WASPADA! Operator Judi Online Menyamar Jadi Telemarketer dan Admin

judi online

Bukan uang, melainkan tipuan. Sudah bukan rahasia lagi jika dunia judi online tidak berisi keuntungan. Dunia slot online penuh dengan ketidakjujuran, kecurangan, dan yang sudah jelas  kerugian. Mengerikannya, tak cukup mengeruk uang pemain judi online melalui situs dan aplikasi, kini operator slot online merambah peran yang lebih manipulatif.

Pelaku Judi Online Menyamar

Kasus penipuan kembali terjadi dengan dalih menyebarkan hingga menggaet calon pemain judi online. Melansir Republika.co.id (13/06/23), Personal Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara berhasil menangkap sebanyak 10 pelaku judi online yang melakukan modus sebagai admin dan telemarketing dalam menjalankan tugasnya.

Terpantau Mata Masyarakat

Ke-10 pelaku yang akhirnya ditahan adalah R, MS, Z, BJL, IPS, FAK, J, LI, dan MA. Kejadian ini berlokasi di Jalan Ladang, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara. Ternyata, pelaku slot online yang beramai-ramai ini terpantau dan jadi laporan masyarakat pada hari Jumat (9/6). Laporan pun segera ditindaklanjuti dan berhasil meringkus para pelaku di sebuah rumah di Jalan Ladang.

Konsep Pura-pura sebagai Modus 

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi memberikan keterangan bahwa ternyata pelaku admin slot online ada yang berperan sebagai telemarketing dan admin. Mereka berasal dari Kalimantan, Aceh Tenggara, Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan, dan Jakarta.

Pengungkapan kasus judi online tersebut menunjukkan beberapa barang bukti berupa 12 layar monitor merk Lenovo, sembilan CPU, delapan keyboard, tujuh mouse, dan tujuh handphone.

Fakta Para “Telemarketing dan Admin Palsu”

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih jauh, Ditreskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Teddy Jhon Marbun menemukan jika dua pelaku penipuan slot online ada yang menjadi pemilik saham judi online sebesar 15 persen. Pelaku tersebut adalah inisial R dan BJL yang sudah ditahan.

Kerugian dari Kasus Modus

Praktik perjudian ini baru beroperasi sekitar dua minggu, dengan omset mencapai Rp. 2.000.000 hingga Rp. 4.000.000 setiap hari dengan anggota sekitar 200 orang. Modus operandi yang dilakukan dengan menawarkan melalui media sosial,” jelas Teddy.

Masyarakat harus berhati-hati jika menerima telepon, SMS, atau WhatsApp dari orang tidak dikenal yang kesannya terlihat aneh, mencurigakan, dan terkesan manipulatif. Ini bisa membantu menjauhkan dari tawaran ‘bodong’ yang bisa saja melibatkan investasi uang, tabungan, hingga slot online seperti kasus 10 pelaku di atas.

Masyarakat Perlu Waspada

Jangan sampai terpengaruh nada bersahabat admin judi online karena janji kosong “modal sedikit, untung berlipat” Bisa menggiring orang hingga menjadi pemain. Slot online tidak akan pernah memberikan kekayaan instan, justru hanya kerugian dan penyesalan! Jika di laptop atau HP mulai tiba-tiba bermunculan iklan judi online, ambil langkah untuk memblokir dan atur mesin pencarian agar tidak memunculkan konten sensitif dan ilegal.

Baca Juga : Bagaimana Menyikapi dan Menghentikan Fenomena Judi Slot Online yang Berbahaya?

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts