada di masa pensiun nanti.

4. Melatih kesehatan dan kekuatan otot

Berlatih senam akan memperbesar serta memperpanjang otot dibandingkan mereka yang tidak pernah melakukan senam. Gerakan senam yang melibatkan banyak peregangan juga akan membuat risiko cedera menjadi lebih rendah.

5. Memperbaiki postur

Apakah Anda merasa memiliki postur tubuh yang kurang baik. jika demikian, tidak ada salahnya memperbaikinya dengan melakukan senam. Biasanya karena terlalu banyak duduk serta menunduk, akan membuat postur tubuh menjadi kurang baik.

Cara Aman Melakukan Senam Lantai

Selain melakukan gerakan senam dengan baik, ada beberapa cara hal yang harus Anda perhatikan dengan baik ketika melakukan senam ini agar tidak terjadi cedera. Berikut beberapa diantaranya:

  1. Pastikan melakukan senam terlebih dulu. Hindari langsung memulai senam, pastikan Anda memulai senam dengan melakukan sejumlah pemanasan terlebih dulu sehingga tubuh lebih renggang.
  2. Mulai dengan gerakan yang mudah. Ketika baru pertama melakukan senam, Anda bisa mencoba melakukan gerakan yang mudah terlebih dahulu, kemudian baru melanjutkan diri untuk melakukan gerakan yang sulit.
  3. Lakukan dengan konsentrasi penuh. Meskipun hanya senam, namun Anda harus melakukannya dengan konsentrasi penuh, sehingga seluruh gerakan bisa dilakukan dengan baik.
  4. Gunakan matras yang nyaman. Ketika melakukan senam, matras juga memegang peranan yang penting. Pastikan memilih matras yang nyaman digunakan untuk senam sehingga minim cedera.
  5. Patuhi seluruh ketentuan senam. Anda harus mematuhi berbagai macam ketentuan serta teknik senam lantai. Lebih baik jika senam dilakukan dengan pendampingan guru serta instruktur olahraga.
  6. Letakkan matras jauh dari dinding. Ketika melakukan gerakan senam yang cukup sulit, lebih baik meletakkan matras jauh dari dinding agar tidak terjadi benturan.
  7. Lakukan pendinginan. Bila senam sudah selesai dilakukan, Anda bisa melakukan pendinginan, sehingga otot tidak akan tegang.
  8. Simpan matras di tempat yang tepat. Jika senam sudah selesai dilakukan, Anda bisa menyimpan matras tersebut kembali ke tempatnya.

Baca Juga : Olahraga yang Bisa Dilakukan Saat Pandemi Bersama Keluarga

Melakukan senam memang menyenangkan, apalagi senam ini memiliki berbagai macam manfaat yang menyehatkan bagi tubuh. Meskipun demikian, pastikan Anda memperhatikan ketentuan senam lantai dengan baik

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts